Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Untuk Kanda HMI yang Gemar Pamer Kegoblokan dengan Mukulin Jurnalis Persma Unindra

Aly Reza oleh Aly Reza
24 Maret 2020
A A
kanda hmi

Untuk Kanda HMI yang Gemar Pamer Kegoblokan dengan Mukulin Jurnalis Persma Unindra

Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin sudah menjadi rahasia umum ya, kalau pejabat atau politisi di Indonesia dari yang tingkat makro sampai yang kelas teri macam kader-kader ormek, emang demen banget ngumbar kegoblokan kebobrokan di muka publik.

Dengan begitu, dear kawan-kawan saya para kanda HMI, harusnya nggak perlu repot-repot buat mukulin Jurnalis Persma Unindra cuma buat nunjukin siapa sebenar-benarnya kalian. Kami, orang-orang yang masih terus berusaha menjaga akal waras kami toh tahu bahwa ada semacam kesesatan dalam pola pandang kalian terhadap pengesahan Omnibus Law. Persis seperti yang diutarakan Mas Rizky Muazam—jurnalis Persma yang kalian pukuli tempo malam—dalam tulisannya.

“Cacat nalar,” begitu istilah yang digunakan kawan ngopi saya untuk menyebut kondisi kalian.

Dilansir dari Tirto, disusul dengan pemberitaan random di Instagram dan Twitter, Minggu (22/03) telah terjadi pemukulan terhadap Rizky Muazam, salah satu anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Progress Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI Jakarta oleh beberapa oknum yang terkonfirmasi adalah kader HMI Komisariat Fakultas Teknik Matematika dan IPA (FTMIPA).

Usut punya usut, nih, penyerangan tersebut ternyata merupakan reaksi dari kader HMI FTMIPA Unindra (selanjutnya kita sebut saja HMI) atas opini Mas Rizky berjudul “Sesat Berpikir Kanda HMI dalam Menyikapi Omnibus Law” yang naik di web LPM Progress sehari sebelumnya. Ah, lagi dan lagi. Tulisan dibalas dengan tulisan dong, Buosss. Kenapa? Ngga bisa ta? Gitu kalau orasi kok ya sok ngintelektuil. Basi!1!1

Emang, orang-orang dengan kecenderungan oligarkis dan totaliter takutnya justru cuma sama tulisan. Sungguh benar kata para sastrawan, kata-kata adalah senjata paling tajam untuk melawan.

Kenapa pihak HMI nggak terima dengan tulisan Mas Rizky?

Dalam tulisan itu disebut, di tengah gelombang penolakan dari berbagai elemen masyarakat terhadap wacana penerapan Omnibus Law di Indonesia, lah kok bisa-bisanya itu, loh, kakanda-kakanda kita ini mengadakan konferensi pers yang intinya turut mendorong agar Omnibus Law segera disahkan.

Baca Juga:

Hal-hal Menyebalkan yang Hanya Bisa Dipahami Mahasiswa UIN SAIZU Purwokerto

Organisasi Mahasiswa di Bangkalan Madura Tak Mungkin Melawan Oligarki, Mereka Sudah Sibuk Melawan Teman Sendiri

Ini yang saya maksud: semestinya kakanda-kakanda sekalian nggak usah lah capek-capek mukulin Mas Rizky. Untuk sekadar menyampaikan kebobrokan, hal tersebut saya kira kok terlalu buang-buang tenaga. Sebab, tanpa klarifikasi apa pun juga kami sudah bisa membaca kalau gerakan kalian itu terasa sangat janggal. Gerakan mahasiswa yang katanya pro rakyat kok malah mendukung pengesahan undang-undang ngaco tersebut. Kan udah kelihatan banget kalau ada kongkalikong di belakang layar. Kalau kata cewek saya, uhuk, itu tuh agenda setting alias gerakan pesanan.

Gampangnya, HMI di-setting atau dipesan untuk menggiring opini mengenai Omnibus Law di kalangan mahasiswa agar itu undang-undang bisa diterima. Kalau mahasiswa udah kejebak sama omong kosong tersebut, selebihnya bakal aman karena nggak mungkin ada gelombang demonstrasi yang mewakili rakyat kecil—utamanya dari pihak buruh—sebagai pihak yang sangat dirugikan.

Lebih-lebih momennya sangat pas. Kalau sudah memperoleh cukup dukungan dan seandainya undang-undang tersebut betul-betul disahkan dalam waktu dekat, yakin haqqul yaqin nggak bakal ada aksi turun jalan sebagaimana adat kita dalam merespon kebijakan hukum yang menyimpang.

Lha gimana mau turun jalan, ha wong dari pemerintah pusat sampai daerah sekarang saja sedang menggalakkan social distancing menyusul merebaknya virus Covid-19 di tanah air. Bener-bener pinter membaca peluang nih orang yang meng-order jasa HMI, khas akal bulus politisi awokwokwok~

Kalau toh pada akhirnya muncul gelombang massa yang melakukan aksi protes di halaman gedung-gedung dewan, berani jamin juga bakal segera dibubarin sama aparat. Gimana nggak begitu, dalam situasi seperti sekarang ini, memaksakan diri berkumpul dalam kerumunan bahkan bisa dicatat sebagai tindakan melawan hukum, loh.

Lantas, siapakah customer yang memanfaatkan jasa propaganda tersebut?

kembali ke tulisan Mas Rizky. Sebelum menulis opininya tentang kesesatan HMI di atas, terlebih dulu dia membaca berita berjudul “HMI Dukung DPR Sahkan Omnibus Law” yang diekspos di situs inisatifnews.com. Singkatnya, setelah ditelusuri ketemu fakta kalau portal tersebut dikelola oleh seorang bernama Masduki Baidlowi yang tak lain tak bukan merupakan Staf Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres). WOW! Tuh kan, jebul wong jero deweee.

Skema kasarnya, kalau boleh saya gambarkan kurang lebih begini: Pak Stafsus Wapres ingin memuluskan jalan pemerintah dalam rangka mengesahkan undang-undang yang bagi kami tentu jelas-jelas bermasalah. Untuk membendung arus penolakan, belio menggandeng HMI untuk mendistorsi suara dan gerakan mahasiswa. Alasannya tentu sangat fundamental: mahasiswa itu kan pembela rakyat. Kalau pembelanya udah dipasung, pada akhirnya rakyat cuma bisa meraung-raung. Lak, iya?

Ada dua kemungkinan. Pertama, skema tersebut bakal berjalan mulus. Meski nggak menutup kemungkinan adanya hambatan berupa orang-orang kritis dan peka seperti Mas Rizky. Kedua, kalau misalnya tetap mendapat penolakan, massa nggak bakal bisa berbuat lebih dari teriakan-teriakan kosong di media sosial. Demonstrasi sudah bukan menjadi solusi karena terbentur regulasi pemerintah yang membatasi ruang-ruang publik. Kalau sudah begini, berani bertaruh kalau Omnibus Law bakal memenangkan pertarungan.

Dan pada saat itu kita cuma bisa nenangin diri sendiri sambil bilang, “Nggak apa-apa, setidaknya kita telah melawan, Nak, Nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya,” hmmmm.

Dengan berakhirnya tulisan ini, ingin saya merutuki ketidakberdayaan saya sendiri dalam melawan oligarki. Dan ingin saya sampaikan, “Kakanda-kakanda sekalian, yang kalian lakukan ke kami dan Mas Rizky itu, J-A-H-A-T !

BACA JUGA Ormek Kayak HMI dan PMII yang Akurnya Cuma Lewat Ucapan “Selamat Ulang Tahun” Itu Kenapa, sih? atau tulisan  Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 November 2021 oleh

Tags: HMIomnibus laworganisasi ekstra kampus
Aly Reza

Aly Reza

Muchamad Aly Reza, kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Penulis lepas. Bisa disapa di IG: aly_reza16 atau Email: [email protected]

ArtikelTerkait

Lakon-lakon Gugat dalam Wayang, Simbol Kesetaraan dalam Keadilan terminal mojok.co

Lakon-lakon Gugat dalam Wayang, Simbol Kesetaraan dalam Keadilan

13 Oktober 2020
Curhat Seorang Fakboi yang Diputusin karena Ikut Demo terminal mojok.co RUU Ciptaker

Mengenal Ego-Resiliensi: Melawan Trauma Pasca Demonstrasi Omnibus Law

12 Oktober 2020
puan maharani dpr Pak RT mojok

4 Alasan Puan Maharani Adalah Ketua DPR RI Terbaik Sepanjang Sejarah

7 Oktober 2020
Bersama Ardhito Pramono Gagalkan Omnibus Law

Bersama Ardhito Pramono Gagalkan Omnibus Law

11 Maret 2020
Citra Kritis HMI Memudar, Kini Fokus Mengejar Kekuasaan

Citra Kritis HMI Memudar, Kini Fokus Mengejar Kekuasaan

9 Januari 2024
Akbar Faisal Profesi PNS Adalah Kebanggaan Orang Tua yang Masih Abadi terminal mojok.co

Omnibus Law Bikin HRD Bakal Tambah Repot

13 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
Penilai Properti: Profesi "Sakti" di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

Penilai Properti: Profesi “Sakti” di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

31 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab, Tidak Mengeluarkan Aura Brengsek seperti Fortuner dan Pajero
  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.