Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Wisata Semarang Siap Melesat Seperti Solo, Meninggalkan Jogja

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
27 Januari 2023
A A
Pariwisata Semarang Siap Melesat Seperti Solo, Meninggalkan Jogja (Unsplash)

Pariwisata Semarang Siap Melesat Seperti Solo, Meninggalkan Jogja (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kabarnya, saat ini, pariwisata Solo semakin melesat. Kini, daerah tersebut mulai menjadi tujuan utama wisatawan. Bahkan, potensi wisata di sana, digadang-gadang, mampu melibas Jogja. Dan kini, menurut saya, pariwisata Semarang yang akan segera menyusul Solo.

Jujur, saya pribadi nggak begitu kaget dengan kabar pariwisata Solo melesat meninggalkan Jogja. Pembaca bisa menemukan banyak berita bahwa pemerintah di sana sangat aktif membantu, mengembangkan, dan memasarkan pariwisata. Peran mereka sangat terasa dan hal ini bisa dicontoh Semarang.

Salah satu wujud peran aktif pemerintah Solo untuk membantu perkembangan pariwisata adalah ketika dengan cerdas merespons kegelisahan di Jogja. Saat itu, di Jogja sedang ramai masalah klitih. Apalagi masalah ini berlarut-larut dan tidak ketemu solusinya sampai sekarang. Hal ini melahirkan keresahan, tidak hanya di tengah warga setempat, tapi sampai ke telinga wisatawan.

Tiba-tiba saja, di Jogja, muncul baliho raksasa berisi iklan wisata. Tulisannya seperti ini: “Liburan Aman? ke Solo Aja.” Sebuah papan iklan berisi pesan yang sangat cerdas.

Nah, hal-hal seperti ini yang menurut saya bisa menjadi contoh bagi Semarang. Mumpung saat ini Jogja belum menemukan inovasi yang terbilang mutakhir. Beberapa potensi bisa dipoles dan menurut saya Semarang bisa mengejar Solo dalam waktu dekat. 

Pilihan alat transportasi lebih bervariasi

Salah satu faktor penting untuk menggenjot sektor wisata adalah akses mudah menuju daerah wisata. Ada berbagai tempat wisata di luar Jogja, yang keindahannya, kurang lebih sama. Namun, Jogja kerap menjadi top of mind daerah wisata karena akses ke kota itu lebih mudah.

Wisatawan punya banyak pilihan alat transportasi untuk menuju Jogja. Ada kereta, bus, sampai pesawat. Itu sudah cukup lengkap. Terutama bagi wisatawan lokal.

Nah, kalau mau dipikir kembali, alat transportasi Semarang itu lebih lengkap, bahkan ketimbang Solo. Untuk menuju Semarang, nggak hanya naik kereta, tapi bus dan pesawat juga ada. Eh, masih ada satu lagi moda yang menarik, yaitu kapal laut. Siapa tahu, orang Kalimantan mau wisata ke Semarang dengan naik kapal untuk menghemat budget? Sangat bisa.

Baca Juga:

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Bandara di pusat kota

Sampai saat ini, masih banyak wisatawan dari luar Pulau Jawa mengeluhkan lokasi Bandara YIA (Yogyakarta International Airport). Saya kerap mendengar testimoni dari wisatawan lokal bahwa Bandara YIA terlalu jauh dari pusat kota. Padahal, sekarang ini sudah cukup banyak pilihan transportasi dari Bandara YIA menuju Kota Jogja. Namun, promosi soal hal ini belum terasa.

Nah, perihal lokasi bandara, Semarang dan Jogja itu jauh berbeda. Bisa dikatakan bahwa lokasi Bandara Ahmad Yani lebih unggul. Letaknya sudah di pusat kota sehingga memudahkan akses wisatawan. Mirip sama Solo, kan. Tinggal bagaimana mengemas hal ini jadi promosi yang elegan.

Waktu tempuh dari Jakarta ke Semarang semakin singkat

Sebelum ada Tol Trans Jawa, waktu tempuh Jakarta ke Semarang naik mobil lumayan lama. Pada 2013, waktu tempuh Jakarta-Semarang menggunakan mobil itu sekitar 10 sampai 12 jam. Saya cukup hafal waktu tempuhnya sebab selama kuliah, saya kerap bolak-balik Jakarta-Semarang.

Setelah ada Tol Trans Jawa, waktu tempuh Jakarta-Semarang menggunakan mobil jadi lebih singkat. Cuma sekitar lima sampai enam jam saja. Bandingkan dengan Jogja, yang membutuhkan waktu tempuh sekitar delapan jam lebih. Perbedaan waktu tempuh tersebut lumayan jauh. Terlebih, bagi wisatawan yang berlibur cuma dua atau tiga hari saja.

Punya daya tarik wisata sejarah

Perlu saya akui bahwa untuk saat ini pesona wisata di Solo dan Jogja belum bisa dikalahkan Semarang sekitarnya. Terlebih, dalam hal wisata pesisir pantai. Tapi, bukan berarti Semarang kalah telak dari dua daerah itu. Kota Lumpia itu juga punya daya tarik wisatanya tersendiri.

Contohnya, Semarang punya daya tarik wisata sejarah. Di kotanya, ada berbagai bangunan bersejarah seperti Lawang Sewu, Tugu Muda, Kawasan Kota Lama, dan Sam Poo Kong.

Sebenarnya bukan cuma itu. Kalau cakupannya diperluas masih ada bangunan bersejarah lain. Misalnya Candi Gedong Songo dan Fort Willem I.

Pilihan kuliner banyak

Nggak lengkap kalau plesir tanpa mencicipi kuliner khas. Nah, saya rasa kuliner di Semarang itu sudah sangat lengkap. Kalau mau makan berat, ada Kepala Manyung Bu Fat, Soto Pak Man, tahu gimbal, dan sebagainya. Misal mau makanan ringan, ada tahu bakso, roti ganjel rel, lumpia, dan lain-lain.

Begitu sekiranya beberapa keunggulan Semarang, yang menurut saya akan membantu mereka mengejar Solo dan Jogja. Jika kelak pariwisatanya melesat, semoga nggak mengganggu periuk nasi penggiat wisata di daerah lain.

Penulis: Ahmad Arief Widodo

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Kebohongan tentang Kota Semarang yang Telanjur Dipercaya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2023 oleh

Tags: Bandara YIAjawa tengahJogjakota semaranglawang sewulumpiapariwisata semarangSemarangsolotugu muda semarangwisata solo
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Jogja Itu Emang Romantis, tapi buat Pendatang dan Turis Aja

5 Agustus 2025
Semarang Langganan Banjir, Sudah Saatnya Ibu Kota Provinsi Pindah ke Bawen biar Warga Nggak Senewen

Semarang Langganan Banjir, Sudah Saatnya Ibu Kota Provinsi Pindah ke Bawen biar Warga Nggak Senewen

15 Oktober 2025
Slawi, Kota Teh yang Tidak Punya Kebun Teh

Slawi, Kota Teh yang Tidak Punya Kebun Teh

15 November 2023
Orang Solo Pasti Paham, Kepleset di Rel Kereta Jalan Slamet Riyadi Adalah Hal yang Biasa jalan slamet riyadi solo

Orang Solo Pasti Paham, Kepleset di Rel Kereta Jalan Slamet Riyadi Adalah Hal yang Biasa

11 April 2024
PDIP Keok di Kandang Banteng, kok Bambang Pacul yang Disalahkan?

PDIP Keok di Kandang Banteng, kok Bambang Pacul yang Disalahkan?

3 Desember 2024
Alasan Saya Ogah ke Lawang Sewu Semarang, meski Tempatnya Benar-benar Ikonik

Orang Semarang Malas Main ke Lawang Sewu, Lebih Milih ke Bandungan yang Jelas Adem

14 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.