Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

Redaksi oleh Redaksi
3 Maret 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Putcast kali ini kedatangan Zen RS, Ia hadir sebagai intelektual yang secara kritis membedah kronik kekuasaan dalam sejarah politik Indonesia sekaligus menelusuri ulang warisan pemikiran Tan Malaka melalui pembacaan mendalam atas naskah Naar The Republic Indonesia.

Zen RS tidak sekedar membaca teks, melainkan merekonstruksinya dengan pendekat material yang serius, menempatkan teks, parksis politik, serta relasi kuasa kolonial dan pasca kolonial sebagai satu kesatuan yang saling menentukan.

Dari sini, Tan Malaka diposisikan bukan hanya sebagai tokoh sejarah, tetapi sebagai simpul pemikiran yang terus menerus melakukan revolusi.

Dalam diskusi Putcast ini, Zen membicarakan soal tesisi penting mengenai apa yang ia sebut sebagai otoritaruanisme efektif dalam searah politik Indonesia.

Yakni suatu pola kekuasaan yang bekerja melalui logika kedaruratan, krisi dan stabilitas semua untuk secara berulang menangguhkan hak-hak warga negara.

Logika ini menurut Zen RS, tidak hanya hidup dalam rezim otoriter klasik, tetapi juga merembes hingga praktik politik kontemporer, termasuk dalam bahasa hukum, kebijakan keamanan, dan cara negara mengelola ketakutan publik.

Dalam konteks inilah Tan Malaka menjadi relevant kembali bukan karena keberhasilannya merebut kekuasaan, melainkan kegagalannya menjadi subjek politik yang membuatnya bersih dari cacat praktis kekuasaan.

Tak sampai di situ obrolan Putcast ini juga memuat kritik tajam terhadap gerakan masyarakat sipil kontemporer yang menurut Zen Rs, kerap terjebak dalam bentuk-bentuk institusional yang melumpuhkan imajinasi politiknya sendiri.

Mulai dari kultur cancel culture hingga tabu membicarakan kemandirian ekonomi dan basis material gerakan.

Dalam kerangka ini, Tan Malaka tidak lagi dibaca sebagai figur historis semata, melainkan sebagai horizon teoretik dan etis yang terus menantang kita untuk berpikir melampaui batas-batas yang diwariskan kekuasaan.

Tags: Naar The Republic IndonesiaPutcasttan malakatokoh politik indonesia

Terpopuler Sepekan

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Penjelasan Kemendiktisaintek soal pengubahan program studi (prodi) Teknik menjadi Rekayasa MOJOK.CO

Mengubah Nomenklatur Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Apa Tujuannya?

16 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.