Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Duo Srigala dan Hal-hal yang Menggantung

Anggar Septiadi oleh Anggar Septiadi
18 Januari 2015
A A
Duo Srigala dan Hal-hal yang Menggantung

Duo Srigala dan Hal-hal yang Menggantung

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Belakangan ini, entah mengapa, semesta kerap mendekatkan saya dengan dangdut. Pertama, meski tak dangdut-dangdut amat jika dilihat dari analisis dangdut studies derajat manapun, saya terkejut bukan alang-kepalang ketika mendengar Ridho Rhoma punya lagu moving on. Selain karena saya pernah menghitung selama sehari lagu ini pernah diputar hingga 14 kali di salah satu stasiun radio, saya tak menyangka bahwa lagu ini dinyayikan Ridho Rhoma, anak Si Raja Dangdut. Saya terkejut sebab warna suara Ridho di lagu itu jelas tidak mencerminkan seorang pewaris brewok dan bulu dada trah Irama.

Kedua, timeline fesbuk saya sering diisi beberapa meme pos-marxis. Caca Handika, orang yang saya baru tau gara-gara acaranya di stasiun televisi Si Anak Singkong dihentikan, ternyata seorang marxis kesepian. Ada pula meme mengenai Kelompok Studi Marxis Manja Grup. Nomor dua ini memang kesannya agak maksa, tapi kalau disangkut-sangkutin saling berkelindan juga kok, karena marxis… goood. Marxis…. goood. Marxis…goood.

Iklan

Nah, yang ketiga ini baru menggemparkan. Beberapa hari yang lalu, juga di timeline fesbuk, ada kawan yang menautkan video Duo Srigala. Duet dangdut yang diproduseri Andhika eks Kangen Band ini luar biasa. Saya terperangah menyaksikan video mereka. Kalau boleh berteori, menurut saya Duo Srigala bisa menandai patahan epistemologi baru dalam sub kultur dangdut vulgar. Kalau penasaran googling sendiri aja, tapi jangan bawa-bawa nama saya kalau ditanya Munkar dan Nakir.

Sejak Inul Daratista, goyang dangdut kerap disandingkan dengan erotika. Walaupun di beberapa daerah di Indonesia memang ada yang punya inovasi lebih, dengan menampilkan dangdut erotis seerotis-erotisnya, tapi buat saya Inul tetap pengubah dinamika dangdut.

Nah, jika Inul punya goyang ngebor, Duo Srigala yang beranggotakan Safitri Pamela dan Ovi Sovianti punya ciri khas goyang dribble. Konon dua tokoh kita ini punya hobi main basket, sehingga goyangannya disebut goyang dribble. Dibanding pendahulunya seperti Inul, Dewi Persik (DePe), dan Uut Permatasari, Duo Srigala jelas tak tertandingi goyangannya. Bahkan seorang Julia Perez (Jupe) sekalipun. Jupe cuma punya dua, Duo Srigala punya empat!

Di sini menariknya. Dibanding para seniornya, Duo Srigala tahu persis bagaimana mengelola alat produksi untuk dijadikan nilai tambah. Sadar suara dan tampang cekak, Mbak Safitri dan Mbak Ovi lantas memaksimalkan hal-hal yang menggantung.

Gantung-menggantung memang punya dua sisi seperti koin. Ia bisa memanfaatkan atau sebaliknya: dimanfaatkan.Jomblo-jomblo tertindas jelas punya pengalaman sebagai objek dalam urusan gantung-menggantung. Mulai dari friendzone sampai cie-ciezone. Sedangkan saya, ah saya tak tak cukup kompeten soal disiplin jomblo, sebab sudah 8 tahun saya tidak menjomblo.

Tapi tak usah berkecil hati, Mblo. Akhir-akhir ini saya juga merasa digantung, kok. Selain karena skripsi yang tak kunjung di-approve, sejak ribat-ribut pemilu, orang indonesia mana yang tidak merasa digantung? Mulai dari nama-nama terstabilo merah yang diangkat jadi menteri, kelabilan harga bahan bakar minyak, hingga yang termutakhir soal Komjen Budi Gunawan (BG).

Siapa sangka Komjen BG jadi calon tunggal untuk jabatan Kapolri? Komjen BG konon punya relasi khusus dengan Ibu Pragmatik Presiden sehingga ia perlu diberi posisi. Konon pula, selain memperbesar perut, Komjen BG juga suka memperbesar rekening hingga tak wajar. Menyadari silang-sengkarut ini, semua kalangn gerak cepat, organisasi-organisasi non-pemerintah hingga otoritas pemberantas korupsi berupaya menghalangi dengan caranya masing-masing.

Menariknya lagi, beberapa saat setelah penetapan status baru bagi Komjen BG oleh KPK, muncul asumsi bahwa penunggalan Komjen BG sebagai calon Kapolri adalah ikhtiar dribbling presiden. Presiden kita katanya punya kadar sungkan berlebihan, khususnya untuk Ibu Pragmatiknya. Makanya setelah sedikit dribbling, ia langsung melancarkanassist.

Kembali ke gantungan. Dalam hal gantung-menggantung, negara kita punya sejarah panjang. Mulai urusan menggantung hari kemerdekaan, gantung-menggantung beneran sampai gantung tustel yang dilakukan oleh ibu negara sebelumnya. Bisa jadi, presiden sekarang sekadar meneruskan tradisi gantung-menggantung itu. Terlebih, sekarang ia ikut-ikutan Duo Srigala pake dribbling segala.

Padahal saya yakin banget, untuk urusan gantung-menggantung, dan dribble, Duo Srigala jelas punya beban yang sangat berat. Pun dengan presiden, tapi beban yang ditanggung presiden kiranya jadi imbalan yang setimpal untuk joke yang tak lucu ini.

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2017 oleh

Tags: Budi GunawanDuo Srigalajokowi
Anggar Septiadi

Anggar Septiadi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Herlambang P. Wiratraman: Sebab Akibat Kekuasaan yang Antisains dan Dunia Akademik yang Memburuk di Era Jokowi

Herlambang P. Wiratraman: Sebab Akibat Kekuasaan yang Antisains dan Dunia Akademik yang Memburuk di Era Jokowi

28 Januari 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Gus Yahya dalam sambutan pembukaan Muktamar ke-35 NU: Nahdlatul Ulama harus bersinergi dengan pemerintah untuk kemaslahatan rakyat MOJOK.CO

Gus Yahya: NU Tidak Punya Jalan Lain Selain Kerja Sama dengan Pemerintah jika Ingin Hadirkan Manfaat Nyata

27 Agustus 2026
Perempuan pakai tas cantel di Kota Medan dicap centil karena tingkat kriminalitas yang tinggi. MOJOK.CO

Saya Bersaksi Kota Medan Tak Ramah Perempuan: Pakai Tas Centel Lebih “Hina” dibanding Pelaku Kriminal

27 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.