Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ucapan Han Soal Lancer dan Hyundai di “Tokyo Drift” yang Jadi Ironi di Masa Kini

sadad oleh sadad
13 November 2019
A A
Ucapan Han Soal Lancer dan Hyundai di "Tokyo Drift" yang Jadi Ironi di Masa Kini
Share on FacebookShare on Twitter

Tokyo Drift adalah film ketiga dari rangkaian seri film terkenal, The Fast and The Furious. Film yang dirilis tahun 2006 ini menceritakan Sean Boswell, seorang pelajar badung di Amerika yang terpaksa dipindahkan oleh ibunya ke Jepang. Tujuannya, ya supaya nggak jadi badung. Soalnya, di film tersebut diceritakan bahwa ayah Han adalah seorang tentara Amerika yang sedang bertugas di Jepang.

Tapi ya emang sudah dasarnya badung, Sean tidak berubah jadi pelajar alim dan anak baik idola wali kelas saat sudah di Jepang. Dia malah masuk dalam kehidupan kelompok mafia terkenal dunia dari negara matahari tersebut itu, yakni Yakuza. Dalam film diceritakan Sean kemudian berteman baik dengan seorang anggota Yakuza bernama Han.

ADVERTISEMENT

Tulisan ini tidak akan menceritakan lebih jauh soal isi film. Selain karena film lama, saya juga yakin semua pembaca tulisan ini juga mungkin sudah pernah nonton film yang sudah sering diputar di stasiun TV nasional itu. Tulisan ini hanya akan membahas salah satu momen saat Han meminjamkan sebuah mobil balapnya ke Sean.

Dari tayangan film, terlihat jelas bahwa mobil yang disodorkan Han adalah Mitsubishi Lancer Evo, sedan yang memang jadi idola dan mungkin jadi mobil impian anak muda di banyak belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Tentu saja di masa itu.

Sean tampak tak percaya saat disodorkan Lancer Evo tersebut. Untuk meyakinkan, Han pun melontarkan sebuah kalimat yang isinya menyindir merek mobil asal Korea Selatan, salah satu negara kompetitor Jepang di industri otomotif. Hyundai adalah merek mobil yang disindir oleh Han ketika itu.

“Kau mewakiliku sekarang. Apa kau pikir aku membiarkan kau mengemudikan Hyundai?” sebut Han.

Di ajang balap dunia, Lancer Evo merupakan mobil yang rutin turun di ajang reli dunia World Rally Championship (WRC). Pamor mobil ini bisa dibilang setara Subaru Impreza, Citroen Xsara, ataupun Ford Focus. Tapi itu di masa lalu.

Namun, ucapan Han di film Tokyo Drift mungkin menjadi ironi di masa kini. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, Lancer sudah tidak pernah berlaga di ajang WRC. Boro-boro turun balap, Lancer Evo merupakan produk yang sudah distop produksinya oleh Mitsubishi sejak tahun 2015. Di sisi lain, Hyundai mulai unjuk gigi dengan i20-nya.

Baca Juga:

Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

Berdasarkan data Jato Dynamics, Hyundai adalah pabrikan dengan penjualan terbanyak nomor enam di seluruh dunia pada tahun 2018 lalu. Sementara di sisi lain, Mitsubishi tak masuk dalam 20 besar. Karena balap membutuhkan biaya yang besar, biasanya keikutsertaan dalam ajang balap menjadi indikator sukses atau tidaknya penjualan produk mobil dari sebuah merek.

Setelah beberapa tahun ikut WRC, Hyundai mulai menuai buahnya. Pada WRC musim 2019 ini, Hyundai baru saja mengukuhkan diri sebagai juara kategori konstruktor. WRC musim 2019 baru saja ditutup pada seri terakhir di Australia.

Sayangnya, keberhasilan Hyundai di WRC sudah tak bisa disaksikan Han. Pasalnya dalam film diceritakan bahwa Han sudah tewas karena dibunuh Deckard Shaw, musuh besar yang kemudian malah menjadi teman Dominic Toretto, dkk.

Ya mungkin saja ucapan Han soal Lancer dan Hyundai ini menjadi seperti sebuah karma kali ya.

BACA JUGA Mengulik Film Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw atau tulisan Sadad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 November 2019 oleh

Tags: fast and furioushyundailancerTokyo Drift
sadad

sadad

ArtikelTerkait

Hyundai Ioniq Memang Keren, tapi Nggak Keren-Keren Amat

Hyundai Ioniq Memang Keren, tapi Nggak Keren-Keren Amat

29 Januari 2020
fast and furious terminal mojok

Sebaiknya ‘Fast and Furious’ Dirampungkan saja, Ketimbang Makin Ngaco

24 Mei 2021
'Tokyo Drift' Adalah Franchise 'Fast and Furious' Terbaik terminal mojok.co

‘Tokyo Drift’ Adalah Franchise ‘Fast and Furious’ Terbaik

29 Juni 2021
Seoul Vibe Bukan Fast & Furious dari Korea Terminal Mojok

Seoul Vibe: Bukan Fast & Furious dari Korea

27 Agustus 2022
Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced Mojok.co

Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced

4 Mei 2026
Fast & Furious, Franchise yang Semakin Dipaksakan fast x

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Nonton Fast X, Film yang Melawan Hukum Fisika dan Nalar

19 Mei 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan Mojok.co

Saya pernah mengira Tegal kota yang sepi, ternyata saya salah besar

27 Agustus 2026
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

24 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.