Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Derita Mahasiswa Muhammadiyah Ikut PMII

Redaksi oleh Redaksi
2 September 2023
A A
Derita Mahasiswa Muhammadiyah Mengikuti Organisasi PMII MOJOK.CO

Ilustrasi Derita Mahasiswa Muhammadiyah Mengikuti Organisasi PMII

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

 Di awal perkuliahan pada tahun 2019 silam, saya menjadi mahasiswa resmi di salah satu perguruan tinggi di Purwokerto. Sebagai seorang yang memang menyukai dunia organisasi sedari SMA, saya tidak ragu untuk langsung mengikuti organisasi di tingkat perguruan tinggi. Salah satunya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). 

Saya memang sudah mengetahui bahwa PMII adalah organisasi dengan background NU. Perlu diketahui, saya adalah seorang anak yang hidup dan tumbuh di lingkungan keluarga Muhammadiyah. Saya adalah tipe orang yang selalu ingin tahu akan hal baru. Yaps, salah satunya tentang aliran satu ini (NU). 

Sejak dulu, saya mengetahui keberadaan adanya NU dan sedikit tahu tentang amaliyah-amaliyah yang biasa orang-orang NU lakukan, tanpa pernah mengikutinya. 

Mungkin saat ini adalah waktu yang pas untuk bisa mengetahui lebih banyak mengenai NU secara lebih mendalam. Namun, itu bukan satu-satunya alasan saya mengikuti organisasi PMII, ada banyak alasan mengapa saya sangat tertarik dengan organisasi satu ini.

Tidak ada penyesalan, Muhammadiyah ikut PMII

Saat ini saya sudah menyelesaikan studi saya di perguruan tinggi tersebut. Tidak ada penyesalan sama sekali setelah saya berproses di PMII selama kuliah (4 tahun). Jika di awal saya merasa minder karena berbeda dari teman-teman yang lain (yang lain memang orang NU sedangkan saya penganut Muhammadiyah), tapi sekarang saya bangga. 

Alasannya, karena dengan bergabungnya saya di PMII, pikiran saya menjadi lebih terbuka, dan saya bisa menyimpulkan bahwa NU atau pun Muhammadiyah adalah dua aliran keagamaan baik yang berlandaskan Ahlusunnah Wal Jama’ah. 

Namun, tetap saja, sebagai kader PMII yang berasal dari Muhammadiyah, banyak suka duka yang saya alami selama berproses di dalamnya. Berikut derita yang saya alami,

Karena saya Muhammadiyah, jadi bahan candaan

Pertama, ‘dibully’ karena tidak salat subuh menggunakan bacaan qunut. Seperti sudah saya ceritakan di atas, saya hidup di lingkungan Muhammadiyah, yang salah satu kebiasaannya adalah salat shubuh dengan tidak membaca bacaan qunut. 

Jika salat shubuh berjama’ah dengan teman-teman NU maka saya akan mengikutnya (membaca qunut), tetapi jika salat sendiri, saya belum mampu, karena belum mantap dan belum hafal xixi. 

Pernah suatu ketika saya salat subuh sendiri dalam suatu acara PMII, lalu ada salah satu teman saya yang sengaja mengajak temen-teman lain untuk memperhatikan salatku dengan berseru. “Liatin guys, ni anak ngga pake qunut,” sambal tertawa dan memperhatikan. 

Gurauan seperti ini memang sudah biasa dilakukan teman-teman, jadi saya pun sudah biasa memaklumi, justru akan ikut tertawa jika mereka sedang mem-bully. 

Sering mengalami cultureshock

Derita lain adalah banyak sekali culture shock yang saya alami, selama berproses di PMII. Salah satu cultureshock yang selalu saya ingat sampai sekarang adalah ketika pelaksanaan salat tarawih berjamaah dengan teman-teman PMII di rumah pergerakan. 

Saat itu adalah kali pertama saya melaksanakan salat tarawih berjamaah dengan teman-teman PMII. Mayoritas dari mereka adalah orang-orang NU. Saya terkejut dengan pelaksanaan salat tarawih yang sangat cepat. 

Hal itu membuat lutut saya nyeri karena gerakan salat yang sangat cepat dibanding dengan salat-salat tarawih yang biasa saya laksanakan. Hal ini jauh berbeda jika berjama’ah dengan orang rumah yang notabenenya Muhammadiyah. 

Iklan

Sering ditunjuk teman-teman dalam forum diskusi

Poin terakhir duka yang saya rasakan adalah seringkali menjadi bahan penunjukkan teman-teman saat forum diskusi. Terutama Ketika pembahasan soal ke-Nu-an. Pada saat pemantik memberi pertanyaan kepada audience hal yang berkaitan dengan tokoh, sejarah atau kehidupan NU, sudah pasti teman-teman akan menyebut nama saya untuk diajukan kepada pemantik. 

Hal ini sudah jelas sebagai cara mereka untuk mempermalukan saya. Alasannya karena sudah pasti mereka menganggap saya tidak bisa menjawab. 

Keluarga yang bersahabat sampai wafat

Itulah beberapa derita yang saya rasakan selama berproses bersama teman-teman PMII yang notabenenya adalah NU. Gurauan seperti itu sudah biasa merka lakukan. Meskipun saya berasal dari Muhammadiyah, mereka selalu membimbing, dan selalu menganggap bahwa siapapun yang berproses di PMII adalah keluarga yang bersahabat sampai wafat. 

Terima kasih PMII sudah mengajarkan, bahwa “yang terhebat bukanlah siapa yang paling pintar saat ini, tetapi siapa yang bisa bertahan sampai akhir “.

Umu LatifahKarangreja, Kutasari, Purbalingga [email protected]

BACA JUGA Curahan Hati Seorang Mahasiswa dari Kampus yang Kurang Terkenal di Surakarta dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2023 oleh

Tags: MuhammadiyahnuPMIIuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO
Esai

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah MOJOK.CO
Ragam

AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah

29 Januari 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO
Catatan

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan

29 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO
Kampus

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas Karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi MOJOK.CO

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi

2 Februari 2026
guru, stem, guru honorer, pns.MOJOK.CO

Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM

31 Januari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.