Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Transmart Pabelan: Mall Besar yang Sekarang Hidup Segan, Mati (Sepertinya) Sudah Pasti

Putri Ardila oleh Putri Ardila
14 November 2025
A A
Transmart Pabelan Solo: Dulu Digdaya, Kini Menatap Muram-muram Duka

Transmart Pabelan Solo: Dulu Digdaya, Kini Menatap Muram-muram Duka (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu pernah lewat Pabelan yang sering dikira Solo padahal secara administrasi itu Sukoharjo kamu pasti kenal bangunan merah-hitam yang tegak gagah di pinggir jalan lingkar. Namanya Transmart Solo. Walaupun, kalau dipikir baik baik, unsur Solo-nya cuma ada di namanya. Letaknya Kartasura, tapi ya sudahlah.

Dalam dunia retail, branding sering lebih menang dibanding geografi. Yah, padahal lebih tepat sebagai disebut Transmart Pabelan, dan memang dikenal dengan nama itu, meski sudah pakai branding Solo.

Dulu, waktu baru buka, tempat ini rame banget. Parkirnya penuh, pintu putarnya macet, dan eskalator yang bunyinya “ngiiing-ngiiing” itu sibuk ngangkut ratusan sepatu per jam. Ada yang belanja beneran, ada yang cuman numpang AC, ada yang foto di depan tulisan “Transmart” biar feed Instagramnya keliatan metropolitan.

Tapi sekarang?

Masuk ke Transmart Pabelan rasanya kayak masuk gedung yang baru selesai dievakuasi. Sepi. Senyap. Lengang. Bahkan suara langkah kakimu sendiri jadi terdengar dramatis, seolah kamu lagi syuting film thriller budget minim. Lantai dua? Udah kayak ruang isolasi: luas, terang, dan kosong.

Di YouTube udah banyak yang ngulas, dari yang jalan-jalan sore sampai yang jalan-jalan malam, dan kesimpulannya sama: luasnya masih mall, tapi suasananya sudah seperti museum tanpa kurator. Tenant tutup, lampu beberapa wilayah meredup, dan eskalator tetap jalan… meski nggak jelas mau ngangkut siapa.

Gedungnya besar, vibes-nya kecil

Ironi terbesar dari mall ini cuma satu: gedungnya besar, tapi vibes-nya kecil.

Transmart ini asalnya Carrefour, pusat belanja keluarga yang dulu bisa bikin orang rebutan trolley. Tapi sejak rebranding, banyak gerainya di Indonesia mulai goyah. Bukan semata salah mereka, tapi karena perilaku belanja kita udah berubah: marketplace makin gila, diskon online makin edan, dan mall bukan lagi tempat wisata keluarga mingguan.

Baca Juga:

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

Jadinya, Transmart Jogja sepi, Transmart Setiabudi banyak tenant gulung tikar, dan Transmart Pabelan… ya begitu. Luasnya sih masih, tapi pengunjungnya sudah kayak rapat RT yang cuma dihadiri tiga orang dan semuanya datang karena dapat jatah snack.

Mall segede itu kalau kosong, yang ngeri bukan hantunya.

ADVERTISEMENT

Transmart Pabelan strategis, tapi…

Jujur, Transmart Pabelan itu lokasinya lumayan strategis. Deket jalur ramai, deket pemukiman, deket area kampus Kartasura dan gampang banget dijangkau kendaraan. Tapi se-strategis apa pun, kalau pengunjung lebih milih ke Hartono, Solo Square, The Park, atau bahkan Indomaret AC dingin… ya susah.

Transmart Pabelan akhirnya kayak rumah mantan yang dulu rame dikunjungi, tapi sekarang cuma dilirik pas lewat sambil mikir, “Oh… masih buka tho?

Kalau kamu masuk hari ini, kamu akan menemukan beberapa tenant yang masih nyala. Mereka itu seperti pedagang yang tetap buka meski pasar sudah pindah lokasi. Rasanya pengen kita datengin satu-satu sambil bilang, “Terima kasih sudah bertahan.”

Lampu beberapa spot menyala setengah. Lorong-lorong kosong. Penjualnya berdiri sambil senyum, bukan karena ramai, tapi karena kamu mungkin satu-satunya orang yang lewat pagi itu.

Transmart mall lain sibuk bikin event. Transmart Pabelan sibuk bikin keheningan.

Parkiran mall ini luasnya nggak main-main. Tapi, luas bukan berarti terisi. Kalau mall lain bikin kamu muter 12 kali kayak zikir keliling, Transmart Pabelan justru bikin kamu bingung mau parkir di mana saking kosongnya. Mau parkir di depan pintu? Bisa. Mau parkir sambil pilih angle yang instagramable? Bisa banget. Kalau hujan, yang terdengar cuma suara hujan. Bukan suara motor masuk.

Daya tarik Transmart dulu adalah wahana bermainnya. Roller coaster mini, area permainan, dan lantai atas yang selalu hidup. Sekarang wahananya masih ada, lampunya masih nyala, tapi pengunjungnya kadang cuma satu keluarga. Jalan ke area wahana itu rasanya seperti masuk zona nostalgia: dulu ramai, sekarang tinggal bayangannya. Kayak kenangan yang cuma bisa dilihat, bukan diulang.

Pada akhirnya, segala yang berjaya belum tentu berkarib dengan kata selamanya. Transmart Pabelan mungkin dulu bikin orang terpana hingga rela berdesak-desakan. Tapi kini, memorinya pelan-pelan memudar. Yang tersisa adalah keheranan orang, bahwa bangunan ini tetap berdiri, meski terlihat mati suri.

Penulis: Putri Ardila
Editor: Rizky Prasetya

ADVERTISEMENT

BACA JUGA Transmart Pabelan Solo: Dulu Digdaya, Kini Menatap Muram-muram Duka

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 November 2025 oleh

Tags: pabelan solosoloTransmarttransmart pabelan
Putri Ardila

Putri Ardila

Mbak-mbak bermata minus yang nulis buat bertahan hidup dan berharap suatu hari bisa keliling dunia tanpa harus berhenti menulis.

ArtikelTerkait

Tawangmangu, Pilihan Jalur yang Tepat untuk Pulang Kampung ke Ponorogo dari Solo Mojok.co

Tawangmangu, Pilihan Jalur yang Tepat untuk Pulang Kampung ke Ponorogo dari Solo

20 Agustus 2024
Mie Ayam Jogja Ternyata Tak Seenak Reputasinya, Makan Sekali Langsung Kapok, Mie Ayam Malang Jauh Lebih Enak mie ayam solo

Mie Ayam Jogja dan Mie Ayam Solo: Begitu Berbeda, tapi Sama-sama Bikin Hati Tenang

27 Oktober 2025
Pariwisata Semarang Siap Melesat Seperti Solo, Meninggalkan Jogja (Unsplash)

Wisata Semarang Siap Melesat Seperti Solo, Meninggalkan Jogja

27 Januari 2023
5 Hal yang Bikin Orang Solo Bangga tapi Orang Luar Nggak Ngerti Pentingnya

5 Hal yang Bikin Orang Solo Bangga tapi Orang Luar Nggak Ngerti Pentingnya

29 November 2025
Grogol Sukoharjo, Tempat Tinggal Terbaik bagi Warga Surakarta dan Sekitarnya Solo

Grogol Sukoharjo, Kecamatan dengan Infrastruktur Paling Lengkap di Surakarta, Sukoharjo Aja Ngiri Lihat Grogol

20 Februari 2024
Stasiun Lempuyangan Surga Penumpang KRL Jogja Solo(Unsplash)

Derita Penumpang KRL Jogja Solo yang Naik Stasiun Tugu Jogja, Setelah Mencoba Sendiri Mending Naik dari Stasiun Lempuyangan

10 Juni 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Selain Gaji Kecil, Inilah 4 Sisi Gelap Menjadi Guru Sekolah Swasta yang Jarang Terekspos

Sekolah swasta yang melarang gurunya mendaftar ASN itu aneh, ngasih gaji layak nggak mau, tapi seenaknya menghentikan impian seseorang

15 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini (Mojok.co)

5 hal berkesan selama jadi peneliti lapangan yang bikin saya bersyukur telah memilih pekerjaan ini 

16 Agustus 2026
Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.