Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
25 Januari 2026
A A
Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih (Dokumentasi Universitas Terbuka)

Share on FacebookShare on Twitter

Universitas Terbuka adalah kesempatan kedua yang datang buat kalian yang mau berusaha, sebab mimpi begitu berharga untuk dibiarkan mati

Terkadang, kita bermimpi saat tidur. Anehnya, ketika bangun, kita lupa apa yang tadi kita mimpikan. Kalau pun ingat, mungkin hanya potongan kecil, atau rasanya saja. Entah itu takutnya, sedihnya, ataupun bahagianya. Bahkan, sekalipun mencoba tidur lagi agar bisa melanjutkan mimpi yang sama, belum tentu ia mau datang kembali.

Lain cerita ketika kita bermimpi dengan mata terbuka. Mimpi itu biasanya jauh lebih jelas: ingin kuliah, ingin jadi sarjana, ingin hidup sedikit lebih baik dari hari ini, dan seterusnya. Sayangnya, meskipun mimpinya jelas, tapi seringkali impian tersebut harus berhenti di tengah jalan. Bisa karena biaya, waktu, tanggung jawab, ataupun tuntutan hidup.

Namun, tidak seperti mimpi saat tidur yang susah untuk dibangun ulang, impian di dunia nyata selalu punya kesempatan kedua. Yaitu, kesempatan untuk diwujudkan. Seperti Universitas Terbuka (UT) yang menjadi kesempatan kedua bagi mereka yang penuh keterbatasan.

Pernah ada di titik Itu

Jujur saja, saya pernah berada di titik di mana kuliah terasa seperti hal yang tidak mungkin. Padahal sebelumnya, sama seperti orang pada umumnya, saya punya keinginan untuk kuliah. Ingin merasakan nge-kost, ingin ke kampus pakai baju bebas, ingin pakai toga, dsb. Tapi karena faktor ekonomi, perlahan mimpi itu terkubur. Saya mulai berdamai dengan keadaan sambil meyakinkan diri bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk kuliah. Bahwa bekerja dan bertahan hidup bagi orang seperti saya saja sudah termasuk anugerah.

Ternyata saya salah. Kesempatan kedua itu nyata adanya.

Berawal dari saya menemukan informasi tentang Universitas Terbuka, sebuah kampus negeri yang tidak menanyakan usia, tidak menghakimi latar belakang, serta tidak mempersoalkan mengapa seseorang baru ingin kuliah sekarang. Yang lebih penting, biayanya terjangkau dan waktunya fleksibel. Saat itu, rasanya seperti menemukan jalan setapak yang dulu tidak pernah saya lihat. Sungguh menggembirakan dan melegakan rasanya.

BACA JUGA: Kuliah Bukan Perlombaan Lulus Tepat Waktu, Universitas Terbuka (UT) Justru Mengajarkan Saya Lulus Tepat Tujuan

Baca Juga:

Universitas Terbuka, kampus negeri yang UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswa pula!

Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja

Universitas Terbuka bukan jalan pintas

Saya yakin, saya bukan satu-satunya orang yang merasa seperti menemukan kesempatan kedua bersama Universitas Terbuka. Tentu saja kesempatan untuk kembali berjuang, ya, karena UT bukanlah jalan pintas. Kalau jalan pintas, tentu tidak mungkin UT memiliki sistem yang jelas.

Nyatanya, UT telah memiliki sertifikat bertaraf nasional dan internasional. Bukan hanya itu saja, banyaknya penghargaan yang diraih oleh institusi ataupun mahasiswa UT juga semakin mengokohkan posisi UT sebagai kampus negeri yang bergengsi. Bukan kampus abal-abal yang mahasiswanya cukup daftar, bayar lalu tau-tau wisuda.

Memang, beberapa kali ada berita tentang kampus abal-abal yang mengeluarkan ijazah palsu untuk mahasiswanya. Tapi, Universitas Terbuka tidak begitu. Untuk bisa lulus dari UT, mahasiswa  harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti lulus semua mata kuliah yang dipersyaratkan (tanpa nilai E), lulus Tugas Akhir Program (TAP) dengan nilai minimal C, memenuhi IPK minimal, dsb.

BACA JUGA: Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

Kuliah bukan soal awal yang bagus

Dipikir-pikir, kebanyakan dari kita memang kerap terjebak pada obsesi tentang awal yang bagus. Termasuk, dalam hal kuliah. Bahwa, kuliah yang benar itu ya harus dimulai tepat setelah lulus SMA, di usia yang ideal, dan kalau bisa, di kampus yang namanya masuk peringkat 10 besar. Padahal, kalau kita mau berpikir dengan jernih, kuliah itu sejatinya bukan tentang seberapa mentereng titik berangkatnya, melainkan tentang akhir yang kita perjuangkan.

Sudah cukup banyak cerita euforia mahasiswa baru yang terdengar gagah di awal, tapi pelan-pelan redup di tengah jalan. Awalnya rajin masuk kelas, semangat ikut orientasi, bangga mengenakan almamater. Lalu keteteran ketika bertemu dengan realita tentang biaya yang tak terkejar, tuntutan keluarga, pekerjaan yang tak bisa ditinggal, dsb.

Bukankah masih jauh lebih baik jika kita kalah start dengan yang lain soal kuliah, tapi bisa bertahan hingga akhir cerita? Toh, tidak ada istilah terlambat untuk memulai kuliah. Jadi, ya, kenapa harus ragu? Kesempatan kedua akan selalu datang pada mereka yang percaya. Dan Universitas Terbuka, akan menyambutnya dengan tangan terbuka.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Orang Paling Celaka di Dunia Ini Adalah yang Masih Menganggap Universitas Terbuka Kampus Buangan padahal Justru Terlalu Maju untuk Zaman Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2026 oleh

Tags: alumni Universitas Terbukacara daftar universitas terbukatogauniversitas terbukawisuda
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Mbak Nana, Tagar #WisudaLDR2020 Itu Bukannya Nyemangatin Malah Bikin Sedih Rasanya Patah Hati Melihat Teman Sendiri Sudah Wisuda

Mbak Nana, Tagar #WisudaLDR2020 Itu Bukannya Nyemangatin Malah Bikin Sedih

8 Juni 2020
Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

21 Oktober 2023
Rahasia Lulus Cepat dari Universitas Terbuka

Siapa Bilang Lulusan Universitas Terbuka Nggak Bisa Jadi PNS? Mitos!

22 Juni 2023
6 Kebohongan tentang Universitas Terbuka (UT) yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

Surat Terbuka untuk Rektor Universitas Terbuka: Basmi Pungli di Kampus Kita!

12 April 2023
Mahasiswa UT Berjuang dalam Senyap: Kuliah Nggak Pakai Story, Wisuda Nggak Perlu Mewah, yang Penting Masa Depan Cerah

Mahasiswa UT Berjuang dalam Senyap: Kuliah Nggak Pakai Story, Wisuda Nggak Perlu Mewah, yang Penting Masa Depan Cerah

21 Januari 2026
UT universitas terbuka mahasiswa cerita dinamika ipk jelek drop out syarat masuk gimana cara mendaftar mojok

Pengalaman Saya Kuliah di UT, Kampus Fleksibel buat Ibu Rumah Tangga

12 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

In this economy, cuma Point Coffee yang masih masuk akal untuk dibeli karena promonya bejibun

26 Juli 2026
Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian Mojok.co

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

25 Juli 2026
3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal Mojok.co

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

26 Juli 2026
Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu Mojok.co

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

26 Juli 2026
Tempe mendol yang endul gusur bakso Malang dari hati saya (Wikimedia Commons)

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

26 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.