Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

Faris Firdaus Alkautsar oleh Faris Firdaus Alkautsar
20 Januari 2026
A A
Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup (Dokumentasi Universitas Terbuka)

Share on FacebookShare on Twitter

Di Universitas Terbuka (UT), kelulusan sering kali tidak dimaknai sebagai ajang pamer, melainkan sebagai satu tahap penting untuk bertahan hidup…

Kelulusan sering dianggap sebagai momen paling membahagiakan dalam hidup mahasiswa. Ada toga, bunga, keluarga datang, lalu foto-foto dipamerkan di Instagram, masuk Reels, lanjut ke TikTok. Wisuda jadi semacam panggung kecil untuk merayakan keberhasilan, sekaligus bukti bahwa perjuangan selama kuliah akhirnya berbuah manis.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi tidak semua orang bisa, atau mau, merayakan kelulusan dengan cara seperti itu. Di Universitas Terbuka (UT), kelulusan sering kali tidak dimaknai sebagai ajang pamer, melainkan sebagai satu tahap penting untuk bertahan hidup. UT bukan sekadar tempat “mencari jati diri”, tapi tempat orang mencoba lulus dengan meraih gelar sarjana demi mempertahankan hidup, pekerjaan, dan masa depan yang lebih baik.

Baca juga: Saya Sakit Hati Mahasiswa Universitas Terbuka Dituduh Cuma Kejar Gelar, Nyatanya Kami Sungguh-sungguh Belajar.

Proses kelulusan mahasiswa UT yang mendebarkan

Setelah dinyatakan lulus, mahasiswa UT sebenarnya punya beberapa opsi untuk mengambil ijazah: ikut wisuda di UT Pusat, mengikuti wisuda UT Daerah, atau mengambil ijazah langsung di UT Daerah setelah pelaksanaan wisuda. Secara administratif, semua sah dan legal. Tapi dalam praktiknya, ikut wisuda bukan perkara sederhana.

Selain mengorbankan waktu, tentunya proses wisuda itu tentunya mengorbankan biaya. Untuk program diploma dan sarjana, biayanya sekitar Rp750 ribu. Untuk pascasarjana, bisa sampai Rp1 juta. Angka itu mungkin tidak terasa besar bagi sebagian orang, tapi bagi mahasiswa UT yang sebagian besar sudah bekerja dan punya tanggungan keluarga, uang segitu bukan hal remeh.

Tak heran kalau banyak yang memilih tidak ikut wisuda. Bukan karena tidak bangga, tapi karena ada prioritas lain yang lebih mendesak. Misalnya bayar kontrakan, cicilan motor, uang sekolah anak, atau sekadar menutup kebutuhan hidup bulan itu. Toga bisa ditunda, tapi dapur tidak bisa.

Mahasiswa UT memang didominasi oleh mereka yang sudah lebih dulu terjun ke dunia kerja. Banyak yang kuliah sambil jadi karyawan, guru honorer, tenaga administrasi, bahkan ASN. Ada survei yang menyebutkan sebanyak 75% mahasiswa UT sudah bekerja sebelum kuliah. Artinya, kampus ini bukan sekedar tempat orang “mencari jati diri dan mencoba-coba hidup”, tapi tempat orang memperbaiki hidup yang sudah berjalan.

Baca Juga:

Universitas Terbuka, kampus negeri yang UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswa pula!

Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja

Di sesi tuton (tutorial online) saya merasakan sendiri ada beberapa kawan seperjuangan yang mengalami struggle baru bisa belajar setelah bekerja, ada yang hanya bisa mengejar perkuliahan di weekend setelah mengurus kerjaan dan keluarga, bahkan ada yang baru belajar mendekati UAS dengan target yang penting nggak mengulang mata kuliah.

Gelar untuk bertahan hidup

Jika di kampus negeri lain bangku kuliah adalah tiket untuk mendapatkan pekerjaan pertama. Maka gelar sarjana dari Universitas Terbuka (UT) bagi para mahasiswanya yang sudah bekerja adalah tiket untuk kesempatan bekerja yang lebih baik demi menaikkan taraf hidup.

Karena itu pula, bagi sebagian mahasiswa UT, yang penting bukan pengalaman wisuda, tapi ijazahnya. Asli. Bisa dipakai buat daftar kerja, naik jabatan, atau ikut seleksi tertentu.

Saya punya teman di jurusan Manajemen yang bekerja di salah satu BUMN. Sejak awal kuliah targetnya sederhana: lulus tepat waktu, IP aman, lalu pindah dari bagian lapangan ke bagian kantor. Ada juga guru honorer yang kuliah di UT supaya bisa memenuhi syarat ikut seleksi PPPK atau PPG. 

Di sisi lain, ada ASN yang mengejar alih jenjang dari golongan dua ke golongan tiga. Bagi mereka, gelar bukan sekadar titel di belakang nama, tapi tiket untuk bertahan di sistem yang mensyaratkan ijazah sebagai pintu naik kelas.

Baca juga: Kuliah di Universitas Terbuka Adalah Jalan Termudah Meraih Promosi dan Pendidikan Tinggi untuk Pekerja, Nggak Ada Ruginya!

Di titik ini, Universitas Terbuka terasa berbeda dari banyak kampus negeri lain. Kalau kampus reguler sering diposisikan sebagai tempat membentuk fresh graduate yang “siap pakai”, UT justru lebih mirip tempat sertifikasi bagi mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia kerja. 

Mahasiswanya tidak sedang belajar hidup, tapi sedang menyesuaikan diri agar tetap bisa hidup di tengah tuntutan administratif negara dan pasar kerja. Bukan berarti perjuangan mereka lebih mulia, tapi jelas berbeda.

Kelulusan tidak mengubah hidup secara instan, tapi setidaknya memberi satu alat tambahan untuk bertahan sedikit lebih lama dan, semoga, sedikit lebih baik.

Proses tersendiri yang tak menyendiri

Di UT, toga mungkin tidak selalu jadi simbol kemenangan. Kadang, yang paling penting justru selembar ijazah yang bisa dilaminating dan disimpan rapi di map cokelat. Bukan untuk dipajang di dinding, tapi untuk dibawa saat melamar pekerjaan yang lebih mapan dan nyaman atau mengurus kenaikan pangkat.

Dan di situlah letak kejujuran cerita mahasiswa UT. Banyak yang lulus dari kampus ini bukan untuk pamer, tapi untuk bertahan hidup.

Penulis: Faris Firdaus Alkautsar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Ibu Rumah Tangga dan Ojol juga Berhak untuk Kuliah, Universitas Terbuka Menerima Tanpa Batasan Apa pun!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2026 oleh

Tags: kuliah di Universitas Terbukakuliah Universitas Terbukamahasiswa universitas terbukauniversitas terbukaut
Faris Firdaus Alkautsar

Faris Firdaus Alkautsar

Mahasiswa Akuntansi Universitas Terbuka. Punya motto hidup "walau berjalan di atas bumi, ingatlah bahwa kita hidup di bawah langit".

ArtikelTerkait

Universitas Terbuka (UT): Kampus yang Nggak Ribet, tapi Berani Tampil Beda

Universitas Terbuka (UT): Kampus yang Nggak Ribet, tapi Berani Tampil Beda

26 Desember 2025
Sedaring-daringnya Universitas Terbuka, Doi Tetap Punya Gedung (Unsplash)

Sedaring-daringnya Universitas Terbuka, Doi Tetap Punya Gedung. Gede Lagi!

4 Oktober 2024
Universitas Terbuka Kampus Ngenes karena Selalu Diremehkan (Unsplash) kuliah di UT

Universitas Terbuka: Takdir Menyedihkan dari Sebuah Kampus yang Selalu Diremehkan

24 September 2023
Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok

Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok

6 Juli 2023
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Kuliah di UT Itu (Kadang) Menyebalkan: Penuh Singkatan, Modulnya Bikin Mual, Plus Daftar Wisuda Serasa War Tiket Konser!

14 Juni 2025
karya fiksi UT kuliah ekonomi kuliah sastra kuliah online mahasiswa s-1 dan s-2 Sebagai Penulis, Saya Sering Disangka Romantis dan Bisa Menjadi Sekretaris kuliah online

4 Perbedaan UT dengan Universitas Lain

23 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebodohan konsumen Indomaret yang merusak kenyamanan belanja (Unsplash)

Akulah pelanggan Indomaret yang resah itu gara-gara konsumen nggak ada akhlak yang merusak kenyamanan belanja

17 Juli 2026
Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

18 Juli 2026
Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

20 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026
Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.