Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Jangan Jadi Pengendara Ndlogok di Jalan Patuk, Gunungkidul

Redaksi oleh Redaksi
20 November 2022
A A
surat orang biasa jalan patuk gunungkidul

Surat Orang Biasa (Ilustrasi Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ruas Jalan Jogja-Wonosari, tepatnya di kawasan Bukit Bintang, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, DIY longsor belum lama ini. Longsor ini merusak hampir setengah badan jalan. Alhasil terjadi perubahan jalur dan diterapkannya sistem jalur buka-tutup di jalan utama yang menuju destinasi-destinasi wisata utama di Gunungkidul.

Kalian tahu tidak, apa yang bikin kesel? Pengendara ndlogok yang ngeblong ke lajur sebelah kanan!

Dengan sistem pembukaan jalan yang satu arah di sekitar titik longsor, mengakibatkan antrean cukup panjang di salah satu jalur. Dan itu dilakukan secara bergantian di tiap lajur.

Gambarannya, ketika lajur kiri (dari arah Jogja menuju Wonosari) pengendara bisa melintas, berarti lajur sebaliknya (dari arah Wonosari menuju Jogja) akan ditutup dan jadi jalan satu arah.

Poin yang bikin kesel-jengkel-marah adalah ketika ada pengendara yang nekat ngeblong menyerobot antrean untuk mendahului. Alhasil ya pengendara ini akan ketemu pengendara lain yang sedang melintas dan mengganggu jalannya lalu lintas di sekitar Jalan Patuk di titik longsor.

Dalam beberapa minggu terakhir, setidaknya ada dua kasus ngeblong jalur yang terjadi di lokasi. Dari dua kasus tersebut pelakunya adalah pengendara mobil. Saya tahu karena cuplikan video yang tersebar di Twitter. Kasus pertama, ada dua mobil pribadi yang menerobos lajur kanan di tengah-tengah antrean panjang, eh pas lagi asik-asiknya ngeblong malah ketemu bus pariwisata dari arah berlawanan. Udah gila kan? 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Polres Gunungkidul (@polres.gunungkidul)

Otomatis bus-nya tetap ngga mau ngalah. Lha wong itu bus-nya di lajur yang benar. Alhasil banyak yang teriak-teriak dan marah-marah ke sopir mobil tadi, dan mobil terpaksa dipukul mundur oleh bus pariwisata. Mobil harus jalan mundur. Ha…ha…ha.

Kasus kedua, hampir sama. Sopir mobil pribadi ngeblong lajur kanan. Mentok lagi sama pengendara yang lewat di depannya. Ada pengendara motor yang kesel sama mobil ini, dan parkirin motor tepat di depan mobil yang nerobos. Terjadi kekacauan saat itu. Banyak yang marah ke orang yang ada di balik kaca mobil itu.

Simpelnya, kalau kita udah di lajur yang benar ya pasti kesel dong lihat ada oknum ndlogok kaya gitu?. Peduli setan mau ada kepentingan mendadak kek, keburu-buru kek, mau jemput pasangan orang lain kek, kebelet eek kek, ngga peduli! Semua punya kepentingan dan urusannya masing-masing!

Anggap aja mas-mas petugas lalu lintas yang membuka dan menutup jalur itu sebagai lampu merah. Kalau masnya bilang berhenti, ya berhenti! Itu udah basic manner banget, lho, ya ampun! Tolong, ya, plis banget ini. Kurang-kurangin lah hobi kaya gitu. Udah bodoh di mata negara, masih ditambah bodoh di mata pengendara lain. Hmm.

Iklan

Beri Despri Pratama, 

Tepus, Gunungkidul

[email protected]

Uneg-uneg, keluh kesah, dan tanggapan untuk Surat Orang Biasa bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 20 November 2022 oleh

Tags: gunungkiduljalan rusaksurat orang biasaWonosari
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

4 Oleh-Oleh “Red Flag” Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Ulang sebagai Buah Tangan Mojok.co
Pojokan

4 Oleh-Oleh Gunungkidul yang Sebaiknya Dipertimbangkan Berkali-kali sebelum Dibeli

29 Maret 2026
Pembukaan Pameran Gelar Olah Rupa dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 di Gunungkidul MOJOK.CO
Kilas

“Kulonuwun Gunungkidul” Jadi Upaya Merawat Hubungan Sosial Lewat Olah Rupa, Bertamu Tak Sekadar Bertemu

11 Oktober 2025
Adoh Ratu Cedhak Watu jadi tema Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 di Gunungkidul MOJOK.CO
Kilas

Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025: Menyerap Etosa Budaya Gunungkidul dalam Adoh Ratu Cedhak Watu

4 Oktober 2025
Pantai Watu Kodok, Gunungkidul, Jogja. MOJOK.CO
Catatan

Jalan-jalan ke Pantai Watu Kodok Jogja Jadi Tak Menyenangkan karena “Orang yang Mencurigakan”

17 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.