Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Redaksi oleh Redaksi
20 Januari 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Air tak selalu datang sebagai berkah yang langsung disambut sorak. Di Gendayaan sebuah wilayah yang lama akrab dengan kekeringan, air justru lebih dulu hadir sebagai rasa putus asa. Bertahun-tahun warga hidup hanya dengan keyakinan yang sama bahwa tidak ada air di daerah mereka.

Keyakinan itu begitu kuat, bercampur antara pengalaman panjang dan mitos. Maka ketika Gus Yayan dan tim bersikeras untuk melakukan survei air di gua-gua di daerah, reaksi yang muncul bukan harapan, melainkan tatapan aneh. Pekerjaan yang dilakukan di anggap sia-sia.

Namun justru dari titik itulah cerita ini bermula.

Melawan Putus Asa

Survei pertama belum memenuhi ekspektasi, Akhirnya Gus Yayan memilih melakukan survei kedua dengan tim dan perlengkapan yang lebih baik. Targetnya jelas, menemukan sumber, memastikan kelayakan dan menaikkannya ke permukaan.

Di tahap survei ini, Gus Yayan tak peduli dengan cerita mistis-mistis yang beredar. Bukan karena menafikan, melainkan agar pekerjaan tak terhalang oleh rasa takut.

“Kalau semua didengarkan sekaligus, pekerjaan ini tidak akan jalan” begitu ujarnya

Hasil survei kedua menjadi titik balik, karena jatuhnya sepatu dari salah satu tim, akhirnya Gus Yayan dan rekan-rekan menemukan air dan dinyatakan layak konsumsi.

Namun Tantangan berikutnya justru lebih berat, yaitu bagaimana menaikkannya dari kedalaman 110 meter ke atas permukaan dengan dana yang sangat terbatas.

Kerja Sama Mendatangkan Air

Pipa, pompa dan tenaga manusia dikumpulkan dari berbagai pihak mulai dari pesantren, kampus, komunitas dan masyarakat itu sendiri. Tidak ada nama investor besar, yang ada hanya keyakinan dan kerja sama.

Proses Pemasangan berhari-hari. Pas malam ketiga saat subuh datang, akhirnya air keluar. Meski tak menyembur deras, tapi terasa sangat besar. Air itu dipakai untuk wudhu pertama, disaksikan oleh warga yang memenuhi pelataran. Tangis pecah di mana-mana.

Bukan hanya warga. Tim Teknis, dosen, relawan—semuanya menangis. Air itu bukan sekedar cairan, melainkan harapan yang akhirnya kembali setelah sekian lama pergi.

Air Gua Jomblang dan Manfaat Keberlanjutan

Air Gua Jomblang resmi dimanfaat pada Desember 2019. Awalnya hanya di titik-titik strategis di empat dusun.

Namun, dengan dukungan Bakti Sosial Djarum Foundation Sistem diperkuat, hingga 2023, total 11 dusun telah terairi dengan layak.

Tak ada biaya kaku—biaya ditentukan oleh jarak dan kemampuan. Karena Air ini tidak jatuh dari langit. Ia perjuangankan dan layak untuk dihargai.

Iklan

Desa yang Tidak Ingin Ditinggal

Dulu, Gendayakan adalah desa yang ditinggal pemudanya merantau. Kini desa itu menjadi tempat pengajian, rembukan, ngopi dan melahirkan ide.

Air memang mengalir dari Gua Jomblang. Tapi sebenarnya yang naik ke permukaan adalah sesuatu yang lain: rasa percaya diri sebuah desa bahwa mereka bisa bertahan dan membangun masa depan di tanah kelahirannya.

Tags: Air Gua Jomblangcerita mistis guaGua Jomblangkalcersok

Terpopuler Sepekan

motor matic vs honda revo tangguh.MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

19 Februari 2026
Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.