Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Belajar Arti Sebuah Cinta dan Kesetiaan Dari Anak Vespa

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
2 Juli 2019
A A
anak vespa

anak vespa

Share on FacebookShare on Twitter

Satu hal yang paling amat saya sukai dari anak Vespa itu adalah cara pandang mereka dalam memandang Vespa lain. Tak peduli, mau itu Vespa mahal atau murah, bagus atau jelek, modif atau standar, serta mau belinya kontan ataupun kredit, nyatanya tak membuat anak Vespa pilih-pilih dalam menyapa ataupun menolong.

Seperti yang kita tahu, sesama anak Vespa itu kalau tak sengaja berpapasan di jalan, pasti mereka akan tersenyum dan melambaikan tangan. Kadang ada juga yang sambil teriak, “Woiii” biar lebih afdal. Walaupun secara harfiah mereka itu tak saling mengenal, tapi Vespa seolah menjadi jembatan untuk menyaudarakan orang-orang. Tak hanya itu, tiap kali motor kita mogok di pinggir jalan, bila ada pengguna Vespa lain yang kebetulan lewat pasti akan berhenti. Mereka akan berjabat tangan lalu menanyakan keadaan motornya.

Meski tak saling mengenal, mereka dengan senang hati akan membantu. Mungkin bisa dengan meminjami alat, ikut memperbaiki motor, atau bisa juga dengan membantu mendorong motor hingga ke bengkel. Luar biasa ya, hanya karena sebuah motor bisa membuat orang yang tak dikenal berasa saudara sendiri.

Alangkah indahnya, jika semua manusia di muka Bumi ini menempatkan makhluk lainnya seperti halnya bagaimana Vespa memandang vespa lain. Tentu dunia ini akan sangat menyenangkan. Melihat manusia yang bertegur sapa dengan manusia lainnya, lalu melihat manusia menolong manusia ataupun makhluk lainnya. Tanpa harus bertanya apakah kita kenal mereka atau tidak? Apakah mereka kaya atau tidak? Apakah mereka se-agama dan se-ras dengan kita? Selama mereka sesama makhluk hidup, jadi kita punya tanggung jawab untuk menolong.

Padahal dulunya, budaya kita itu terkenal akan keramahtamahannya. Kadang pada tamu asing saja kita sangat mudah untuk mengumbar senyum dan bertegur sapa. Namun entah kenapa, zaman kemudian membuat orang enggan berbasa-basi dengan orang yang tak dikenal. Jangankan orang asing, kadang bertemu seseorang yang masih satu kelas, satu kampus, atau satu desa saja jika bertemu di jalan tanpa sengaja, kita sudah malas untuk menegur. Hmmm

Anak Vespa itu sangat fanatik dalam mencintai. Meski tiap tahunnya ada motor keluaran baru yang semakin trendi dan keren, mereka tetap setia dengan Vespanya. Perasaan cintanya pada motor berbentuk unik itu, tak akan goyah meski ada pendatang baru.

Bahkan ada yang bilang, “Jangan pernah meminta pacarmu untuk mengganti motor Vespanya, karena untuk anak Vespa garis keras mereka kadang lebih memilih mengganti pacarnya ketimbang motornya!”.

Begitulah anak Vespa dalam hal mencintai. Jika sudah mencintai satu orang, dia akan selalu setia. Ban Vespa mungkin ada cadangannya, tapi cinta anak Vespa tak akan memiliki cadangan. Weleh..weleh. Mereka itu terkenal sangat sulit untuk pindah ke lain hati. Jangankan pindah ke lain hati, buat mindahin ban dalam Vespa saja mereka kadang gak bisa. Fyi, yang namanya mindahin ban dalam Vespa, itu susahnya minta ampun. Berat, Men!

Baca Juga:

Cerita Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja

Hanya Wanita Sabar dan Setia yang Mau Dibonceng Naik Vespa Tua

Kadang tak semua bengkel mau menerima jasa menambal ban. Apalagi kalau ban belakang yang bocor. Ban belakang itu sangat susah dibongkar tanpa bantuan dongkrak. Ini nih satu-satunya motor, yang butuh dongkrak buat ganti bannya. Sudah seperti mobil saja pokoknya si Vespa ini kan. Istimewa.

Vespa itu juga identik dengan mogok. Sering kan ya liat motor-motor Vespa menepi di pinggir jalan karena ada yang ngadat. Tuh, kan motor rewel aja mereka masih tetap sabar, apalagi pacar yang rewel. Uhuu…gombal terossss.

Sebenarnya ada hikmah yang bisa dipetik dari sebuah mogoknya motor Vespa. Hal itu bisa dikatakan sebagai love test atau ujian cinta. Perlu kalian tahu, cinta itu juga perlu diuji, biar kita tahu apakah mereka yang kita cintai itu benar-benar mencintai kita atau tidak. Kalau mencari teman atau pacar yang diajak hura-hura, senang-senang, itu mah gampang. Orang yang tak dikenal aja bisa langsung menyamar jadi saudara ini maha.

Tapi saat di mana kita susah dan di bawah, jangankan orang lain, saudara saja kadang tiba-tiba pura-pura jadi orang tak dikenal kok. Seseorang yang hanya sanggup bersama kita di masa senang, tentu tak akam bertahan. Dan mereka yang tulus, tentu akan tetap menemani, memberi dorongan, dam tetap setia untuk selalu bersama.

Satu hal kendala yang sering dihadapi pengguna Vespa adalah putusnya tali kopling. Namun, bagi mereka ini, tali kopling mungkin boleh putus, tapi yang namanya tali silaturahmi di antara mereka tak boleh putus begitu saja. Makanya Indonesia ini katanya menduduki urutan kedua, dalam kategori memiliki komunitas Vespa terbesar di dunia.

Lagi pula kalau menurut saya, anak Vespa itu pada baik-baik kok. Setidaknya mereka gak buat geng motor untuk begal orang. Gak lucu kan ya, masak ada pembegal naik motor Vespa. Vespa itu motor perdamaian. Peace and love.

Seperti sejarahnya, katanya motor ini dulunya datang ke indonesia sekitar tahun 1960-an. Motor ini diberikan sebagai hadiah untuk tentara Indonesia yang ikut berartisipasi dalam rangka menjaga perdamaian dunia di Kongo. Sampai sekarang pun vespa tersebut masih ada dan sering disebut sebagai Vespa Kongo. Meski seperti yang kita tahu, semua Vespa itu dibuat di negara Italia, namun spesial untuk Vespa satu ini dirakit di Jerman.

Tentu, akan bahagia bila kita bisa mencintai keunikan dalam diri orang lain. Bisa sabar menerima kekurangannya. Dan bisa tetap setia meski ada yang lain.

Sehat disyukuri, mogok diragati.

Salam Vespa Uwuu uwuu…

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: anak gaulanak motoranak vespakids zaman now
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Hanya Wanita Sabar dan Setia yang Mau Dibonceng Naik Vespa Tua terminal mojok.co

Hanya Wanita Sabar dan Setia yang Mau Dibonceng Naik Vespa Tua

15 Februari 2021
Tips Penting untuk Pengendara Vespa Pemula terminal mojok.co

Tips Penting untuk Pengendara Vespa Pemula

27 Oktober 2020
Derita Jadi Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja Mojok.co

Cerita Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja

5 November 2025
bahasa indonesia

Ketika Menggunakan Bahasa Indonesia dengan Baik dan Benar Malah Ditertawakan

3 Agustus 2019
nongkrong

Mau Nongkrong Takut Kere, Tak Ikut Nongkrong Malah Dighibahin, Tuman!

2 Juli 2019
pansos instagram

Jika Kita Mau Berhusnuzan, Pansos di Instagram Ternyata Punya Sisi Positif

4 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.