Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Derita Penumpang KRL Jogja Solo yang Naik Stasiun Tugu Jogja, Setelah Mencoba Sendiri Mending Naik dari Stasiun Lempuyangan

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
10 Juni 2025
A A
Stasiun Lempuyangan Surga Penumpang KRL Jogja Solo(Unsplash)

Stasiun Lempuyangan Surga Penumpang KRL Jogja Solo(Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah 3 kali saya pulang-pergi ke Solo menggunakan KRL Jogja Solo. Menariknya, hampir setiap orang yang saya temui selalu menyarankan agar naik dari Stasiun Lempuyangan ketimbang Stasiun Tugu Jogja. 

Awalnya saya tidak paham alasannya. Tetapi, setelah mencoba, saya jadi mengerti bahwa Stasiun Lempuyangan adalah pilihan terbaik untuk memulai perjalanan.

Pengalaman yang Melelahkan di Stasiun Tugu Jogja

Masih teringat jelas di benak saya pengalaman melelahkan saat berangkat dari Stasiun Tugu Jogja pada suatu sore sekitar pukul 17:30. Saya dan teman saya tiba di stasiun dan langsung disambut pemandangan antrian panjang naik KRL Jogja Solo.

Ketika kereta tiba, situasi berubah menjadi kekacauan kecil. Saya dan teman saya berlarian untuk mendapatkan kursi, bahkan sampai terdorong-dorong orang lain. 

Meskipun pada akhirnya berhasil mendapatkan kursi, kami terpaksa duduk terpisah beda gerbong. Kondisi seperti ini tentu saja tidak ideal. Terutama jika bepergian bersama teman atau keluarga dan ingin menikmati perjalanan bersama.

Ketenangan di Stasiun Lempuyangan

Jika melihat peta rute KRL Jogja Solo, Stasiun Tugu Jogja memang menjadi titik pemberangkatan pertama. Secara logika, naik dari stasiun pertama harusnya memberi peluang lebih besar untuk duduk. Namun, faktanya berbeda untuk jadwal sore hari, terutama di 17:30.

Stasiun Lempuyangan yang hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Stasiun Tugu Jogja, ternyata menawarkan pengalaman yang jauh berbeda. Berada di urutan kedua dalam rute KRL Jogja Solo, Stasiun Lempuyangan menjadi alternatif strategis bagi penumpang yang ingin menghindari kerumunan.

Setelah pengalaman yang kurang menyenangkan itu, saya memutuskan untuk mencoba alternatif lain. Untuk perjalanan berikutnya dari Jogja ke Solo, saya memilih Stasiun Lempuyangan. Perbedaannya terasa sangat mencolok.

Baca Juga:

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

Situasi di Stasiun Lempuyangan jauh lebih tenang dan tertib. Tidak ada kerumunan orang atau antrian panjang yang membuat stres. Suasana stasiun yang lebih santai membuat persiapan keberangkatan lebih nyaman.

Memang benar, saat kereta datang, saya tidak langsung mendapatkan kursi dan harus berdiri. Namun, ini adalah hal yang menurut saya sangat masuk akal. 

Terlebih lagi, setelah kereta melewati Stasiun Tugu Jogja banyak penumpang yang turun di sana. Maklum, Tugu merupakan tujuan akhir bagi sebagian besar penumpang. Alhasil, kursi-kursi kosong mulai tersedia dan saya bisa duduk untuk menikmati sisa perjalanan dengan nyaman.

Pola Pergerakan Penumpang KRL Jogja Solo

Jika kita mengamati, ada pola menarik dalam pergerakan penumpang KRL Jogja Solo. Rahma Aulia (25), seorang karyawan yang saya temui di KRL membenarkan pengamatan saya.

“Kebanyakan penumpang memang naik dari Stasiun Tugu Jogja, tapi banyak juga yang turun di sana. Stasiun itu seperti titik pertukaran. Penumpang dari arah Solo yang hendak ke pusat kota akan turun di sana. Sementara penumpang dari Jogja yang hendak ke Solo akan naik di sana juga,” jelasnya.

Informasi ini semakin memperkuat logika memilih Stasiun Lempuyangan. Dengan naiknya banyak penumpang di Stasiun Tugu Jogja, peluang mendapatkan kursi bagi penumpang yang naik dari sana menjadi lebih kecil. 

Sebaliknya, dengan naik dari Stasiun Lempuyangan, penumpang dapat menghindari kepadatan di Stasiun Tugu Jogja. Peluang dapat kursi jadi lebih besar.

Pertumbuhan pengguna KRL dan implikasinya

Melansir tempo.co, jumlah pengguna KRL Jogja Solo pada 2024 mencapai 659.764 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Volume total pengguna Commuter Line Yogyakarta–Palur (Solo) meningkat sebesar 16% dibandingkan 2023 sebesar 566.734 orang.

Peningkatan jumlah penumpang ini tentu membawa implikasi tersendiri. Terutama dalam hal kepadatan di stasiun-stasiun utama seperti Stasiun Tugu Jogja. Oleh karena itu, memilih stasiun alternatif seperti Stasiun Lempuyangan menjadi strategi yang semakin relevan bagi pengguna KRL.

Langkah bijak bagi pengguna baru

Bagi yang baru akan mencoba KRL Jogja Solo, ada beberapa tips dari saya. Pertama, jika prioritasnya adalah mendapatkan kursi sejak awal perjalanan, berangkat dari Stasiun Tugu Jogja pada jam-jam sepi. Misalnya, pagi sangat awal atau siang hari di luar jam sibuk.

Namun, jika lebih mementingkan proses keberangkatan yang nyaman dan tidak keberatan untuk berdiri sejenak, Stasiun Lempuyangan adalah pilihan yang jauh lebih bijak. Terlebih lagi, peluang untuk mendapatkan kursi setelah melewati Tugu cukup besar.

Kenyataan itu tak bisa disangkal. Bahkan seorang driver ojek online di Jogja pernah menyarankan saya agar naik KRL Jogja Solo dari Stasiun Lempuyangan jika ingin ke arah Palur pada sore hari.

“Biasanya sore rame banget. Apalagi sekitar jam 5 lebih. Tapi kalau naik dari Lempuyangan, Mbak bisa lebih siap. Soalnya dari situ orang-orang udah pada ngantri banyak,” ujar Pak Toni, driver ojek online yang saya temui saat itu.

“Nah, kalau mau cari aman dan bisa dapat posisi strategis meskipun berdiri, ya mending naik dari Stasiun Lempuyangan daripada buru-buru ke Tugu. Kalau dari Tugu, antriannya udah kaya ular naga panjangnya,” tambahnya sambil tertawa kecil.

Bagi para penumpang baru, strategi semacam ini bukan hanya soal naik kereta, tapi bagian dari adaptasi terhadap pola perjalanan KRL yang semakin padat. Apalagi dengan meningkatnya volume penumpang dari tahun ke tahun, bersikap fleksibel dan cerdas memilih titik keberangkatan menjadi kunci kenyamanan selama perjalanan.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Horor di Stasiun Tugu Jogja: Semakin Dicari Sisi Logisnya, Semakin Seram Ceritanya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2025 oleh

Tags: JogjaKRL Jogja-Sololempuyangansolostasiun lempuyanganStasiun Palur SoloStasiun Tugu Jogja
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Pertigaan UIN, Lampu Merah Paling Berbahaya di Jogja (Unspash)

Pertigaan UIN Jogja, Lampu Merah Paling Berbahaya Ketika Malam Tiba

30 September 2024
Denah Pedagang Pasar Beringharjo: Lantai 1 Gedung Barat terminal mojok.co

Denah Pedagang Pasar Beringharjo: Lantai 1 Gedung Barat

23 Januari 2022
Ilustrasi Pertigaan Jati Kencana Jogja Adalah Neraka di Tengah Kota (Unsplash)

Pertigaan Jati Kencana Jogja yang Padat dan Semrawut, Semakin Bikin Emosi Bahkan Stres Pengendara Sepeda Motor.

4 Juli 2024
Solo Grand Mall: Mall yang Rame Cuma di Parkiran dan Bioskopnya, tapi Jadi Sahabat Terbaik Kaum Mendang-mending

Solo Grand Mall: Mall yang Rame Cuma di Parkiran dan Bioskopnya, tapi Jadi Sahabat Terbaik Kaum Mendang-mending

16 Juni 2025
Menyiksa Suzuki Shogun Setiap Hari di Jalan Parangtritis Jogja (Unsplash)

Derita Tinggal di Dekat Jalan Parangtritis Jogja, Memaksa Saya Harus Menyiksa Suzuki Shogun Setiap Hari

10 Mei 2025
Sisi Gelap Jalan Kabut UNS, Jalan yang Bikin Maba UNS Merinding dan Kena Plot Twist

Sisi Gelap Jalan Kabut, Jalan yang Bikin Maba UNS Merinding dan Kena Plot Twist

29 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.