Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Di Balik Club Otomotif yang Sukanya Menuhin Jalan Kaya Jalane Embahe Wae!

Faiz Helmi Yahya oleh Faiz Helmi Yahya
23 Agustus 2019
A A
club motor

club motor

Share on FacebookShare on Twitter

Ayo kopdar ngopi-ngopi!—kalimat tersebut adalah sebuat perkataan yang cukup memberikan efek magis yang bahkan saya sendiri pun nggak tahu alasanya. Rasanya kok kayaknya manjur banget bikin saya niat keluar rumah buat sekedar “ngopi”. Ngobrol ngalor-ngidul, bercanda sampai ngakak-ngakak, ngobrolin masalah mobil sampe puyeng sendiri, hingga ghibah pun jadi bahan oborolan di forum “ngopi” kami para anak club.

Ikutan club itu ibarat ekstrakurikuler yang dianggap penting juga nggak, dianggap nggak juga penting. Di sini paling tidak kita bisa menyalurkan apa yang kita senangi dan ndilalah orang-orangnya pun satu visi. Jadi rasanya kaya resep yang pas bangetlah buat bahagia. Manfaat paling minimal adalah kita dapat teman baru yang latar belakangnya berbeda, profesi berbeda, pengalaman hidup berbeda, pendapatan berbeda, pandangan politik berbeda, pasanganpun juga berbeda.

Misal kita hobi traveling nih, di club bisa sambil ikutan touring. Misal hobi modif sudah pasti banyak yg suka di sini. Misal lagi hobi hokya-hokya sambil nyanyiin lagunya The Godfather of Broken Heart? Sudah pasti bisa karena tiap acara pasti ada biduan yang semlohai yang nggak pernah absen di acara anak-anak club.

Tapi itu semua cuma kulit luarnya saja, lebih dalem lagi banyak yang bener-bener rela berkorban apapun buat orang bahkan nggak ada ikatan darah. Terkadang keheranan saya mulai muncul, lha wong cuma teman main saja kok dekatnya sampai melebihi saudara. Hal semacam itu satu dua kali saya dengar dan membuat orang awam merasa suatu hal yang aneh.

Keheranan tersebut bukan tanpa alasan, sebab tidak sedikit pula yang mengeluh tentang anggota club yang main aja terus. Touring lintas kecamatan kota pun berangkat, tapi acara keluarga ditinggal gitu aja, bahkan kadang kerjaan pun bisa ditinggal karna sedang ada kegiatan club dan merasa jadi bagian dan perlu untuk berjuang akan itu.

Padahal sebenarnya itu sah-sah saja menurut saya, justru dengan bergabung di club maka energi yang sekiranya bisa bersifat destruktif bisa diredam dengan ikut sebuah club. Asalkan club tersebut bukan yang berprinsip asal senang dompet meradang sih, sah-sah saja. Dalam hal ini kegiatan di sosial pun tetap diutamakan, membantu sesama yang misal mogok dijalan atau hal-hal positif laiinya.

Apa sih yang diperjuangin? Seberharga itukah? Sebesar itukah?

Jawabannya cuma tiga kata yaitu seduluran saklawase atau persaudaraan selamanya. Namun kalau bagi saya adalah seduluran sewarasnya alias kalau udah waras mungkin baru berhenti kita berjuang untuk semboyan tadi.

Baca Juga:

Bukannya Senang, Warga Malah Resah ketika Mojokerto Berkembang Pesat

Wacana Harga Rokok Naik 5 Kali Lipat: Akrobat Logika yang Menyedihkan

Bayangkan jam berapapun ada member yang mogok di jalan, pasti ada yang dateng, ditolong dibantu sampai kendaraan bisa jalan lagi. Kalau sedang di luar kota, cukup mengabari via grup WhatsApp, langsung informasi menyebar ke semua member di sekitar lokasi member yang mogok tadi.

Suatu ketika pernah pula terdapat anggota yang “tabrakan”. Tak kalah gesit pula seluruh member di lokasi mengkondisikan korban dan kendaraan sampai nginap pun disediakan lokasi, tempat menginap sampai logistik berupa makan minum. Tentunya tak lupa kopi pun sudah secara otomatis disediakan oleh member terdekat. Sungguh bagi kami asuransi kendaraan itu hanya bullshit semata. Kita punya banyak pasukan siap mengkondisikan Kapten!!11!!

Semua balik lagi hanya perihal seduluran saklawase di mana kita memaknai persaudaraan dengan begitu eratnya—yang tentu saja nggak pernah diajarin di pelajaran sekolah. Tapi balik lagi seperti kegiatan ekstrakurikuler yang diisi dengan kegiatan yang sangat kita minati—sampai mungkin pelajaran sekolah pun nggak nyantol ya nggak papa.

Mungkin memang banyak orang yang menganggap club otomotif hanya sebatas hura-hura saja. Jalan bareng menuhin jalan, iring-iringan pelan-pelan banget, bahkan ada yang pake tot tot uwiw uwiw kaya anak kecil lagi dapet mainan tembak-tembakan. Oknum yang seperti itu memang tidak dapat dipungkiri masih beredar di jalan dan memang patut dibinasakan.

Perkembangan dunia per-club-an sudah jauh lebih baik—walau memang belum sempurna. Toh mulai dari hal sederhana yang sedikit namun banyak dikerjakan saya rasa sudah cukup untuk merubah anggapan tentang club otomotif.

Minimal jadi tertiblah di jalan, minimal beri contohlah buat para pengendara lain yang sering lebih ngawur macam emak-emak sein kiri belok kanan. Atau pengguna matic badannya aja yg gede padahal kopong dalemnya. Atau mobil ala-ala jip yang mesinnya sesungguhnya ya pickup.

Mulailah dari keluarga, seperti contohnya, “mbok ya kalau belok jangan langsung mak kluweeerrr” atau “kalau ngesein itu minimal jarak 5 detik”. Contoh terakhir dan yang paling utama, “ emak, tolong kalau ngesein kanan beloknya jangan ke kiri yhaaa~” (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 28 Agustus 2019 oleh

Tags: anak jalanananak motorclub motorsalam satu aspalseduluran saklawase
Faiz Helmi Yahya

Faiz Helmi Yahya

ArtikelTerkait

Bukannya Senang, Warga Malah Resah ketika Mojokerto Berkembang Pesat Mojok.co

Bukannya Senang, Warga Malah Resah ketika Mojokerto Berkembang Pesat

22 Juni 2024
Alasan Kenapa Orang Pacaran Memacu Motornya Begitu Pelan terminal mojok.co

Teruntuk Orang yang Suka Pinjam Motor, Tolong Etikanya, dong!

29 Oktober 2020
anak vespa

Belajar Arti Sebuah Cinta dan Kesetiaan Dari Anak Vespa

2 Juli 2019
Kelompok Penguasa Jalanan yang Bikin Pengendara Lain Auto-minggir terminal mojok.co

Kelompok Penguasa Jalanan yang Bikin Pengendara Lain Auto-minggir

3 Desember 2020
Wacana Harga Rokok Naik 5 Kali Lipat: Akrobat Logika yang Menyedihkan

Wacana Harga Rokok Naik 5 Kali Lipat: Akrobat Logika yang Menyedihkan

18 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.