Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Selain Terpapar Radikalisme, Pemerintah Perlu Sediakan Situs Pelaporan bagi PNS yang Malas dan Ketus

Atanasius Rony Fernandez oleh Atanasius Rony Fernandez
13 November 2019
A A
Jalur 'PNS Titipan' Sudah Mulai Punah dan Semoga Saja Tetap Begitu terminal mojok.co

Jalur 'PNS Titipan' Sudah Mulai Punah dan Semoga Saja Tetap Begitu terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan website aduanasn.id. Situs ini sebagai wadah untuk melaporkan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terpapar radikalisme. Sebenarnya, selain situs untuk melaporkan PNS terpapar radikalisme, pemerintah juga sebaiknya bikin situs pelaporan bagi PNS yang malas dan ketus ketika melayani masyarakat. Dua jenis PNS terakhir itu sering ditemui dan kerap bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dari berita yang saya kutip dari Tirto, Menkominfo, Johnny G Plate mengklaim banyak keresahan di masyarakat soal radikalisme di kalangan ASN. Akhirnya 11 kementerian dan lembaga membentuk surat keputusan bersama tentang penanganan radikalisme ASN. Ada 11 poin yang cukup detail yang bisa dilaporkan ke website aduanasn.id.

Saya mencoba melihat situs aduanasn.id, dan memang sudah ada kolom yang perlu diisi jika kita ingin melapor. Di situs itu dijelaskan bahwa Aduan ASN merupakan fasilitas pengaduan ASN baik berupa situs/website, URL, akun media sosial, aplikasi mobile, dan software yang memenuhi kriteria sebagai pelanggaran berupa radikalisme negatif yang meliputi intoleran, anti-pancasila, anti-NKRI, dan menyebabkan disintegrasi bangsa.

Saya tak ingin membahas lebih jauh mengenai situs aduan itu. Pada dasarnya saya menyepakati sejumlah poin yang bisa dilaporkan ke situs aduanasn.id. PNS kerap kali juga disebut sebagai abdi negara, gaji mereka berasal dari uang negara yang artinya uang rakyat. Maka sudah sepatutnya PNS setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bukan? Ketentuan menjaga keutuhan NKRI juga sudah diatur di Undang-Undang ASN.

Terkait dengan abdi negara, maka PNS juga harus melayani masyarakat dengan baik. Namun banyak juga ditemui PNS yang bekerja kurang tepat, seperti bermalas-malasan atau melayani masyarakat dengan ketus. Untuk PNS seperti ini, sepertinya memang perlu juga ada mekanisme pelaporan yang tersistem seperti situs aduanasn.id, lengkap dengan poin apa saja yang bisa dilaporkan.

Dalam beberapa kesempatan saya sering bersentuhan dengan PNS yang malas-malasan dan ketus itu. Pada suatu ketika saya datang ke kantor dinas di daerah saya tinggal. Di ruangan-ruangan administrasi itu terlihat mereka duduk di meja masing-masing, tampaknya tidak ada kegiatan berarti. Saya melihat satu orang sedang memainkan komputer, dan ternyata ia sedang main permainan di komputer itu.

Beberapa kali saya melihat situasi seperti itu, ya saya bisa saja sih berpikiran positif bahwa PNS itu sedang mengistirahatkan diri seusai mengerjakan banyak pekerjaan. Atau dalam beberapa kesempatan saya melihat mereka berbincang di warung kopi dekat kantor sembari menghisap rokok pada jam kerja. Jika berpikir positif, mungkin saja mereka tengah beristirahat dari beratnya beban kerja mereka.

Selain itu saya juga melihat ibu-ibu PNS asyik memilih sayur-sayuran di pedagang asongan yang datang ke kantor saat jam kerja. Setidaknya mereka bisa habiskan waktu 30 menit untuk memilih-milih sayuran, membayar, dan berbincang dengan sesama mereka. Atau saya juga menemukan ibu-ibu PNS berbelanja ke pasar tradisional atau pasar modern saat jam kerja. Tentu saja saya tidak bisa mencap mereka malas dengan melihat kondisi itu tanpa sempat menanyakan ke mereka. Siapa tahu itu bagian dari tugas kantor, atau memang berbelanja seperti itu bukanlah masalah kedisiplinan. Mungkin saja waktu yang terbuang beberapa saat juga bisa dianggap bukan masalah berarti bagi pelayanan masyarakat. Siapa tahu, bukan.

Baca Juga:

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

Tidak hanya itu, ada satu momen yang paling mengesalkan ketimbang melihat PNS bermalas-malasan, yaitu PNS yang ketus. Ini biasanya terjadi pada mereka yang melayani langsung masyarakat. Dari pengalaman pribadi saya, saya pernah mengantarkan surat ke salah satu dinas. Petugas yang menerima surat itu melayani saya dengan ketus. Atau ketika mengurus administrasi di salah satu kampus negeri, pegawai tata usahanya gemar melayani mahasiswa dengan ketus yang bikin banyak mahasiswa jengkel.

Contoh di atas hanya sebagian kecil dari yang terjadi di tengah masyarakat. Bisa jadi ada contoh yang lebih buruk. Meski demikian, tak bisa dimungkiri banyak juga PNS yang bekerja dengan baik.

Tentu saja saya harus berpikiran positif pada PNS yang terlihat bermalas-malasan dan ketus itu. Namun saya sulit melakukannya, karena fungsi mereka seperti tertera di pasal 10 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara adalah; pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. Pada Pasal 11 huruf b UU ASN itu pegawai ASN bertugas memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas. Sementara itu terkait radikalisme, juga bersinggungan dengan pasal 11 huruf c UU ASN yaitu pegawai ASN bertugas mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.

Seandainya mereka bukan PNS, ya terserah saja mereka mau bermain game online 24 jam atau berbelanja di seluruh pusat perbelanjaan pada jam kerja atau koprol seribu kali. Jadi, ketika saya dan kita sebagai masyarakat menuntut PNS bekerja secara profesional dan berkualitas, maka sah-sah saja. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme yang mungkin bisa serupa dengan pelaporan PNS terpapar radikalisme melalui situs aduanasn.id, sehingga mereka yang gemar bermalas-malasan dan tidak profesional bisa terawasi lebih ketat.

Tak lupa juga, mumpung masih hangat-hangatnya soal seleksi CPNS, bagi siapa saja yang ingin mendaftar seleksi CPNS harus menyadari fungsi PNS sebagai pelayan publik. Jangan sampai ketika lulus menjadi PNS malah merasa superior dibandingkan non PNS. Lantas, merasa dirinya lebih berkuasa, atau bisa dengan enteng bermalas-malasan karena gaji sudah aman dan masa tua terjamin. Maaf, sekadar mengingatkan.

BACA JUGA Dampak Positif Kalau PNS Beneran Kerja Dari Rumah atau tulisan Atanasius Rony Fernandez lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 November 2019 oleh

Tags: aduanasn.idmalaspnsRadikalisme
Atanasius Rony Fernandez

Atanasius Rony Fernandez

Jurnalis yang tinggal di Mataram, Lombok. Sesekali menulis karya sastra. Tertarik pada isu kesenian, sosial, dan kuliner. Penggemar AS Roma dan musik metal.

ArtikelTerkait

3 Hal yang Harus Disyukuri Menjadi PNS Daerah Terminal Mojok

3 Hal yang Harus Disyukuri Menjadi PNS Daerah

3 Mei 2022
5 Rekomendasi Film Pendek tentang PNS yang Perlu Kamu Tonton biar Tahu Susahnya jadi Abdi Negara

5 Rekomendasi Film Pendek tentang PNS yang Perlu Kamu Tonton biar Tahu Susahnya jadi Abdi Negara

5 Oktober 2023
Kerja Berharap Reward? Jangan Jadi PNS! Shutterstock

Kerja Berharap Reward? Jangan Jadi PNS!

24 April 2022
4 Hal Nggak Menyenangkan yang Dirasakan PNS Saat Naik Jabatan

4 Hal Nggak Menyenangkan yang Dirasakan PNS Saat Naik Jabatan

13 Maret 2023
20 Kosakata Perhotelan yang Sering Digunakan PNS Terminal Mojok

20 Kosakata Perhotelan yang Sering Digunakan PNS

21 Juni 2022
4 Alasan Tokoh Utama Sinetron Azab Lebih Memilih Wirausaha daripada Jadi PNS

4 Alasan Tokoh Utama Sinetron Azab Lebih Memilih Wirausaha daripada Jadi PNS

30 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.