Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Yamaha Fazzio Hadir Bukan untuk Tandingi Honda Scoopy, tapi Vespa LX 125

Allan Maullana oleh Allan Maullana
25 Februari 2022
A A
Yamaha Fazzio Hadir Bukan untuk Tandingi Honda Scoopy, tapi Vespa LX 125 terminal mojok.co

Yamaha Fazzio Hadir Bukan untuk Tandingi Honda Scoopy, tapi Vespa LX 125 (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jagat metaverse–khususnya penikmat otomotif–digegerkan oleh kehadiran Yamaha Fazzio Hybrid-Connected. Ia adalah sosok motor yang resmi dirilis secara virtual oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pada 17 Januari 2022 lalu. Praktis, Yamaha Fazzio menjadi bahan perbincangan sekaligus perdebatan di media sosial cum lingkaran pertemanan saya, bahkan sampai terbentuk dua kubu yakni team Scoopy dan team Fazzio. Gila, gila, gilaaa~

Perkaranya, Yamaha Fazzio ini digadang-gadang akan menjadi pesaing berat Honda Scoopy. Sebetulnya, semua itu nggak lepas dari peran media yang mengabarkan kehadiran sosok si Fazzio ini. Ya, sepanjang saya berselancar, media sudah mem-framing hal tersebut. Sebelum team Scoopy dan team Fazio semakin rasis dan terjadi baku hantam sebab kecintaannya, izinkan saya menjelaskan bahwa Fazzio hadir bukan untuk menandingi Scoopy. Namun, ia hadir untuk menandingi Vespa Matic LX 125!

Honda Scoopy (Shutterstock.com)

Hal yang paling sering diperdebatkan adalah bagian kaki-kaki. Memang sih, secara spesifikasi kaki-kaki Fazzio dan Scoopy sekilas sama. Padahal, keduanya berbeda. Fazzio menggunakan pelek berukuran 12 inch dibalut dengan karet bundar berukuran 110/70-12 47L untuk depan dan belakang. Scoopy juga memakai pelek 12 inch dengan ban berukuran 100/90. Ini membuat roda Scoopy lebih membulat kayak donat jika dibandingkan dengan roda Fazzio.

Secara konstruksi, Fazzio dibangun dengan tipe rangka underbone dan body berbahan plastik, sama halnya dengan Honda Scoopy. Konstruksi yang sama ini membuat Fazzio dan Scoopy menjadi bahan perbandingan: kualitas pembuatan mana yang lebih baik di antara keduanya? Namun, kenapa, kok, Vespa LX 125 nggak ikut diperdebatkan?

Ini karena Vespa LX 125 secara keseluruhan mempunyai konstruksi body dan kaki-kaki yang berbeda dengan Fazzio maupun Scoopy. Vespa LX 125 memiliki body berbahan plat besi dengan tipe rangka monokok. Kaki–kaki Vespa LX 125 mempunyai ukuran 110/70-11 inch untuk roda depan, 120/70-10 inch untuk roda belakang. 

Salah satu hal lagi yang menjadikan Vespa LX 125 anti debat adalah kaki-kaki bagian depannya yang dibangun dengan sistem single arm, shock breaker dengan coil spring, dan tentu saja sudah rem cakram. Single arm ini memang menjadi ciri khas Vespa dari yang klasik sampai modern. Ini sangat berbeda dengan Fazzio yang masih menggunakan suspensi tipe telescopic.

Vespa LX 125 (Shutterstock.com)

Dari sektor mesin, Fazzio dibekali dapur pacu berkapasitas 124,86 cc dengan diameter piston 52,4 mm dan langkah piston 57,9 mm. Selain itu, Fazzio menjadi motor pertama di kelas 125cc yang mengusung teknologi hybrid. Melihat kapasitas dan fitur dapur pacu Fazzio, Honda Scoopy tampak jelas bukan berada di kelas ini. Ya, kita semua tahu bahwa Scoopy bermain di kelas 110cc retro.

Di kelas 125cc skuter retro, kita punya Vespa LX 125 dan Lambretta V125. Kalau Fazzio hadir untuk menandingi Lambretta V125, itu jelas nggak mungkin. Pasalnya, harga Lambretta V125 sangat terlampau jauh. Hal yang paling mungkin dilakukan oleh Fazzio adalah menggempur pertahanan Vespa LX 125. Caranya dengan desain body dan fitur yang sudah disematkan pada Fazzio.

Baca Juga:

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

Yamaha tampaknya nggak mau nanggung. Fitur si Fazzio ini buanyaaak banget. Mulai dari keyless, bagasi dengan kapasitas besar, laci dengan USB charger, headlamp yang sudah LED, dan lain-lainnya. Meski kita tahu semua itu adalah fitur yang sudah umum, pastinya Vespa LX 125 atau Honda Scoopy juga punya semua fitur-fitur tersebut.

Namun, ada satu fitur yang membuat Fazio menjadi unggul jika dibandingkan dengan Vespa LX 125, yakni speedometer yang sudah full digital dengan teknologi Communication Control Unit (CCU). Fitur ini bisa bikin si Fazzio terhubung dengan smartphone pemiliknya lewat aplikasi Y-Connect. Eitsss, Vespa juga punya fitur ini, namanya Vespa MIA. Tapi, ini baru ada di varian Vespa GTS 300 Super Tech dan Vespa Primavera edisi 75 tahun. Gokil nggak, tuh?!

Desain body Fazzio didominasi dengan bentuk oval. Mulai dari body bagian samping, lampu sign depan, lampu sign belakang, sampai lampu belakang/stop lamp. Konsep Classy Yamaha yang nggak sekadar klasik, tetapi juga berkelas, sangat terealisasi dari keseluruhan bentuk Fazzio. 

Melihat desain body belakang Fazzio yang pertama kali terlintas di ingatan saya adalah Yamaha Qbix. Bentuk Fazzio yang kotak-oval sekilas mirip dengan Qbix yang kotak-membulat. Desain Qbix yang unik itu terasa kental banget di Fazzio. Maka dari itu, saat Fazzio belum rilis dan masih menjadi bahan tebak-tebakan di media sosial, saya bisa dengan mudah tahu, wah, ini pasti Yamaha!

Yamaha Fazzio (Shutterstock.com)

Akan tetapi, saat saya melihat body bagian depannya Fazzio, terutama di bagian headlamp, bentuknya cenderung mirip Vespa LX 125. Ya, meskipun headlamp-nya Fazio juga masih ada bentuk oval, sih. Dari sisi bagian depan ini, sudah jelas, Fazzio sangat menunjukkan style ala skuter Eropa yang elegan dan berkelas. Sementara itu, desain Honda Scoopy akan menjadi terlihat berbeda kalau disejajarkan dengan Fazzio.

Fazzio dengan lekuk tubuhnya, seolah menunjukan sikap Yamaha untuk siap bersaing dengan Vespa LX 125. Bukan bersaing untuk Scoopy atau Fino yang kerap kali membuat kita tertukar–Scoopy dianggap Fino, Fino dianggap Scoopy. Mereka berdua–Scoopy dan Fino–ini udah paling cocok jadi rival sejati.

Kehadiran Yamaha Fazzio juga akan menggocek pertimbangan yang cukup pelik untuk calon pembeli. Kamu bisa memilih Fazzio Lux dengan segudang fitur dan teknologi hybrid-nya seharga Rp22.000.000 (OTR Jakarta) atau kamu bisa berpikir-pikir lagi untuk menebus Vespa LX 125 dengan angka Rp39.500.000 (OTR Jadetabek).

Vespa dengan segala heritage-nya masih terlampau kuat untuk dihajar Fazzio. Maka dari itu, kehadiran Fazzio seolah menjadi tamparan yang telak buat Honda di pasar skuter matic. Udah deh, buat kamu pecinta Scoopy nggak usah ke-trigger lagi dengan kehadiran Fazzio. Biarkan Fazzio melangkah sendiri di kelasnya dan berusaha memikat hati para pecinta Vespa matic agar berpaling ke dirinya.

Honda nggak akan pas menandingi Yahama Fazzio dengan Scoopy-nya, sekalipun Honda meng-upgrade Scoopy dengan fitur termutakhir. Pastinya, akan ada harga yang juga ikut ter-upgrade. Selanjutnya, kita tinggal menunggu pergerakan dari Honda, apakah akan mengeluarkan motor baru untuk menandingi Fazzio atau bertahan dengan Scoopy di zona aman yang sudah berjalan selama 1 dekade ini?

Penulis: Allan Maullana
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2022 oleh

Tags: Honda ScoopyMotorpilihan redaksiVespa LX 125Yamaha Fazzio
Allan Maullana

Allan Maullana

Alumni SMK Karya Guna Bhakti 1 Bekasi, jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Pemerhati otomotif khususnya Sepeda Motor. Suka baca buku dan menulis catatan di waktu luang.

ArtikelTerkait

Mengenal Bunda Maria yang Dianggap Allah oleh Kemendikbud Terminal Mojok

Mengenal Bunda Maria yang Dianggap Allah oleh Kemendikbud

27 Juli 2022
Membangun MRT di Surabaya Memang Ideal, tapi Kurang Masuk Akal Terminal Mojok

Membangun MRT di Surabaya Memang Ideal, tapi Kurang Masuk Akal

22 Agustus 2022
Kasta Tumbler Starbucks Terminal Mojok

Kasta Tumbler Starbucks

13 Desember 2022
Tribute untuk 7 Lagu Absurd yang Punya Lirik dan Vibes Nyeleneh terminal mojok.co

Tribute untuk 7 Lagu Absurd yang Punya Lirik dan Vibes Nyeleneh

5 Oktober 2021
Hal-hal yang Saya Rindukan dari Jogja dan Nggak Bisa Saya Jumpai Saat Merantau ke Kediri

267 Tahun Jogja Berdiri: Tak Usah Bermimpi Jogja Makin Sejahtera, Begini Aja Sudah Istimewa, kok Minta Sejahtera!

9 Oktober 2023
Keluh Kesah Tinggal di Kecamatan Dramaga Bogor

Keluh Kesah Tinggal di Kecamatan Dramaga Bogor

30 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.