Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Jadi Bungsu Sangatlah Asyuuu: Anak Lugu Penuh Haru

Redaksi oleh Redaksi
8 Januari 2024
A A
Jadi Bungsu Sangatlah Asyuuu: Anak Lugu Penuh Haru MOJOK.CO

IlustrasiJadi Bungsu Sangatlah Asyuuu: Anak Lugu Penuh Haru MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saat kita dilahirkan tentunya tidak punya pilihan untuk memilih menjadi anak sulung, anak tengah maupun menjadi anak bungsu. Soal itu memang kita tidak memiliki kuasa, anggap saja kita diberi peran ya kita harus menjalani lakon kehidupan kita dengan baik. 

Aku yang merupakan manusia yang dilahirkan menjadi anak bungsu di keluargaku. Sebenarnya aku juga ingin menjadi anak sulung ataupun tengah. Alasannya sebenarnya cukup simpel, aku udah capek dapet stereotip dari orang-orang yang menganggap bungsu itu banyak minusnya.

Anak bungsu kerap kali dikira sangat lemah dan noob dalam hal apapun. Padahal bungsu sangat keren \dengan badainya sendiri. Bungsu acapkali dianggap sebagai manusia yang manja. Nyatanya aku kerap membersamai bungsu yang malah pekerja keras dan pengertian kepada kakaknya. 

Anak bungsu akan manja jika memang waktunya. Biasanya bungsu akan manja kepada orang yang ia sayangi dan orang yang ia anggap sebagai orang yang bisa melindungi.

Setelah mendapati cerita dari orang-orang yang kutemui, aku semakin terombang ambing antara ingin membenarkan diriku agar tidak menjadi anak bungsu atau tetap saja yang benar aku yang jadi anak bungsu. 

Memang kebanyakan pasti menganggap anak bungsu adalah anak yang manja, cengeng, egois dan sifat-sifat negatif lainnya. Namun, karena aku adalah salah satu manusia bungsu dan kurang terima dengan stereotip dari orang-orang maka aku akan menjadi manusia yang berdiri tegap membela manusia-manusia bungsu hehehe

Komunitas anak bungsu

Sebelum aku membela manusia bungsu, tampaknya akan menarik jika membuat sebuah komunitas anak bungsu. Karena cukup banyak yang kudengar dari si bungsu lain, sepertinya cocok sekali jika bungsu tersakiti ini membuat komunitas yang berisikan bungsu. 

Setidaknya dalam komunitasnya para bungsu akan mendapatkan apresiasi oleh sesama bungsu, saling mendengar keluh kesah atau bahkan saling adu siapakah bungsu yang paling tersakiti.

Aku jadi memikirkan siapa ya yang bakal menjadi ketua komunitas bungsu. Apakah manusia bungsu dengan kakak yang selalu menyakiti, bungsu dengan kakak yang baik, bungsu yang jadi yatim atau piatu, atau mungkin yang lainnya yang lebih tersakiti pastinya.

Sepertinya akan sangat menarik jika benar-benar ada perkumpulan manusia bungsu. Pasti tiap tahun ada pertemuan, raker dan hal yang lucu layaknya komunitas lainnya.

Klarifikasi dari manusia bungsu

Sebagai manusia yang sudah ditakdirkan menjadi anak bungsu, aku akan mencoba untuk klarifikasi dan mengupas stereotip kebanyakan orang yang nyatanya ada salahnya. Kali ini aku tak akan mendongengkan kata kata si bungsu dikejar umur orang tua bla bla bl. 

Namun, cukup klarifikasi singkat dariku yang mewakili manusia bungsu lain yang kutemui dengan segala uneg-unegnya. Anak bungsu yang jengkel mendengar stereotip dari orang lain yang menganggap si bungsu adalah manusia paling menjengkelkan dan minuuss puuoll sifatnya.

Beberapa bungsu membenarkan bahwa menjadi terakhir yang tinggal bersama orang tua itu susah. Itu karena jadi anak yang tidak pernah dikangenin oleh orang tuanya. Tapi jika ingin bekerja ataupun berkuliah di tempat yang agak jauh pasti udah terkena pukulan kalimat oleh kakak “ntar Ayah sama Bunda sama siapa? Kamu tega ninggalin mereka?” 

Udah nih kalau dapat pertanyaan semacam itu auto nggak jadi kemana-mana dan mending di rumah saja.

Iklan

Tak sedikit yang bilang bahwa anak bungsu itu enak, tapi nyatanya cukup banyak beban dan aneka macam ekspektasi yang membuat si bungsu capek karena harus memenuhinya. Dan bagian paling menyakitkan adalah bungsu melihat orang tua masih jaya dan selalu mendukung apapun keinginan kakak. Namun, giliran si bungsu itu sendiri malah kehilangan masa jaya orang tua di saat bungsu butuh dukungan dari mereka.

Bungsu terbiasa membersamai kakak kakaknya untuk sekadar main dan berkeluh kesah. Nyatanya bungsu terpaksa harus melihat kakaknya keluar dari rumahnya karena sudah menemukan pujaan hatinya. 

Kakak yang janji membersamai anak bungsu itu bohong

Namanya juga hidup memang begitu kan alurnya, yang menjengkelkan itu diberi bumbu pemanis oleh kakak. Bahwa setelah menikah akan tetap membersamai si bungsu dan katanya kakaknya akan memberikan porsi masing-masing untuk si bungsu, istri, ibunya, dan ibu mertuanya. Hilih itu semua bohooooongggg wkwkkwk

Semua ada porsinya masing-masing. Untuk menghibur diri aku selalu meyakinkan bahwa orang yang berfikir negatif tentang bungsu adalah orang yang mengangkat derajat keluarganya dengan susah payah tetapi melihat adik bungsunya yang terlihat tidak ada beban. Mereka yang membenci bungsu adalah orang yang belum menemukan bentuk kasih sayang dari seorang bungsu. 

Dan aku kadang menguatkan diri sendiri dan sesama bungsu dengan kalimat “Kalau bukan kita yang jadi anak bungsu, siapa lagi. Tidak semua sekuat kita si manusia bungsu”

Beberapa bungsu memang anak yang direpotkan oleh keluarganya. Ada juga bungsu yang diistimewakan dibanding kakak-kakaknya. Sementara dalam kasus lain, bungsu mungkin akan ditantang oleh beberapa peran tertentu dalam keluarganya.

Sekian dan terima kasih, tabik!

Luthfi Rosyidah Grogol, Kediri [email protected]

BACA JUGA Tuhan, Mengapa Saya Terlahir Menjadi Manusia Seperti Ini? dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2024 oleh

Tags: anak bungsuuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Derita anak bungsu. MOJOK.CO
Ragam

Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah

9 Januari 2026
Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit MOJOK.CO
Uneg-uneg

Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit

10 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Derita anak punya warisan utang dari orang tua MOJOK.CO

Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

11 Maret 2026
Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika MOJOK.CO

Ini Bukan Perkara Sunni vs Syiah, PKI Belapati dengan Iran karena Senasib sebagai Negeri Anti-imperialisme Amerika

11 Maret 2026
Anak pulang ke rumah dari perantauan ditunggu, tapi justru sakiti dan beri duka karena sepelekan masakan ibu MOJOK.CO

Anak Pulang Justru Lukai Hati Ibu: Pilih Makan di Luar dan Sepelekan Masakan Ibu karena Lidah Sok Kota-Banyak Gaya

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.