Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pancasila Dibumikan Lewat Instagram dan Netflix? Yang Benar Saja Pak Jokowi

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
4 Desember 2019
A A
pancasila jokowi instagram youtube netflix MOJOK.CO menkominfo johnny g plate telkom

pancasila jokowi instagram youtube netflix MOJOK.CO menkominfo johnny g plate telkom

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dear Pak Jokowi, saya nggak tahu siapa pembisik Pancasila dibumikan lewat Instagram dan Netflix. Percaya, Pak. Saran itu nggak efektif.

Pak Jokowi ingin Pancasila “dibumikan” lewat Instagram dan Netflix? Yang benar saja, Pak. Percaya saya, nggak bakal ngaruh!

Iklan

Dear Pak Jokowi. Sampai saat ini, saya masih percaya kok kalau Pancasila itu punya muatan yang baik untuk semua orang. Mana ada orang yang nggak setuju dengan “Persatuan Indonesia” dan “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Saya setuju, Pak. Soal gimana kenyataannya di Indonesia ya lain soal. Biar staf khusus kepresidenan yang mikirin.

“Ketuhanan Yang Maha Esa” saya juga setuju. Tapi saya nggak mau ngebahas sila pertama ini. Takut saya, pak Jokowi. Nggak tahu kenapa orang-orang jadi makin galak kalau ngomongin agama. Nggak kalem, blas.

Saya juga yakin orang-orang Indonesia yang menempuh pendidikan dari SD sampai kuliah sudah kenyang dengan Pancasila. Saya lho Pak Jokowi, dapat nilai bagus di pelajaran Pendidikan Pancasila. Bukan karena saya pinter, tapi ya sudah dipelajari sejak saya masih ngompol dulu. dan alhamdulillah, saya setuju penuh dengan bunyi sila-sila Pancasila.

Tapi gini, Pak Jokowi. Saya kok spektis Pancasila bisa dibumikan lewat kanal-kanal media sosial. Saya rasa itu buang-buang waktu saja.

Pak Jokowi bilang kalau Pancasila harus menjadi napas, ideologi yang melandasi tiap kebijakan. “Yang harus kita lihat, gimana membumikan, ini yang jauh lebih penting. Kita harus lihat, semua kementerian lembaga, harus jelas target utamanya itu siapa,” kata Jokowi di Istana Negara dan dikutip oleh Kumparan.

Pak Jokowi, secara khusus, menyebut “medium internalisasi” Pancasila ke anak muda harus diperhatikan betul. Keren ya istilahnya: medium internalisasi.

“Kita harus ngerti, paham, media komunikasi yang mereka gunakan itu apa. Semua harus ngerti ini, kegiatan mereka apa, konten yang mereka sukai apa. Harus teridentifikasi betul. Coba lihat lebih dalam lagi, tokoh yang mereka ikuti siapa,” kata Pak Jokowi lagi.

Dan di sini Pak Jokowi menyebut kanal-kanal perpesanan seperti WhatsApp, Telegram, Line, Kakao Talks disebut. Lalu ditambahkan Netflix, Youtube, Iflix, Instagram, Twitter, dan Facebook. Intinya adalah Pancasila harus disertakan di dalam cara-cara orang mencari kesenangan dan berbisnis.

Sekali lagi, Pak Jokowi, cara ini nggak bakal berhasil. Kenapa? Biar saya jelaskan.

Bagaimana cara menerapkan nilai-nilai Pancasila lewat Youtube? Apakah dengan “acara sela” seperti iklan yang kadang durasinya lebih panjang dari video yang mau ditonton?

Tahukah Pak Jokowi kalau banyak orang yang bakal skip iklan tanpa berpikir panjang ketika tombol itu muncul? Orang baru akan menonton iklan di video yang mereka tunggu ketika ada keterikatan antara Youtuber dan penonton.

Misalnya, karena konten yang diunggah sangat bermanfaat. Sementara itu, subscriber pembuat konten masih sedikit dan butuh pemasukan dari iklan supaya konten terus ada. Para penonton baru akan merelakan kuota mereka terbakar demi kelanjutan karya di pembutan konten. Saya kok nggak yakin kalau konten Pancasila akan ditonton sampai habis.

Banyak orang membuka Youtube untuk senang-senang. Ada yang lari ke Youtube karena jengah dengan pertengkaran di Twitter dan Instagram. Mereka ingin nonton video yang menghibur atau menambah manfaat dalam kehidupan secara langsung.

Bayangkan psikologis mereka, Pak Jokowi. Pasti capek sekali menonton konten Pancasila yang sudah mereka cecap hampir seumur hidup. Orang yang capek itu sulit untuk diajak kerja sama, Pak Jokowi.

Itu baru Youtube. Bisa lebih runyam ketika konten Pancasila masuk Netflix. Pak Jokowi, berlangganan Netflix itu cukup mahal untuk beberapa orang. Buktinya, situs penyedia streaming ilegal film masih ranum bertahan.

Pak Jokowi, kalau orang sampai mau membayar 140 ribu rupiah untuk berlangganan, masih ditambah harus bakar kuota sekian giga, mereka butuh “ketenangan hidup”, bukan iklan doktrinasi. Hayo, jangan gerah dengan kata “doktrin”. Kan artinya ‘ajaran’. Pancasila itu ajaran, bukan?

Iklan

Bagaimana cara nyata membumikan Pancasila lewat Netflix? Netflix yang resmi berbayar nggak ada iklan, Pak Jokowi. Apakah dengan bikin film pendek lalu mendaftarkannya ke Netflix?

Meskipun bisa, saya yakin nggak ada yang mau nonton. Bukan karena benci atau anti dengan Pancasila. Tapi ya eman-eman kuotanya, Pak. Sekali lagi, mereka sudah merekam soal Pancasila hampir seumur hidup.

Toh kalau Pak Jokowi memang serius membumikan Pancasila, saya kasih tau cara paling guampang. Pertama, larang dan matikan ormas-ormas yang AD/ART sudah bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Anak-anak muda zaman sekarang itu lebih melek informasi. Mereka jago mikir kritis. Bukti itu bakal bikin milenial dan Gen Z lebih percaya kalau Pancasila bisa “dibumikan”.

Kedua, Pak Jokowi matikan buzzer-buzzer yang masih liar di Twitter dan kanal media sosial lainnya. Mereka itu mengadu domba, Pak. Bahkan malah merusak citra Bapak. Mereka ancaman nyata dari sebuah sila indah yang bunyinya: “Persatuan Indonesia”.

Ketiga, wujudkan sila kelima: “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Banyak warga masih belum mendapatkan kesejahteraan seperti orang lain. Tidak rata. Dan pemerintah punya kerja di sana. Wujudkan saja, Pak Jokowi. Milenial dan Gen Z bakal lebih kuat mengimani Pancasila karena pemerintahan Bapak memberi contoh.

Selain keadilan sosial, ada juga keadilan hukum, Pak Jokowi. Apakah hukum kita sudah nggak lagi tajam ke bawah dan tumpul ke atas?

Keempat, apakah “Persatuan Indonesia” sudah betul-betul terwujud? Apakah kebebasan beribadah sudah terjamin? Orang nggak dikafir-kafirkan karena beda agama dan pandangan?

Kelima, soal sila “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Salah satu butir dari sila pertama berbunyi: “Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.” Apakah sudah begitu di Indonesia?

Saran saya itu gampang-gampang, kan, Pak Jokowi. Gimana, sudah cocok jadi staf khusus kepresidenan?

BACA JUGA 5 Selebriti yang Cocok Jadi Anggota Pemuda Pancasila atau tulisan Yamadipati Seno lainnya.

Terakhir diperbarui pada 4 Desember 2019 oleh

Tags: doktrinInstagramjokowiKafirNetflixPancasilastafsusYoutube
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Album baru ARIRANG BTS. MOJOK.CO

Sekecewanya ARMY dengan Album “ARIRANG”, Patut Diakui kalau Lagu-lagu BTS Selamatkan Hidup Banyak Orang

29 Maret 2026
2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian .MOJOK.CO

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

11 Januari 2026
ratu-ratu queens.MOJOK.CO

Ratu-Ratu Queens The Series: Ketika Empat Perempuan Membangun “Rumah” di Negeri Orang

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kenangan Honda Astrea Grand 1996 di Surabaya. MOJOK.CO

Astrea Grand 1996 Milik Bapak: Saksi Bisu Ketangguhan Orang Tua Saya, Kini Tetap Slay Menyibak Kemacetan Surabaya

27 Agustus 2026
Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.