Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Ragam Diskon Pilkada Serentak Itu Enggak Kreatif, Ini Alternatifnya

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
27 Juni 2018
A A
ilustrasi Cara Menguatkan Iman di Belantara Harga Diskon dan Racun Belanja Online  mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pilkada serentak Rabu 27 Juni 2018 ditetapkan sebagai hari libur nasional. Nuansa piknik dimanfaatkan dengan munculnya beragam diskon, yang tidak kreatif.

Merayakan pesta demokrasi itu banyak caranya. Yang paling penting adalah kamu yang punya hak suara untuk bergegas menuju TPS. Untuk apa? Selain nyoblos, misi mencoblos adalah pamer via media sosial. Nunjukin jari kelingking yang belepotan tinta, sebagai bukti sudah menggunakan hak pilihnya. Mesem dikit, nunjukin jari kena tinta, lalu cekrek, unggah. Ndeso.

Cara kedua untuk merayakan pesta demokrasi Pilkada serentak adalah dengan liburan. Kebetulan, beberapa hari yang lalu pemerintah menetapkan Rabu 27 Juni 2018 sebagai hari libur nasional. Sayangnya, Pilkada serentak tahun ini kurang peka.

Mbok ya besok-besok lagi kalau mau Pilkada ditentukan hari Kamis saja. Jadi, setelah nyoblos, bisa mudik lagi (kalau Pilkada digelar setelah libur Lebaran) karena long weekend. Pemerintah memang tidak peka dengan kebutuhan vakansi para PNS. Kalau pekerja kreatif macam redaktur Mojok sih ya enggak butuh libur. Kami pekerja yang tangguh.

Cara ketiga? Dengan belanja! Libur Pilkada serentak dimanfaatkan banyak tempat perbelanjaan, rumah makan, dan tempat ngopi dengan memasang diskon variatif untuk menarik konsumen. Habis nyoblos, ngopi, sambil ngrasani orang. Sungguh libur yang berfaedah.

Untuk menikmati diskon Pilkada serentak, kamu tinggal menunjukkan jari berlumuran tinta kepada kasir atau pramusaji. Salah satu gerai minum kopi yang menawarkan diskon, misalnya, adalah Coffee Toffee. Kamu yang sudah menggunakan hak pilih bisa “menukarkan” bukti jari bertinta dengan segelas long black. Promo ini hanya berlaku di Jakarta, Depok, Bogor, Surabaya, dan Malang.

Selain gerai minum kopi, beberapa tempat hiburan juga menyediakan promo diskon Pilkada serentak. Misalnya, setelah mencoblos, Anda tinggal menunjukkan jari yang dicelup tinta. Bukti itu sudah cukup untuk bisa menikmati wahana di Snow Bay dengan biaya 69 ribu per orang.

Selain Snow Bay, Atlantis juga menawarkan diskon Pilkada serentak bagi Anda yang berKTP Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Diskon yang diberikan antara lain potongan harga tiket normal 175 ribu menjadi 85 ribu saja.

Nah, ini bisa menjadi masalah bagi pemilih yang sudah didata untuk menerima KTP-E sejak lama sekali tapi belum jadi-jadi juga dan mungkin sudah dianggap imigran gelap. Piknik ke wahana? Lha mau nyoblos saja belum bisa karena KTP-E yang tiada kunjung jadi.

Nah, itulah tiga cara menikmati libur pesta demokrasi. Namun, taukah kamu kalau cara-cara itu sungguh tidak kreatif. Maksudnya, semua libur (terutama yang libur panjang) di Indonesia pasti membuat banyak gerai makanan, minuman, mall, tempat piknik seiya sekata untuk menawarkan diskon besar-besaran.

Lha itu Ramayana di Jalan Margomulyo Yogyakarta Kawasan Maliobro ada diskon sepanjang hari sepanjang tahun. Sampai-sampai kalau ada promo, para pegawainya disuruh kampanye naik motor bebek membawa poster yang dipasang di punggung. Kalau enggak salah, ada juga yang sampai membawa bendera waktu kampanye. Ini kalau Ramayana lolos presidential threshold dan punya koalisi paten pasti bakal mencalonkan wakilnya sebagai presiden atau wakil presiden.

Oleh sebab itu, Mojok Institute memahami betul keresahan kurangnya kreativitas di negara tercinta ini. Untuk urusan “diskon” di Pilkada serentak, Mojok Institute mengajukan beberapa alternatif. Simak dengan teliti ya.

1. Beasiswa LPDP bagi pencoblos atau keluarganya.

Beberapa hari yang lalu sempat ramai tagar #ShitLPDPAwardeesSay. Intinya, banyak pemenang beasiswa LPDP dan berkuliah di luar negeri yang justru berubah menjadi manusia-manusia menyebalkan. Mereka sering membandingkan kenyamanan negara lain dengan “kenyamanan” di negeri sendiri. Berbagai kalimat sindiran pun bermunculan. Misalnya:

@profatitties: “Dulu gue pas di manchester punya tray khusus buat bikin teh. Tiap pagi nyeduh english breakfast sambil chill” #ShitLPDPAwardeesSay

Iklan

@yanimbrung: “Disini tuh tertib banget, apa-apa ngantri, bersiiiih banget kotanya.” #ShitLPDPAwardeesSay

@efanferd: “Masa baru segini aja kedinginan. Dulu gw 18°c cuma kaosan.” #ShitLPDPAwardeesSay

@dimas_satyo: Pulang-pulang kosakata campuran “which is”, “basically”, “lebih prefer” #ShitLPDPAwardeesSay

Sebenarnya, inti semua ini adalah niat untuk pamer saja. Mereka merasa bangga bisa menyandang status “Part-time student, fulltime traveler”. Inilah, Inilah. Pemerintah Indonesia perlu peka dan peduli. Banyak orang yang ingin pamer status serupa karena mereka yang nyinyirin tagar #ShitLPDPAwardeesSay sebenarnya juga ingin kuliah di luar negeri. Mereka-mereka ini bukan kurang kaya, masih kuat untuk bayar kuliah di luar negeri. Sayangnya, mereka hanya kurang pintar saja, alias guoblok.

Bagi mereka yang sudah nyoblos di Pilkada serentak dan berusia matang, pemerintah bisa menyalurkan ke kampus-kampus di luar negeri. Atau jika sudah terlalu tua, silakan ajukan salah satu anggota keluarganya. Jadi, untuk 10 atau 20 tahun ke depan, makin banyak orang suka pamer di Indonesia. Indah betul.

2. Tiket pulang dan pergi ke Rusia untuk nonton Piala Dunia 2018.

Mumpung Pilkada serentak ini berbarengan dengan hajatan Piala Dunia 2018, pemerintah bisa menyediakan “diskon” bagi para pencoblos. Diskon bisa berupa tiket pulang dan pergi atau tiket masuk ke stadion beserta akomodasinya. Tentu, harus dilakukan seleksi ketat karena jumlah penerima “diskon” ini akan membludak.

Bagaimana seleksi yang ideal untuk diskon ini? Ha silakan pemerintah pikirkan sendiri. Masak apa-apa harus Mojok yang memikirkan. Kami sudah suntuk dengan real time trefik kunjungan yang hanya puluhan ribu per detik ini.

3. Subsidi bibit pohon dan ikan air tawar.

Mencoblos ketika Pilkada serentak bisa menjadi pekerjaan yang berat, terutama bagi mereka yang jauh dari tempat asal dan mereka yang malas karena merasa suara mereka hanya dibutuhkan ketika coblosan untuk kemudian dilupakan ketika si calon sudah berkuasa.

Oleh sebab itu, sebagai bentuk iming-iming supaya mereka-mereka ini mau mudik dan tidak malan mencoblos, pemerintah sebaiknya menyediakan bibit pohon dan bibit ikan air tawar. Bibit pohon yang cocok untuk investasi ada banyak. Mulai dari pohon jati, sengon, hingga pohon cabai. Ikan air tawar? Bisa pilih antara lele, nila, atau arapaima.

Jadi, pulang dari bilik coblosan, kamu akan berubah menjadi manusia baru yang tercerahkan. Dari pengangguran menjadi seorang peternak. Calon peternak ikan lele yang sukses.

Itulah tiga alternatif dari tim Mojok Institute. Saya tutup tulisan ini dengan pantun. Heeem…tapi enggak jadi. Takut enggak lucu dan digruduk followers Mojok yang galak-galak betul.

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2018 oleh

Tags: #MojokPilkadaLPDPpilkadapilkada serentak
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu
Edumojok

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO
Edumojok

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)
Edumojok

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO
Tajuk

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026
Laki-laki gaji 3 juta tidak ada harganya. Standar sukses dan mapan ala TikTok adalah gaji 30 juta MOJOK.CO

Cowok Gaji 3 Juta Tak Ada Harganya di Mata Perempuan: Cuma Cukup buat Makan Anjing, Standar Mapan Itu Gaji 30 Juta buat Dapat Pasangan

3 Maret 2026
Xiaomi POCO ternyata lebih berguna ketimbang Samsung Galaxy. MOJOK.CO

Kecewa dengan Penyakit “Kronis” Samsung Galaxy yang Habiskan Duit Berjuta-juta, Ternyata Merek “Murahan” Lebih Berguna

2 Maret 2026
Mudik ke desa naik mobil pribadi Honda Brio, niat ikuti standar sukses dan pencapaian hidup tapi tetap dihina MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Mobil Honda Brio Hasil Nabung karena Muak Dihina, Berharap Dicap Sukses Malah Makin Direndahkan

2 Maret 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Kurir Alfagift, layanan Alfamart penyelamat pekerja Jakarta

Alfagift, Penyelamat Pekerja Jakarta dari “Mati” Kelaparan karena Kelelahan dan Tak Punya Teman Makan

4 Maret 2026

Video Terbaru

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026
Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

3 Maret 2026
Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.