Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Nasib Jadi Anak Tunggal Yatim yang Nggak Kaya Raya: Ibu Jangan Sampai Sakit

Redaksi oleh Redaksi
28 Oktober 2023
A A
Nasib Jadi Anak Tunggal Yatim yang Nggak Kaya Raya: Ibu Jangan Sampai Sakit MOJOK.CO

Ilustrasi Nasib Jadi Anak Tunggal Yatim yang Nggak Kaya Raya: Ibu Jangan Sampai Sakit. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kehidupan adalah perjalanan yang penuh warna, di mana setiap orang memiliki cerita uniknya sendiri. Saya adalah seorang anak tunggal dari keluarga yang tidak berkecukupan secara finansial. 

Meskipun berjuang dengan keterbatasan, saya saat ini berada di semester 5 kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Dalam perjalanan ini, saya telah belajar menghadapi tantangan, mengejar impian, dan membangun harapan untuk masa depan.

Anak tunggal yang kehilangan ayah saat kecil

Kisah hidup saya dimulai dari kecil, di mana kehilangan ayah menjadi langkah awal perjalanan yang penuh perjuangan. Ibu saya tercinta yang seorang penjual nasi campur, adalah satu-satunya penopang keluarga. 

Meskipun kami tidak memiliki banyak harta, ibu selalu berusaha keras untuk memastikan bahwa saya mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan, menurutnya, adalah satu-satunya warisan yang akan membuka pintu kesuksesan di masa depan.

Sejak duduk di bangku SMP, saya mulai belajar arti kemandirian dan kerja keras. Sambil menjalani pendidikan, saya juga mencari penghasilan dengan bekerja di produsen tas. Membantu tetangga berdagang sayur di pasar, bahkan sebagai kuli. Setiap keringat yang keluar dari tubuh saya membawa arti yang lebih dalam, yaitu membiayai pendidikan saya sendiri.

Namun, menempuh perjalanan kuliah adalah tantangan tersendiri. Kuliah adalah impian saya, namun, tidak memiliki beasiswa membuat saya harus memikirkan solusi kreatif untuk membiayai studi saya. Meski memiliki pengalaman kerja sejak dulu, saya menyadari bahwa saya tidak memiliki keahlian khusus di satu bidang tertentu yang dapat menghasilkan uang. Tetapi, saya tetap memutuskan untuk berusaha.

Perjalanan kuliah saya dimulai dengan tekad yang kuat. Meskipun tanpa beasiswa, saya terus berupaya menemukan peluang dan solusi untuk mendanai kuliah. Saya memanfaatkan setiap kesempatan, termasuk bekerja paruh waktu, untuk mendukung keuangan keluarga dan membiayai pendidikan saya. 

Hal ini tidak hanya memberi saya pengalaman dan ilmu baru, tetapi juga mengasah karakter dan sikap tangguh dalam menghadapi situasi sulit.

Setiap individu punya kisah berbeda, jangan menyerah!

Tantangan tidak hanya datang dari aspek keuangan, tetapi juga dari kurangnya keahlian spesifik. Saya merasa terbebani dengan ketidakpastian tentang masa depan dan iri terhadap teman-teman yang memiliki warisan dan arahan jelas untuk merencanakan hidup mereka. 

Namun, saya menyadari bahwa kisah hidup setiap individu adalah berbeda, dan saya tidak boleh membandingkan diri saya dengan orang lain.

Di tengah semua ini, saya tetap bersyukur. Saya bersyukur karena saya masih memiliki kesempatan untuk kuliah dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Kuliah membuka pintu untuk mendapatkan wawasan baru, memperluas pengetahuan, dan membuka peluang yang lebih besar. Saya bertemu dengan teman-teman yang lucu, konyol, dan cerdas, yang menginspirasi dan memotivasi saya.

Mereka mengajarkan saya arti persahabatan, tekad, dan semangat untuk berjuang mencapai impian. Saya belajar untuk tidak mudah putus asa, bahkan ketika perjalanan terasa sulit. Dengan bantuan teman-teman dan kegigihan saya sendiri, saya menemukan kekuatan untuk melangkah maju dan berusaha mencapai apa yang saya impikan.

Terkadang, saya masih merasa iri terhadap teman-teman yang memiliki segalanya lebih mudah. Namun, saya belajar untuk mengubah rasa iri itu menjadi motivasi dan inspirasi. Saya memutuskan untuk menciptakan jalan hidup saya sendiri dan membuktikan bahwa semangat dan tekad dapat melampaui segala rintangan.

Semua boleh sakit, asal jangan ibu

Saya ingin menyampaikan pesan kepada mereka yang berada dalam situasi serupa: jangan pernah menyerah. Keterbatasan adalah tantangan, bukan hambatan. Percayalah pada diri sendiri dan kegigihan Anda. Tetaplah berjuang untuk mewujudkan impian, karena di dalam diri kita terdapat kekuatan untuk mengubah masa depan.

Iklan

Melalui perjalanan hidup ini, sebagai anak tunggal saya belajar bahwa keterbatasan bukanlah batas akhir. Saya akan terus berjuang, belajar, dan berusaha mencapai impian saya. Saya yakin bahwa satu hari nanti, dengan kerja keras dan tekad yang kuat, saya akan mencapai impian saya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang saya cintai. Hidup adalah perjuangan, dan saya siap untuk menghadapinya dengan penuh semangat.

Meskipun dengan berjuang keras bisa menyebabkan kita jadi sakit, gapapa, asalkan kita masih bisa melihat senyum ibu. Kita masih muda, tubuh kita masih kuat untuk melawan rasa sakit dan bangkit lagi. Seperti kata pepatah, “Semua boleh sakit asal jangan ibu, nanti dunia berhenti.”

Muchammad Jiddan Azhar, Kelurahan Porong, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

[email protected]

BACA JUGA Aku Lelah dengan Hidupku, Aku Bingung Harus Ngapain Lagi dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 28 Oktober 2023 oleh

Tags: anakanak tunggaluneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lima Kali Alesha Operasi Mata dan Sebuah Doa yang Tak Lagi Sama MOJOK.CO
Esai

Lima Kali Alesha Operasi Mata dan Sebuah Doa yang Tak Lagi Sama

5 Januari 2026
Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
ibu di upn jogja.MOJOK.CO
Catatan

Di Trotoar Dekat UPN Jogja, Seorang Ibu Setia Menanti Anak Lelakinya yang Hilang Sejak 13 Tahun Silam

20 Maret 2024
Pekerja Jogja Pilih Tak Mau Punya Anak Demi Hidup yang Tak Miskin MOJOK.CO
Ragam

Pekerja Jogja Pilih Tak Mau Punya Anak Demi Hidup yang Tak Miskin

17 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu MOJOK.CO

Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

19 Januari 2026
Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

20 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.