Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Wiji Thukul dan Kisah Getir di Balik Puisi ‘Derita Sudah Naik Seleher’

Redaksi oleh Redaksi
4 Mei 2024
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Wiji Thukul adalah nama seorang penyair asal Solo yang terlahir dengan nama asli Widji Widodo. Masa kecilnya diwarnai kesederhanaan dan kemiskinan, namun tak lantas memadamkan semangatnya untuk belajar dan berkarya. Sejak muda, Wikul telah menunjukkan jiwa pemberontaknya, menentang ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.

Kecintaan Wiji Thukul pada sastra membawanya pada dunia puisi. Puisi-puisinya sarat kritik sosial dan politik, menyuarakan penderitaan rakyat kecil dan menuntut perubahan. Ia tak hanya menulis, tapi juga aktif dalam berbagai organisasi buruh dan gerakan pro-demokrasi. Tak berlebihan jika sosok Wikul ini adalah penyair yang kata-kata dan tingkah lakunya berjalan segaris lurus.

Pada salah satu demonstrasi buruh, Wiji Thukul mengalami luka di mata kanannya akibat bentrokan dengan aparat. Luka ini menjadi ciri khasnya dan sering disebut dalam puisi-puisinya. Luka itu bukan hanya simbol fisik, tapi juga simbol perjuangannya melawan penindasan dan ketidakadilan.

Jasmerah episode kali ini bercerita mengenai sosok Wiji Thukul setelah mengikuti demonstrasi tersebut. Kita sering melihat figur Wiji Thukul dengan perban yang menutup mata kanannya. Apa peristiwa yang membuat mata kanannya terluka parah? Lantas bagaimana puisi berjudul “Derita Sudah Naik Seleher” itu lahir? Simak kisah menariknya dengan menonton video di atas.

Baca Juga:

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Tags: demo buruhjasmerahmata kanansritexwiji thukul
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara
Video

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus
Video

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah
Video

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan
Video

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak
Pos Selanjutnya
utbk uny.MOJOK.CO

Perjuangan Peserta UTBK di UNY Kerja Sambil Belajar Ujian, Ringankan Beban Ibu yang Sakit dan Bapak Tukang Bangunan

Movi Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar
Video

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga
Video

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara
Video

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno
Video

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.