Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Redaksi oleh Redaksi
16 Februari 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tradisi Dandangan di Kudus selalu identik dengan lautan manusia, jajanan legendaris, dan deretan lapak sepanjang hampir dua kilometer. Namun di balik kemeriahan itu, ada satu persoalan besar yang selama ini kerap luput dari perhatian: sampah.

Dengan jumlah pengunjung yang bisa mencapai 20.000 sampai 30.000 orang per malam, bahkan 60.000–80.000 orang saat puncak akhir pekan, potensi timbulan sampah sangat tinggi.

Jika setiap pengunjung menghasilkan rata-rata 0,2 sampai 0,3 kilogram sampah, maka dalam satu malam Dandangan bisa memproduksi sekitar 6 sampai 9 ton sampah.

Lantas pertanyaannya: bagaimana pengelolaannya?

Sistem Pengelolaan Sampah yang Lebih Terstruktur

Tahun ini, pendekatan yang dilakukan jauh lebih sistematis. Panitia menggandeng Djarum Foundation melalui program Bakti Lingkungan serta Dinas Lingkungan Hidup setempat untuk memperkuat manajemen kebersihan.

Beberapa hal yang dilakukan antara lain: menyediakan tempat sampah terpilah (organik, anorganik dan residu), penambahan tenaga kebersihan, pengangkutan sampah setelah tutup dan pelibatan 20 relawan mahasiswa untuk edukasi langsung di lapangan.

Para relawan tak hanya berdiri menjaga tempat sampah, tetapi aktif mengingatkan serta mengedukasi pengunjung untuk memilah dan menjelaskan perbedaan jenis sampah.

Edukasi ini penting karena ketersediaan tempat sampah saja tidak menjamin perilaku masyarakat berubah.

Dari Sampah Jadi Manfaat

Fokus utama pengolahan diarahkan pada sampah organik, mengingat mayoritas limbah berasal dari sisa makanan dan minuman.

Dengan pendekatan ini, Dandangan tidak hanya menjadi festival ekonomi, tetapi juga mulai bergerak menuju konsep ekonomi sirkular.

Meski sistem sudah disiapkan, tantangan terbesar tetap pada perilaku pengunjung. Banyak yang masih mencampur sampah atau membuang tidak pada tempatnya. Karena itu, keberadaan relawan dan edukasi langsung menjadi kunci.

Targetnya bukan hanya bersih selama acara, tetapi membangun kesadaran jangka panjang. Setiap tahun, grafik kepatuhan dan kesadaran masyarakat diharapkan meningkat.

Lebih dari Sekadar Festival

Reformasi Dandangan tidak hanya menyentuh aspek digitalisasi stand dan transparansi biaya, tetapi juga menyasar isu lingkungan secara serius. Dalam skala ribuan lapak dan puluhan ribu pengunjung, pengelolaan sampah bukan lagi pelengkap—melainkan kebutuhan utama.

Jika konsisten dilakukan, Dandangan berpotensi menjadi contoh bagaimana festival tradisional dapat tetap meriah, menggerakkan ekonomi rakyat, sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Iklan

Jadi benar, pembahasan tentang sampah bukan hanya ada—tetapi justru menjadi salah satu inti perubahan tahun ini.

Tags: edukasi sampahFestival Dandangan 2026kalcersokpengelolaan sampahreformasi festival Dandangan

Terpopuler Sepekan

Lulusan SMK ngaku dapat gaji 20 juta saat kerja di Sidoarjo agar orang tua tidak direndahkan karena standar sukses di desa MOJOK.CO

Lulusan SMK Ngaku Kerja Gaji 20 Juta Perbulan agar Ortu Tak Direndahkan, Tapi Masih Tak Cukup buat Ikuti Standar Sukses di Desa

12 Februari 2026
Jakarta membunuh nurani kemanusiaan MOJOK.CO

Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

16 Februari 2026
Ibu yang sudah menua sering diabaikan anak

Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya

13 Februari 2026
slow living, jawa tengah.MOJOK.CO

Omong Kosong Slow Living di Jawa Tengah: Gaji Kecil, Tanggungan Besar, Ditambah Tuntutan “Rukun” yang Bikin Boros

11 Februari 2026
Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
Tips Mengelola Gaji Jakarta yang Kelihatan Besar tapi Cuma Ilusi MOJOK.CO

Tips Mengelola Gaji Jakarta yang Kelihatan Besar, tapi Nyatanya Bisa Bikin Pusing kayak Gaji Jogja yang Tiarap Itu

12 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.