• 441
    Shares

MOJOK.CO Mesut Ozil menjadi pesepakbola Eropa pertama yang berbelasungkawa menggunakan Bahasa Indonesia ketika tsunami Selat Sunda terjadi.

Indonesia kembali berduka. Letusan anak Gunung Anak Krakatau menyebabkan tsunami Selat Sunda.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, fenomena tsunami Selat Sunda ini termasuk fenomena langka. Letusan Gunung Anak Kratakau ini tidak besar. Tremor terus terjadi, tapi frekuensinya tidak tinggi. Bahkan, tidak ada gempa yang memicu tsunami. Situasi inilah yang membuat sulit menentukan penyebab tsunami di awal kejadian.

Sementara itu, BNPB mencatat kerusakan akibat tsunami Selat Sunda per 23 Desember 2018 pukul 16.00 WIB tercatat 222 orang meninggal, 843 luka-luka, dan 23 orang masih hilang. Kerusakan fisik mencakup 556 unit rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, 60 warung rusak, dan 350 kapal-perahu rusak.

Mengapa bisa jatuh sedemikian banyak korban tsunami Selat Sunda? Sutopo menjelaskan bahwa saat ini, Indonesia belum memiliki sistem peringatan dini yang disebabkan longsor bawah laut dan erupsi gunung api. Saat ini, yang ada adalah peringatan diri yang dibangkitkan gempa. Sistem sudah berjalan dengan baik. Kurang dari lima menit setelah gempa, BMKG dapat merilis info ke publik.

Oleh sebab itu, ketika tsunami Sulat Sunda terjadi, tidak ada peringatan diri yang muncul. Tsunami yang tidak terdeteksi membuat masyarakat tidak punya waktu untuk evakuasi.

Tantangan bagi Indonesia ke depan adalah membangun sistem peringatan dini tsunami yang disebabkan longsor bawah laut dan erupsi gunung api mengingat 13 persen gunung api dunia ada di Indonesia. Dan, banyak dari gunung api tersebut berada di laut atau pulau kecil yang dapat menyebabkan tsunami seperti tsunami Selat Sunda.

Itulah flash news untuk pembaca Mojok…

Duka itu merambat ke seluruh dunia…

…masuk juga ke dunia sepak bola.

Terutama adalah klub-klub besar di Eropa yang langsung membuat ucapan duka cita dan keprihatinan. Real Madrid, Liverpool, dan Manchester City, misalnya. Intinya adalah mendoakan Indonesia, dan keluarga korban yang tertimpa kemalangan.

Nah, yang paling menarik perhatian justru bukan klub. Ada satu pemain, yang membuat ucapan belasungkawa dan ekspresi keprihatinan lewat Twitter menggunakan Bahasa Indonesia. Dia adalah Mesut Ozil, salah satu kapten Arsenal. Berbekal 23 juta followers di Twitter, ucapan belasungkawa Ozil menjadi fenomena.

Tentu sangat menarik, menyentuh, dan menggugah hati ketika ada pemain ternama dari Eropa yang menunjukkan ketulusan hatinya menggunakan bahasa setempat. Ekspresi Ozil tergambar dengan jelas dan ucapannya menjadi sangat menyentuh karena bisa dipahami semua pembaca dari Indonesia. Hingga pagi ini (24/12), ucapan itu sudah di-RT sebanyak 34 ribu kali dan disukai oleh 46 ribu lebih akun, termasuk saya.

Baca juga:  Naby Keita, Riyad Mahrez, Torreira, Jorginho, dan Fred: Para Debutan Liga Inggris

Namun, tentu saja, di samping unjuk ketulusan hati dan keprihatinan, ada tujuan lain yang ingin dikejar lewat twit Ozil tersebut. Ini bukan bermaksud berburuk sangka. Saya menegaskan bahwa Ozil sangat tulus. Meskipun tubuhnya penuh tato, Ozil adalah pesepakbola yang ingat dengan Tuhan dan hatinya mudah tersentuh.

Perlu kamu ketahui, di balik semua ucapan dan gimmick yang pesepakbola Eropa lakukan di media sosial, hampir semua memuat dua tujuan. Pertama adalah membangun relasi dengan fans, baik baru atau yang lama. Kedua, ada unsur bisnis di baliknya.

Asia, terutama Asia Tenggara, adalah pasar yang potensial. Ceruknya masih sangat dalam dan menjadi rebutan klub-klub Eropa. Ozil, tentu dibantu tim kreatif di belakangnya, paham betul dengan fakta ini. Oleh sebab itu, ucapan belasungkawa Ozil di Twitter pun menggunakan Bahasa Indonesia.

Hampir semua pesepakbola Eropa menggunakan jasa admin untuk mengunggah sebuah konten. Tentu sebuah konten yang sudah disetujui oleh si pemilik akun, dalam hal ini Ozil. Di balik Ozil, bukan hanya ada Arsenal, tapi juga ada sponsor, yaitu Adidas. Nilai sponsor Adidas untuk Ozil berkisar di angka 25 juta paun.

Baik Arsenal maupun Adidas, punya target pasar di Asia, khususnya Asia Tenggara. Di sinilah, ucapan belasungkawa Ozil bukan hanya sebatas unjuk ketulusan hati, tapi juga membawa misi membangun relasi dan bisnis.

Baca juga:  Tekel: Chelsea vs Manchester United Itu Disebut Big Match Karena Ada Manchester United-nya

Mark Gonnella, Direktur Komunikasi Arsenal mengungkapkan bahwa pada tahun 2016 yang lalu, Arsenal masuk tiga besar klub yang paling banyak diikuti di Asia, setelah Manchester United dan Liverpool. Pasar di Asia sangat besar, bahkan penjualan kaus klub tumbuh lebih dinamis ketimbang pasar Eropa.

Sepak bola adalah salah satu olahraga favorit, untuk tidak mengatakan “yang paling”, di Asia. Negara-negara di Asia membayar hingga 1,4 miliar dolar untuk hak siar Liga Inggris dari tahun 2013 hingga 2016. Itu dua tahun yang lalu dan kemungkinan nilainya semakin naik di tahun 2018. Arsenal sangat paham dengan besarnya potensi. Mereka membangun kantor di Cina dan Singapura, dan punya akun dengan Bahasa Mandarin, Indonesia, Jepang, dan Vietnam.

Nah, usaha-usaha klub dan sponsor untuk mendekati “calon konsumen” mereka adalah menggunakan kedekatan pemain dan suporter. Relasi yang sangat kuat, bahkan sampai ada fans yang mengkultuskan pemain, membuat klub lebih mudah masuk ke dalam kehidupan mereka. Kedekatan itu dikapitalisasi menjadi pundi-pundi uang. Tak perlu heran, tak perlu berburuk sangka, karena memang begitu adanya.

Kedekatan Ozil dan suporternya di Asia sangatlah dekat. Ketika Ozil berselisih dengan PSSI-nya Jerman dan menghadapi serangan rasisme, akun-akun di Asia terpantau menjadi yang paling aktif membela. Oleh sebab itu, ketika tsunami Selat Sunda terjadi, Ozil yang paling pertama menggunakan Bahasa Indonesia untuk menunjukkan ketulusan hatinya.

Di dalam kehidupan, satu aksi bisa membawa banyak makna. Aksi yang jernih dan tulus pun, bisa saja dibonceng dengan maksud lain yang sungguh bertolak belakang dengan makna aksi sebetulnya. Ketulusan Ozil, memuat usaha membangun relasi dan bisnis. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan klub dan sponsor yang akan menikmati “berkahnya” kelak.

  • 441
    Shares


Loading...



No more articles