Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pertanyaan-Pertanyaan Tidak Penting

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
13 Desember 2018
A A
pertanyaan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sepanjang saya berselancar di jagad media online, saya tentu saja pernah menemukan banyak artikel-artikel menarik.

Dari sekian banyak artikel menarik itu, ada satu yang sampai sekarang betul-betul saya ingat. Sebuah artikel ilmiah dengan judul yang bagi saya terlihat sangat provokatif: “Seperti apakah warna bunglon jika berada di tempat yang penuh dengan cermin?”

Mak tratap saya membaca judul artikel tersebut. Bukan, bukan… bukan karena rasa penasaran saya akan warna si bunglon, tapi lebih karena terpikir betapa selonya orang yang begitu niat dan berambisi mencari jawaban atas pertanyaan tidak penting tersebut. Betapa manusia selalu penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang kadang tak tampak sedikit pun faedahnya.

Setelah artikelnya saya baca, barulah kemudian saya mendapatkan semacam pencerahan, bahwa ternyata dari pertanyaan tentang bunglon yang saya anggap wagu itulah kemudian muncul pengetahuan-pengetahuan baru tentang fisiologis bunglon dan hewan-hewan pada umumnya yang tak bisa dimungkiri punya peran yang besar terhadap kehidupan manusia.

“Kenapa benda selalu jatuh kebawah?”

Pertanyaan seperti itu boleh jadi adalah pertanyaan yang mungkin semua orang bisa menjawabnya. Benda jatuh ke bawah karena gravitasi.

Namun, tentu akan sangat berbeda jika pertanyaan itu ditanyakan sebelum Isaac Newton ketiban apel saat sedang nyantai di bawah pohon dan kemudian merumuskan hukum gravitasi.

Sebelum Isaac Newton menemukan hukum gravitasi, pertanyaan kenapa benda selalu jatuh ke bawah boleh jadi adalah pertanyaan bodoh yang mungkin hanya bisa dijawab dengan satu jawaban kunci: “Sudah dari sononya.”

Kita agaknya kerap berkelindan dengan banyak pertanyaan-pertanyaan yang tampak tak penting tapi kadang bisa memunculkan kepentingan lain yang sangat besar.

Dalam sebuah episode film silat, ada satu pertanyaan wagu yang ditanyakan oleh seorang guru kepada muridnya. “Apa warna angin?”

Pertanyaan yang begitu menggelitik. Namun pertanyaan itulah yang kemudian menjadi petunjuk bagi si murid untuk bisa mempelajaru jurus baru.

Kita agaknya memang membutuhkan hal-hal dan pertanyaan yang tidak penting. Sebab ketidakpentingan itu justru acapkali menjadi sebuah kepentingan tersendiri.

Urusan penting dan tidak penting kadang hanya perkara waktu. Perkara yang sekarang tidak penting bisa jadi di masa depan menjadi sebuah perkara yang begitu penting dan mendesak untuk dipecahkan.

Mangkanya, kalau suatu saat, ada kawan Anda yang menanyakan pertanyaan-pertanyaan aneh dan tidak penting, jangan pernah meremehkan dia, bisa jadi, pertanyaan dia merupakan pintu gerbang menuju sebuah dialektika yang punya pengaruh banyak untuk khalayak.

Iklan

Yah, sebelum saya mengakhiri tulisan tidak penting ini, izinkan saya menanyakan dua pertanyaan yang entah kenapa sampai sekarang terus mengusuk rasa keingintahuan saya.

“Apakah mengucap bismillah sebelum memasang taruhan dadu akan membuat dosa pelakunya jadi impas?”

“Apakah berbuat curang saat judi gaple akan membuat dosa pelakunya menjadi bertambah dua kali lipat?”

Terakhir diperbarui pada 13 Desember 2018 oleh

Tags: pertanyaan
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

pertanyaan kapan mojok.co
Uneg-uneg

‘Kapan?’ Pertanyaan yang Ngga Ada Habisnya

27 November 2022
ilustasi Orang Indonesia Hobi Tanya Agama Artis. Konyol, tapi Kita Perlu Maklum Sesekali mojok.co
Kolom

Sulitnya Menjawab dan Menanyakan Agama Teroris

31 Maret 2021
List

5 Alternatif Pertanyaan Debat Capres yang Lebih Urgen

17 Januari 2019
Esai

Mari Bertanya Hal-Hal yang Lebih Rumit dan Penting kepada Pak Ustaz

28 Maret 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Gen Z kerja di desa untuk merawat ibu. MOJOK.CO

Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

10 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living MOJOK.CO

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.