Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Titik Lo Spirito Juventus: Fleksibilitas Sarri dan Kebangkitan Aaron Ramsey

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
29 September 2019
A A
Titik Lo Spirito Juventus: Fleksibilitas Sarri dan Kebangkitan Aaron Ramsey MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketika Juventus berhasil menemukan keseimbangan dari trio Dybala, Ronaldo, Ramsey, ditambah titik lo spirit Juve, Scudettto belum akan pindah tangan.

Mungkin akan lebih ideal jika saya menyematkan tanda tanya di belakang judul. Sampai pekan ke-6, Juventus boleh dikatakan belum menemukan cara bermain paling ideal dan titik mental terbaik. Maurizio Sarri masih disibukan oleh cedera pemain dan kesulitan mengintegrasikan Paulo Dybala ke dalam tim sejak pekan perdana Serie A.

Kecenderungan Sarri menggunakan skema dasar 4-3-3 memang praktis meminggirkan Dybala. Pelatih asal Italia itu lebih banyak bertumpu kepada Douglas Costa dan Juan Cuadrado. Sedikit masalah terjadi ketika bek sayap Juventus harus absen dengan alasan berbeda. Danilo cedera, sementara Alex Sandro harus kembali ke Brasil setelah ayahnya meninggal. Innalillahi….

Ditambah dengan cederanya Douglas Costa, Sarri dipaksa melakukan penyesuaian. Cuadrado digeser ke bek sayap kanan. Untuk lini depan, Sarri mengubah pendekatan dengan memainkan Dybala, Aaron Ramsey, dan Cristiano Ronaldo bersama-sama ketika melawan SPAL.

“Kami punya masalah di pos bek sayap, tetapi punya banyak gelandang serang. Tentunya akan sangat bijak jika kami bisa menggunakan semua sumber daya kami,” ucap Sarri seperti dikutip oleh usadailynews.com.

Dan itulah yang terjadi ketika Juventus melawan SPAL. Skema dasar diubah, dari 4-3-3 menjadi 4-3-2-1. Skema yang sama, yang digunakan Juve di kandang Brescia. Ronaldo berduet dengan Dybala di depan, sementara Ramsey menyokong mereka di pos #10. Orang Italia menyebutnya trequartista.

Sejak melawan Brescia, Sarri sudah terkesan dengan performa Ramsey. Di mata Sarri, mantan pemain Arsenal itu memang yang paling cocok menempati posisi “tiga perempat” atau trequartista itu.

Sebagai trivia, sejatinya, Ramsey adalah tipe pemain #8 (gelandang sentral) yang unik. Meski sering dianggap sebagai box to box, atau pemain yang tugas spesifiknya lari-larian membantu serangan dan bertahan secara seimbang, Ramsey justru semakin berbahaya ketika zona bermainnya lebih sering dekat dengan kotak penalti. Saya menyebutnya sebagai advance #8.

Mengapa begitu? Ramsey adalah salah satu pemain paling cerdas dalam urusan melihat ruang di pertahanan lawan. Pemain asal Wales itu punya kemampuan late run atau coming from behind yang berbahaya. Kemampuan ini tidak akan maksimal tanpa kemampuan reading the game dan menemukan tempo paling ideal untuk masuk ke kotak penalti. Tanpa kecerdasan, seorang pemain akan langsung menerjang ke kotak penalti ketika punya kesempatan.

Ramsey juga seorang passer yang baik. Lingkungan Arsenal era Arsene Wenger yang menekankan permainan kombinasi cepat menggunakan bola datar menjadikan Ramsey fasih bermain satu-dua sentuhan.

Kombinasi antara kecerdasan, kemampuan melihat ruang, dan teknik passing membuat pos trequartista sangat cocok Ramsey emban. Apalagi, dengan mengemban role tersebut, dia jadi lebih banyak bermain di depan. Sebuah ekosistem paling sempurna untuk kebangkitan seutuhnya bagi Ramsey.

Ekosistem yang cocok untuk Ramsey dimanfaatkan secara cerdik oleh Sarri. Meski bermain dengan skema dasar 4-3-1-2, Ronaldo dan Dybala tidak bergerak seperti layaknya striker kembar. Sarri menegaskan kalau Ronaldo bukan jenis striker yang statis. Dia akan banyak bergerak ke samping, mencari celah di antara bek tengah dan bek sayap lawan.

Sementara itu, Dybala akan menempatkan diri di antara Ronaldo dan Ramsey seperti layaknya second striker. Posisi Dybala sangat cair, dinamis, menempatkan dirinya sedemikian rupa supaya lebih mudah menerima umpan-umpan pendek dari Ramsey atau gelandang lainnya. Ketika Dybala turun ke bawah dan Ronaldo bergerak ke sisi, Ramsey yang masuk ke kotak penalti.

Fleksibilitas lini depan Juventus yang dipicu oleh cedera pemain dan kegemaran Sarri melakukan rotasi berbuah baik. Saya rasa, inilah titik di mana Juventus hampir menemukan komposisi dan cara bermain paling ideal: mengakomodasi Dybala dan Ronaldo, memaksimalkan potensi Ramsey, dan lebih stabil untuk pertahanan.

Iklan

Saya juga melihat Juventus tidak akan terlalu bersusah payah mengejar estetika cara bermain. Pola 4-3-1-2 bisa memberikan keseimbangan. Dan, bagi tim-tim di Italia, bukan estetika cara bermain yang dikejar, melainkan keseimbangan, kemenangan, dan juara. Juventus tidak sedang ikut acara kontes kecantikan, mereka sedang mencari pijakan paling mantap untuk membunuh lawan.

Mungkin, proses pencarian keseimbangan itu akan segera usia. Ketika Juventus sudah menemukan titik keseimbangan mereka, yang bisa dilakukan pesaing seperti Inter Milan hanya terus berlari. Paksa kaki-kaki Inter Milan yang mulai kebas itu untuk terus berlari. Karena hanya dengan konsisten berlari, Inter Milan bisa mengalahkan Juventus pada akhirnya di perlombaan Scudetto.

Hanya dengan memaksa diri terus berlari, Inter Milan bisa terus berharap. Terutama ketika saatnya nanti, ketika keseimbangan itu tercapai, Juventus juga menemukan titik lo spirito Juve, kondisi mental di mana mereka percaya kekalahan selalu bisa dihindari. Ketika situasi itu terjadi dan Inter Milan lengah, gelar Scudetto belum akan beralih.

BACA JUGA Potensi Kombinasi Dybala dan Ramsey Untuk Ronaldo di Juventus atau tulisan Yamadipati Seno lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: aaron ramseydybalaInter MilanJuventusramseyRonaldoSarriSerie A
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kegilaan Cinta Sejati di Napoli: Antara Sepak Bola dan Maradona MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Kegilaan Cinta Sejati di Kota Napoli: Antara Copet, Kota Bau Pesing, Sepak Bola, dan Maradona

31 Desember 2024
Mungkinkah Cristiano Ronaldo Pindah ke Liga Indonesia?
Video

Mungkinkah Cristiano Ronaldo Pindah ke Liga Indonesia?

16 Agustus 2023
Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan MOJOK.CO
Esai

Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan

13 Juni 2023
Kekecewaan Netizen Pada Kasus Fortuner Vs Brio Dan Centang Biru Berbayar
Video

Kekecewaan Netizen pada Kasus Fortuner Vs Brio dan Centang Biru Berbayar

23 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

20 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
indonesia masters 2026, badminton.MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.