Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

UMR Banjarnegara Terendah di Indonesia Cuma Rp2,1 Juta, Mustahil buat Hidup Sebulan!

Iqbal AR oleh Iqbal AR
1 Juni 2025
A A
UMR Banjarnegara Terendah di Indonesia Cuma Rp2,1 Juta, Mustahil buat Hidup Sebulan

UMR Banjarnegara Terendah di Indonesia Cuma Rp2,1 Juta, Mustahil buat Hidup Sebulan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mustahil banget bisa bertahan hidup dengan UMR Banjarnegara. Belum habis bulannya dompet udah tiris duluan.

Sebelum tulisan ini saya mulai, mari kita singkirkan sejenak kata-kata semacam “nrimo, nriman, nrimo ing pandum”, dan sebagainya. Sebab jika kata-kata di atas nggak disingkirkan dulu, tulisan ini nggak akan ada artinya. Sepakat? Oke, mari kita mulai.

ADVERTISEMENT

Jika bicara UMR rendah, kita selalu mengaitkannya dengan Jogja. Nggak salah memang, sebab Jogja (seluruh kota dan kabupaten di DIY) hanya berkisar di angka Rp2,2 juta-Rp2,6 juta. Rendahnya UMR di Jogja ini juga kerap jadi candaan, jadi senjata kritik, bahkan jadi materi self-deprecating bagi warganya. Udah mah biaya hidup di Jogja makin mahal, UMR-nya segitu-segitu aja. Kasihan.

Namun Jogja bukanlah daerah dengan UMR terendah. Jika di atas langit masih ada langit, maka di bawah Jogja masih ada Banjarnegara. Iya, Banjarnegara adalah kabupaten dengan UMR terendah, tidak hanya di Jawa Tengah, bahkan terendah di Indonesia. Semacam combo, Jawa Tengah juga jadi provinsi dengan UMR terendah di Indonesia. Per tahun 2025, UMR Banjarnegara ini hanya Rp2.170.475,32.

Nggak. Kalian nggak salah dengar. UMR-nya memang hanya segitu, memang sedikit. Harga tanah di Kota Batu per meternya saja masih lebih mahal dari UMR Banjarnegara. Bahkan harga Macbook Pro 2015 bekas saja juga masih lebih mahal dari UMR Banjarnegara. Lalu sekarang pertanyaannya, bagaimana orang Banjarnegara bisa bertahan hidup dengan UMR serendah itu? Pasti sulit, bukan?

Membayangkan hidup di Banjarnegara dengan UMR minim

Selama ini, saya hanya pernah sekali mengunjungi Banjarnegara. Itu pun hanya sehari. Ada gigs di sana, dan saya membantu band teman saya main di sana. Tetapi dari waktu yang hanya sehari itu, saya bisa menyimpulkan secara sederhana, bahwa Banjarnegara memang kota yang kalem, kota yang menyenangkan, kota yang jauh dari hiruk-pikuk, dan kota yang biaya hidupnya cenderung murah.

Dari harga makanan, misalnya. Saya masih bisa menemukan makanan dengan harga Rp10 ribu-Rp13 ribu. Sudah enak itu. Harga kopi di cafe-cafe yang umum juga masih berkisar di angka Rp10 ribu-Rp18 ribu. Dari obrolan-obrolan kecil dengan beberapa kenalan di Banjarnegara, saya juga tahu bahwa untuk biaya kos-kosan sudah bisa dapat di angka Rp400 ribu-Rp500 ribu per bulan. Nggak jauh beda sama Malang dan Jogja lah.

Masalahnya, Malang dan Jogja punya UMR yang lebih tinggi ketimbang Banjarnegara, walaupun UMR Banjarnegara dan Jogja bedanya cuma sekitar Rp300 ribu-Rp500 ribuan, sementara dengan Malang bedanya lebih dari sejuta. Dengan biaya hidup yang mirip tapi UMR-nya beda cukup jauh, hidup di Banjarnegara rasanya susah sekali. Saya benar-benar nggak bisa membayangkan jika hidup di Banjarnegara dengan gaji UMR. Berat banget kayaknya.

Baca Juga:

Pengalaman Naik Bus Eka dari Banjarnegara ke Surabaya: Melihat Langsung Orang Berzikir Saat Pedal Gas Diinjak Lebih Dalam

Banjarnegara, Daerah “Pendiam” yang Saking Diamnya Tenggelam oleh Ketenaran Dieng

Ngirit adalah kunci, dobel kerjaan bisa jadi solusi

Pertanyaan yang lain mengenai rendahnya UMR di Banjarnegara adalah bagaimana warga bertahan hidup dengan gaji UMR? Entahlah, hanya orang Banjarnegara dengan gaji UMR yang benar-benar tahu jawabannya. Namun jika boleh meraba-raba, satu-satunya cara bertahan hidup dengan UMR Banjarnegara adalah ngirit. Nggak ada siasat lain.

Nggak ada cara selain ngirit. Ya bayangkan saja misalnya kita hidup merantau ke Banjarnegara—meskipun ngapain merantau ke sana—kerja di sana, dan digaji UMR. Dengan gaji segitu, kayaknya udah habis buat sewa kos, makan, dan biaya harian dalam sebulan. Nggak bisa untuk nabung, nggak bisa dialokasikan untuk dana darurat, dan nggak bisa kirim uang untuk orang tua di rumah. Dengan gaji segitu, kita dipaksa harus benar-benar ngirit.

Gaji segitu memang rendah, dan susah untuk dibilang cukup. Bahkan sudah ngirit pun, kadang masih saja nggak cukup. Biar bisa bertahan hidup, punya kerjaan dobel jadi salah satu cara menyiasati UMR Banjarnegara. Nggak sedikit orang yang rela untuk kerja dari pagi sampe sore, lalu masih ambil lagi beberapa kerjaan lain, demi mencukupi biaya hidupnya.

Susah bertahan hidup

Kalau saya jadi warga Banjarnegara yang punya gaji UMR, jujur saya susah banget untuk bertahan hidup. Matematika saya nggak nyampe untuk hitung-hitungan biaya hidup dengan gaji Rp2,1 juta sebulan. Kalau saya bertahan, bisa-bisa saya nggak punya tabungan, nggak punya dana darurat, dan nggak punya hidup yang panjang. Saya mending merantau saja ke kota yang lebih besar, kota yang UMR-nya lebih tinggi.

Nah, sekarang mari kita kembalikan lagi kata-kata yang sempat kita singkirkan di awal. Mari kita kembalikan kata-kata semacam “nrimo, nriman, nrimo ing pandum”, dan sebagainya ke dalam tulisan ini. Kalau kita kembalikan kata-kata tersebut, UMR Banjarnegara ya mungkin akan cukup-cukup aja, lha wong nrimo ing pandum, kok. Digaji berapa pun ya terima aja, walau sengsara. Itulah mengapa kata-kata di atas sebaiknya disingkirkan dulu.

Untuk menutup tulisan, saya cuma bisa berharap agar nantinya Banjarnegara punya UMR yang lebih tinggi, lebih layak, dan lebih bisa mencukupi kebutuhan warganya. Karena kalau UMR-nya tetap 2,1 juta, sih, jujur… berat, ya.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pariwisata Banjarnegara: Punya Potensi, tapi Kepentok Hal-hal Ini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2025 oleh

Tags: banjarnegarakabupaten banjarnegaraumr banjarnegara
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Siasat Orang Banjarnegara Bertahan Hidup hingga Akhir Bulan dengan UMR Terendah di Indonesia

Siasat Orang Banjarnegara Bertahan Hidup hingga Akhir Bulan dengan UMR Terendah di Indonesia

4 Juni 2025
Stasiun Purwokerto, Kini Stasiun Terbaik di Sekitar Banyumas (Rio Adhitya Cesart via Wikimedia Commons)

Stasiun Purwokerto Setelah Renovasi Kini Punya Parkiran Lebih Luas dan Fasilitas Tambahan Membuat Pengunjung Puas

14 April 2024
Susahnya Jadi Perantau Asal Banjarnegara

Susahnya Jadi Perantau Asal Banjarnegara

23 Juni 2023
Kecamatan Mandiraja, "Surga" yang Diabaikan oleh Banjarnegara, padahal Potensinya Tanpa Batas!

Kecamatan Mandiraja, “Surga” yang Diabaikan oleh Banjarnegara, padahal Potensinya Tanpa Batas!

12 Juli 2024
Banjarnegara, Daerah “Pendiam” yang Saking Diamnya Tenggelam oleh Ketenaran Dieng

Banjarnegara, Daerah “Pendiam” yang Saking Diamnya Tenggelam oleh Ketenaran Dieng

13 Juni 2025
Saatnya Purwokerto Memisahkan Diri dari Kabupaten Banyumas (Unsplash)

Saatnya Purwokerto Memisahkan Diri dari Kabupaten Banyumas

31 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua (Mojok.co/Aly Reza)

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua

17 Juli 2026
Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026
Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026
Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri Mojok.co

Alasan orang Jombang jarang ada yang bangga dengan daerahnya sendiri

18 Juli 2026
Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.