Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Dongeng Tes DNA yang Ditukar ala Negeri Sinetron

Bisa dikatakan, urgensi tes DNA ini cukup mendesak. Penting kuadrat.

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
3 Mei 2015
A A
tes dna
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Apakah diperlukan Tes DNA untuk memastikan bahwa riwayat Duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, sudah benar-benar sudah dieksekusi?

Duo Bali Nine akhirnya dieksekusi juga. Bersama enam terpidana lainnya, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran harus tersungkur di depan para eksekutor yang mengarahkan senapan tepat ke jantung mereka.

Saya tak bisa membayangkan, betapa bahagianya Zonru dan kawan-kawan begitu tahu duo Bali Nine ini akhirnya jadi dieksekusi. Sebab eksekusi duo Bali Nine adalah momen yang mungkin sangat mereka tunggu, karena pemerintah Australia dulu sempat mengancam akan membuka kecurangan Jokowi saat pemilu kalau duo Bali Nine jadi dieksekusi.

Ealah, giliran keduanya benar-benar dieksekusi, Australia ternyata diam saja. Tak ada serangan “balasan” yang cukup berarti. Australia juga tak segera mengungkap kecurangan pemilu Jokowi seperti yang dulu pernah diancamkan. Mentok cuma menarik duta besarnya. Selebihnya, ya itu tadi, tidak ada apa-apa. Kalaupun muncul reaksi keras, itu justru berasal dari masyarakat atau media Australia, bukan pemerintahannya.

Zonru cs pun galau, karena sudah di-PHP mentah-mentah sama Aussie. (Yang sabar ya, Mas Zonru.. Toni Abbot mah orangnya gitu)

Kegalauan ini kemudian melahirkan praduga. “Jangan-jangan, yang dieksekusi sebenarnya bukanlah Bali Nine, tapi orang lain…”

Hal ini kemudian memunculkan wacana baru di kalangan “kontra-Jokowi”, mereka menuntut agar foto jenazah keduanya dimunculkan ke publik. Tak cukup sampai disitu, beberepa juga meminta untuk diadakan Tes DNA, hal ini untuk meyakinkan publik bahwa yang dieksekusi memang benar-benar  Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Ini gila, tapi saya rasa, penting untuk dibahas.

Apakah diperlukan Tes DNA untuk memastikan bahwa riwayat Duo Bali Nine sudah tamat alias benar-benar sudah dieksekusi? Ini pertanyaan yang cukup krusial.

Tes DNA, untuk hal seperti ini, memang terlihat sangat wagu, sangat nyinetron. Tapi, saya rasa, sebagai negara yang sudah kadung punya chemistry kuat dengan tokoh “Amira” dalam serial Putri yang Ditukar, tes DNA agaknya memang sangat-sangat diperlukan.

Kita harus belajar dari pengalaman. Kalau bukan karena tes DNA, mungkin sampai sekarang bukan Amira yang menjadi anak Tuan Prabu Wijaya, tapi Zahira…

Jadi bisa dikatakan, urgensi tes DNA ini cukup mendesak. Penting kuadrat.

Yah, siapa tahu, yang dieksekusi oleh regu tembak tempo hari ternyata bukanlah Duo Bali Nine, melainkan Duo Pedang. Ini untuk sekadar jaga-jaga saja sih. Soalnya, Bang Ipul dan Bang Nassar masih sangat diperlukan untuk mengisi gegap-gembita blantika hiburan tanah air.

Lebih-lebih kalau yang kemarin dieksekusi itu ternyata adalah Duo Srigala, sumpah mati, saya sangat tidak rela.

Iklan

Namun, di sisi lain saya juga khawatir: nanti kalau sudah di tes DNA, dan hasilnya menunjukkan bahwa yang ditembak mati kemarin itu memang benar-benar Duo Bali Nine, mereka para penuntut pasti akan kembali menggugat tentang keaslian hasil Tes DNA tersebut. Kalau hasilnya masih sama, saya yakin, mereka akan kembali menggugat hasil tes tadi.

Ya, maklum, namanya juga negeri sinetron, apa-apa kan bisa dibikin palsu, termasuk hasil tes DNA. (Jangankan hasil tes DNA, lha wong rasa sayang saja bisa dipalsukan). Dan saya tak ingin hal ini berlarut-larut, karena nanti hasilnya pasti akan mbulet.

Jangan sampai media kita menurunkan berita berjudul “Mengetes keamanan tes yang digunakan untuk mengetes keaslian hasil tes DNA.”

BACA JUGA Hari Kesehatan Mental Sedunia yang Sepi dan ESAI lainnya.

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2021 oleh

Tags: Andrew ChanBali NineMyuran SukumaranTes DNA
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Pojokan

Hubungan Tes DNA dengan PKI ala Fadli Zon Universe

27 November 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.