MOJOK.CO – Bagi kaum pro masturbasi, bercinta dengan diri sendiri dianggap sebuah kemerdekaan. Namun, bagi mereka yang terikat dengan dogma agama, aktivitas main tangan ini dianggap dosa. Otomatis setelah melakukannya timbul rasa penyesalan.

Masturbasi, kamu enak, tapi jahat. Bagaimana tidak jahat? Umumnya, orang yang bersenang-senang dengan dirinya sendiri membutuhkan pemicu berupa konten pornografi. Menjadikan orang lain sebagai objek seksual tentulah tidak etis. Kalau pelakunya sampai koar-koar ke media sosial perihal nama perempuan yang dijadikan bahan fantasi liarnya, itu bisa dianggap pelecehan. Young Lex sudah membuktikannya.

Namun, untuk berhenti tidaklah mudah. Apalagi ada yang berasumsi bahwa masturbasi adalah solusi untuk menghindari zina, selain menikah. Hilangkan mindset masturbasi itu kebutuhan. Bagi yang belum mampu menikah, disarankan berpuasa (baik secara harfiah maupun makna lainnya yang berarti menahan), bukan disuruh bercinta dengan diri sendiri.

Seseorang di YouTube melalui kanalnya bernama MisterBrewok membagikan pengalamannya berhenti masturbasi. Beserta manfaat pertobatan itu yang memotivasi anak muda untuk melakukan sesuatu lebih berguna.

Tips Berhenti Masturbasi

1. Jangan sendirian di tempat sepi

Tinggal di kamar sendirian bikin seseorang kepikiran melakukan hal yang aneh-aneh. Apalagi kalau susah tidur, ambil jalan pintas agar cepat lemas.

Jika mulai merasa sepi dalam kesendirian, carilah teman yang bisa diajak melakukan aktivitas positif bersama. Supaya bisa mengingatkan dan mencegah kita berbuat yang tidak-tidak, apalagi yang iya-iya. Jangan cari teman yang maniak masturbasi seperti di film You Are the Apple of My Eye, nanti bukannya berhenti, malah “berlomba”.

Baca juga:  Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi, Pengusir Santet yang Lagi Digandrungi di YouTube

2. Bersihkan pikiran

Fenomena “minta link” adalah kanker di internet. Bahkan konten pornografi diklaim sebagai pemersatu bangsa. Ini apa lagi kalau bukan tanda generasi muda sudah darurat pikiran sehat.

Untuk membersihkan pikiran, bersihkan dulu histori di peramban. Negara melalui Kominfo sudah menggelontorkan miliaran rupiah untuk rakyatnya berhenti mengonsumsi pornografi. Maka, copotlah VPN. Biar webiste yang sudah diblokir tetap terblokir. Hapus unduhan video yang disimpan di galeri. Unfollow akun-akun “berbahaya” di media sosial.

3. Pakai teknik 69

Teknik 69 di sini bukan posisi bercinta. Yakali berhenti masturbasi dengan cara disuruh langsung foreplay dengan pasangan nonhalal.

Teknik 69 di sini adalah metode mengamalkan habit baru selama 69 hari alias 2 bulan lebih seminggu. Jika kita bisa berhenti masturbasi selama 69 hari, kita bisa dinyatakan lepas dari kebiasaan buruk tersebut.

Kalau tidak sampai 69 hari sudah jebol pertahanan dirinya, mulailah dari hari pertama. Begitu seterusnya. Sampai bisa hidup tanpa masturbasi.

Manfaat-manfaat berhenti masturbasi

Setelah lepas dari candu masturbasi, MisterBrewok pun bisa bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan sendiri. Ia bisa melakukan aktivitas produktif dan pikirannya tidak menjurus ke kamar mandi terus. Selain itu, ia bisa tampil lebih percaya diri.

Ketika menikah nanti, kamu akan menghargai pasangan dengan baik. Coba kalau kadung keracunan konten porno, ekspektasi bisa merusak realita karena fantasi berlebihan buah industri pornografi yang palsu. Apalagi kalau ketergantungan masturbasi, bisa jadi ketika sudah punya pasangan, masih saja “melakukannya sendiri” di kamar mandi.

Baca juga:  Belajar Agama Lewat Youtube Kenapa Nggak Boleh?

MisterBrewok yakin jika generasi muda bisa lepas dari jerat masturbasi, negara Indonesia bisa maju. Sebab anak mudanya fokus dengan hobi dan tujuan hidup masing-masing.

Ingatlah, dengan berhenti mengonsumsi konten pornografi dan masturbasi, kamu bisa jadi singa di forum debat dunia maya. Kalau lawan debat kalah argumen, mereka tidak bisa menyerangmu secara pribadi karena (tidak) sengaja nge-like akun bokep di Twitter.

BACA JUGA Analisis Risiko Pacaran Sejak Masa Kuliah atau artikel-artikel random lainnya di rubrik POJOKAN.



Tirto.ID
Loading...

No more articles