Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Idul Adha dari Sepak Bola, Dari Mesut Ozil, Kevin De Bruyne, Hingga David Silva

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
22 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sepak bola, terutama sosok-sosok seperti Mesut Ozil, Kevin De Bruyne, dan David Silva rajin mengingatkan makna luhur Idul Adha di setiap akhir minggu.

Selamat menunaikan hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah. Semoga amal bakti berbagi menjadi berkah untuk semua manusia. Daging kurban bukan sembaran daging, tetap simbol niat luhur manusia untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Kata “berbagi” dan “kurban” adalah warna dominan hari raya Idul Adha.

Kata “kurban” di hari raya Idul Adha punya arti persembahan kepada Allah sebagai wujud ketaatan umat muslim kepada-Nya. Lantara berkaitan dengan aksi, kata “kurban” mengandung dua unsur penting, yaitu si pemberi dan si penerima. Tidak hanya hubungan dengan Allah, berkurban juga berkaitan dengan kebardaan sesama. Agama mengajarkan kita untuk lebih banyak memberi, daripada menerima.

Sebuah pengingat yang penting untuk kehidupan bermasyarakat. Tidak berbeda dengan sepak bola, di mana di dalamnya juga terdapat aksi “memberi” dan “menerima”. Aksi tersebut terjadi di dalam kejadian yang kita sebut sebagai gol. Sebuah aksi Idul Adha yang bisa kita jumpai setiap akhir minggu.

Konsep pemain yang memberi gol disebut asis (umpan dari rekan satu tim yang menjadi gol). Pemain yang rajin mencatatkan asis menempati posisi yang mulia di dalam timnya. Bisa jadi, ia tidak akan mendapat banyak sorotan. Semua applause dan standing ovation akan diberikan kepada pemain yang banyak mencetak gol. Namun, tanpa keberadaan si pemberi ini, para pencetak gol terbanyak tidak bakal bisa bekerja dengan mudah.

Si pemberi hidup dalam wawasan sebuah tim. Ia adalah bagian dari tim yang ia bela. Dirinya tidak menjadi tim itu sendiri, sangat jarang menonjol. Sama seperti pengertian berkurban di hari raya Idul Adha. Ia orang yang mulia dan tiga egois. Pemain (atau manusia) dengan pandangan hidup seperti ini disebut altruisme dan dalam konsep tindakan disebut atruistik.

Altruisme, yang dikonsep oleh Auguste Comte, adalah perhatikan terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memerhatikan diri sendiri. Manusia yang hidup dalam konteks altruisme atau altruistik mempunyai untuk menolong, berguna untuk sesama, dan meningkatkan kesejahteran tanpa pamrih atau mengharapkan imbalan. Moralitas altruistik tidak sekadar mengandung kemurahan hati atau belas kasihan. Nilai ini diresapi dan dijiwai oleh kesukaan memajukan sesama tanpa pamrih.

Di Liga Inggris saat ini, setidaknya ada tiga pemain yang kental dengan simbol altruisme. Mereka adalah Mesut Ozil, Kevin De Bruyne, dan David Silva.  Pemain-pemain dengan semangat Idul Adha inilah yang hidup dalam konteks altruisme. Mereka lebih bahagia dan puas ketika sudah membantu rekannya mencetak angka ketimbang membuat gol untuk pribadi.

Bahkan pernah disebut pertandingan tahun 2015 yang lalu, Mesut Ozil mendapatkan ruang yang terbuka di sisi kanan gawang lawan untuk menembak bola. Pilihan sasaran tembak ada tiga, yaitu ke tiang dekat, tiang jauh bagian atas, dan sudut bawah tiang jauh. Bahkan, jika pemain asal Jerman itu ingin mengumpan ke mulut gawang, di sana sudah belari Olivier Giroud siap menyambut.

Namun, pilihan-pilihan yang terbayang oleh manusia biasa itu tidak diambil oleh Mesut Ozil. Ia lebih memilih mencungkil bola ke seberang kotak penalti di mana Theo Walcott mengangkat tangan tanda meminta bola. Tidak terjadi gol, memang, namun dari sikap itu kita tahu bahwa semangat memberi Mesut Ozil sangat besar.

https://youtu.be/P43Iej4Maus

jika Arsenal punya sosok Mesut Ozil, Manchester City punya dua sumur kreativitas dalam diri Kevin De Bruyne dan David Silva. Musim lalu di Liga Inggris, kedua pemain ini memuncaki daftar pemberi asis terbanyak. Penurunan performa tim dan personal membuat Mesut Ozil tidak masuk dalam daftar lima besar pemberi asis terbanyak.

Ketika Pep Guardiola menangangi Manchester City, baik Kevin De Bruyne dan David Silva mengalami evolusi. Terkadang, keduanya bermain lebih dalam, lebih ke tengah. Dahulu, dua pemain ini banyak berman di dekat striker. Namun, perubahan posisi dan peran tidak membatasi keduanya. Jumlah 16 asis dan 11 untuk David Silva sudah cukup menjadi gambaran.

https://youtu.be/d9gD3VHSN_M

Iklan

Insting untuk “berkurban kesempatan” dan “membahagiakan” orang lain adalah pesan istimewa yang bisa kita sesapi dari Mesut Ozil, Kevin De Bruyne, dan David Silva. Sebagai produk sosial, terutama di tengah gencetan situasi global, manusia terkadang melupakan sisi humanisnya. Tingginya pasak egoisme dan mementingkan diri sendiri mengalahkan pijakan nurani untuk menengok kesulitan orang lain. Manusia menjadi “manusia terasing”, yang merasa kelak tidak membutuhkan sesama, bahkan jika sudah mati pun siap mengubur dirinya sendiri.

Mesut Ozil, Kevin De Bruyne, David Silva, dan sepak bola itu sendiri mengingatkan kita arti “bersedekah” dengan semangat Idul Adha. Tidak peduli agama yang kamu peluk, “berkurban” dan berani menyandang label altruisme seperti Mesut Ozil, Kevin De Bruyne, dan David Silva selalu dibenarkan dan insyaallah menjadi petunjuk pintu surga.

Selamat Idul Adha pembaca Mojok yang baik hati. Semoga niat berkurban demi sesama tidak menggelegak di kala hari raya Idul Adha saja.

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2018 oleh

Tags: berkurbandavid silvaHari Raya KurbanIdul Adhaidul adha 2018kevin de bruyneKurbanliga inggrisMesut Ozil
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Momen hari raya kurban Iduladha di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Aktual

Makna “Kurban” bagi Para Napi di Lapas Wirogunan: Memalingkan Kepentingan Pribadi demi Menjadi Pribadi Lebih Baik Lagi

6 Juni 2025
Sisi gelap kurban (Idul Adha) di desa. Orang miskin nelangsa, tapi orang kaya pesta daging MOJOK.CO
Ragam

Ironi Kurban di Desa: Saling Jegal demi Raup Keuntungan, Orang Miskin Tak Kebagian Daging sementara Orang Mampu Berpesta

6 Juni 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026
Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan dan Vita Rilis Video Klip "Rayuanmu" yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!.MOJOK.CO

Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!

9 Februari 2026
Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

9 Februari 2026
Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.