Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bom Surabaya, Meledak di Gereja Katolik Ngagel, GKI Diponegoro, dan GPPS Arjuno

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
13 Mei 2018
A A
Bom-Gereja-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bom Surabaya, meledak di tiga gereja: Gereja Katolik Santa Maria Ngagel, GKI Diponegoro, dan GPPS Arjuno.

Minggu yang cerah ini dikoyak berita duka. Bom Surabaya merusak ketenangan. Tiga bom dikabarkan meledak di tiga tempat. Semuanya menyasar gereja, dengan korban wanita dan anak-anak. Tiga bom meledak di Gereja Katolik Ngagel, GKI Diponegoro, dan GPPS Arjuno. Rusuh Mako Brimob, disusul serangan ke gereja. Duka masih enggan menyingkir dari langit Indonesia.

Bom Surabaya dimulai sekitar pukul 07.15, sebuah bom bunuh diri meledak di Gereja Katolik Ngagel. Menurut pernyataan dari Kabid Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung, bom di Ngagel, di Gereja Santa Maria Tidak Bercela, adalah bom bunuh diri. Sejauh ini, ada dua orang yang menjadi korban, salah satunya pelaku.

Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 07.59, sebuah bom kembali meledak. Kali ini terjadi di GKI Diponegoro, sebuah gereja Kristen. Tak berselang lama, sekitar pukul 08.06, bom ketiga meledak. Kali ini terjadi GPPS Arjuno, sebuah gereja Pantekosta. Duka, kemarahan, dan upaya saling menguatkan membanjiri lini masa.

Ledakan bom di tiga gereja ini seharusnya menyadarkan banyak orang bahwa perdebatan soal tagar ganti presiden, konflik di negara lain, konspirasi Mako Brimob adalah hal-hal sekunder. Ada satu hal primer yang lupa kita jaga, yaitu kemanusiaan. Bom di gereja seharusnya cukup mendiamkan ego masing-masing.

Cukup. Tiga bom Surabaya ini saja sudah cukup. Cukup, teror ini. Cukup, keberagaman di Indonesia tidak boleh menjadi bumbu kebencian. Pada titik tertentu, negara tak bisa 100 persen menjaga punggung kita. Sesama, orang-orang terdekat, orang-orang di sekeliling adalah para penjaga yang paling mujarab untuk menangkal konflik.

Saya ingin menutup tulisan sangat singkat ini dengan sebuah pengingat. Katolik bermakna sesuatu yang universal. Katolik bukan hanya soal bangunan dan bentuk fisik. Katolik adalah milik semua manusia yang berjalan di muka bumi ini.

Jadi, pelaku bom Surabaya juga orang Katolik. Mereka melukai diri sendiri yang Katolik. Melukai rasa kemanusiaan yang dihadiahkan Tuhan ketika mereka lahir. Untuk para korban, beristirahatlah dalam damai. Untuk para teroris, ini hari Minggu, ha mbok libur. Malah kerjo. Ancuk!

 

Baca juga artikel terkait TEROR BOM SURABAYA atau ulasan menarik Yamadipati Seno lainnya.

 

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2018 oleh

Tags: bom bunuh diribom surabayaGereja Katolik NgagelGKI DiponegoroGPPS Arjuno.Surabayateroris
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO
Urban

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.