Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Manchester United Memang Goblok, Sudah Tahu Medioker kok Sombong: Gini Doang nih Grup Neraka?

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
5 November 2020
A A
Manchester United Memang Goblok, Sudah Tahu Medioker kok Sombong- Gini Doang nih Grup Neraka? MOJOK.CO

Manchester United Memang Goblok, Sudah Tahu Medioker kok Sombong- Gini Doang nih Grup Neraka? MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mending Manchester United coli saja di ruangan gelap sambil membayangkan kembali masa-masa kejayaan bersama Sir Alex Ferguson.

Saya yakin kamu sering menemukan orang model beginian di media sosial: bacotnya besar, kalau ngomong seakan-akan dia paling benar, sesumbar, meremehkan, memandang rendah orang lain, padahal sebetulnya dia yang salah. Itu kalau di media sosial. Kalau di dunia sepak bola, namanya Manchester United.

Orang-orang (dan klub) seperti ini memang tidak tahu batasan dirinya. Sudah salah, tapi terus saja berteori. Sudah medioker, masih memandang rendah klub lain. Akun resmi Manchester United Indonesia, misalnya, sudah tahu kalau “kontolnya” kecil, kok mau meremehkan klub lain.

“Gini doang nih grup neraka?”

Tulis mereka di akun Twitter resmi. Niatnya mau banter, mencari perhatian fans lain yang sebetulnya fana, yang ada mereka menjadi bahan tertawaan. Menang dari PSG, finalis Liga Champions musim lalu, dan RB Leipzig, semifinalis, bikin kepala mereka meledak. Untuk kemudian kalah dari Istanbul Basaksehir.

… kalah dari ISTANBUL BASAKSEHIR!

Saya yakin, mereka yang suka sepak bola masih kenal sama Galatasaray atau Besiktas, sebagai perwakilan dari Turki di kompetisi antarklub Eropa. Tapi kalau Istanbul Basaksehir? Pasti tidak banyak yang kenal. Dan Manchester United, kalah dari klub yang namanya kayak pabrik karpet internasional ini.

Dewa sepak bola memang adil. Ketika setan sudah mulai sesumbar, mereka menghukumnya dengan cara paling memalukan: kalah dari klub juru kunci grup H Liga Champions. Lagian ada klub namanya Manchester United itu sudah aneh. Klub sepak bola ya Salernitana, lah! Itu baru satu satu level.

Semakin terlihat konyol ketika Manchester United kalah dari Arsenal! Sebuah klub yang skuatnya sangat tidak seimbang dan bahkan tidak bermain di Liga Champions musim ini! Gini doang nih grup neraka? Goblok betul, bahkan United kalah dari klub yang cuma main di Liga Malam Jumat. Kalah di kandang lagi.

Saya yakin kalau ada fans Manchester United yang membaca tulisan ini akan menyerang balik dengan argumen-argumen soal piala dan status. Mirip ketika Liverpool juara Liga Inggris setelah puasa 30 tahun, fans United menyerang mereka dengan paduan “jumlah piala”, ditambah kata “lebay” dan “nggak tahu diri”.

Padahal, masalah sebetulnya bukan di sana. Masalahnya adalah impotensi Ole Gunnar Solskjaer menerapkan idenya di atas lapangan. Fans United bilang kalau Ole itu nggak miskin taktik. Yah, boleh juga, sih mereka bilang begitu. Tapi, kalau sebatas tahu banyak taktik, kenalan saya yang kini menjabat sebagai pelatih kepala akademi PSS Sleman pun tahu banyak taktik.

Ya maaf saja, antara tahu banyak taktik dan kemampuan menerapkannya di atas lapangan itu beda urusan. Buat apa kontol besar kalau nggak bisa ngaceng? Buat apa bisa ngaceng kalau nggak bisa bikin orgasme lawan main. Mending coli saja di ruangan gelap sambil membayangkan kembali masa-masa kejayaan bersama Sir Alex Ferguson.

Pada titik tertentu, saya setuju dengan argumen Gusti Aditya, penulis Terminal Mojok, yang bilang kalau Manchester United pantas dibenci karena fans mereka mirip anak kecil. Argumen yang mereka tahu ya cuma sebatas “jumlah piala”, ditambah kata “lebay” dan “nggak tahu diri”.

Seperti anak kecil yang baru kenal ketapel, padahal teman-teman lainnya sudah main game Among Us. Niatnya mau “menyakiti” dengan kalimat gini doang nih grup neraka, untuk kemudian disadarkan kalau setan itu tempatnya di selokan paling bau dan jorok. Lagian klub kok logonya setan bawa garpu. Mau main bola atau cari makan gratisan, Bos?

Iklan

Manchester United ini jelas perlu berbenah. Selain demi nama baik sendiri, United harus tahu kalau lama-lama meledek Manchester United itu jadi pekerjaan yang semakin sulit. Saking medioker dan gobloknya, seakan-akan, tidak ada lagi ledekan yang enak untuk dipakai. Sudah kepakai semua.

Medioker, sudah. Goblok, sudah. Tidak tahu diri, juga sudah. Mau ledekan apa lagi? Tolong saya dibantu mengumpulkan makian dan ejekan yang lebih kreatif, ya. Silakan tuliskan di kolom komentar.

Tapi, yah, memang begitulah setan. Bisanya cuma menyesatkan dan merepotkan. Sudah goblok kok nggak tahu diri. Kalau goblok itu diam saja dan belajar. Setidaknya sadar diri, bahwa mereka memang tidak punya “kemaluan”. Memalukan.

BACA JUGA Manchester United Layak Dibenci Karena Fans Mereka Seperti Anak Kecil dan tulisan-tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2020 oleh

Tags: gini doang nih grup nerakaLiga Championsliga inggrisManchester UnitedMUole gunnar solksjaer
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.