Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Iqbal AR oleh Iqbal AR
12 Juni 2026
A A
Penderitaan Tinggal Dekat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet dan Berisik, Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan Terminal

Penderitaan Tinggal Dekat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet dan Berisik, Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mikutopia Batu bikin jalanan sekitar rumah yang tadinya tenang jadi sering macet

Satu hal yang paling kelihatan, dan paling bikin saya menderita adalah soal kemacetan yang muncul akibat adanya Mikutopia Batu. Sejak adanya tempat wisata ini, kemacetan jadi semacam agenda rutin tiap akhir pekan dan musim liburan di wilayah rumah saya. Kalau akhir pekan atau musim liburan tiba, keluar gang rumah sudah pasti ketemu macet. Terkadang macetnya parah, bisa sampai 3 kilometer, kayak waktu libur lebaran kemarin.

Padahal selama ini jalanan (jalan raya) di sekitar rumah saya itu cenderung jalanan yang tenang. Jalanan di sekitar rumah saya selama ini nggak pernah macet, dan nggak pernah jadi titik penyebab kemacetan. Mau itu akhir pekan atau musim liburan, jalanan di depan rumah selalu tenang, nggak pernah macet. Ya karena memang selama ini nggak ada apa-apa di sana. Nggak ada tempat wisata juga.

Kemacetan ini ada sejak Mikutopia Batu. Parahnya lagi, jalanan atau jalan raya di depan rumah itu tipikal jalan raya yang kecil. Lebarnya mungkin cuma selebar tiga Innova Reborn. Bayangkan, betapa memuakkan pemandangan macetnya di sekitar rumah saya. Bikin menderita banget.

Selain macet, berisik pula. Ya suara klakson kendaraan, ya suara peluit tukang parkir

Kemacetan yang timbul akibat adanya Mikutopia ini diperparah pula dengan bising suara yang muncul. Pokoknya kalau sudah jam sibuk di akhir pekan atau musim liburan, suara yang saya dengan di rumah ya antara suara klakson kendaraan, atau suara peluit tukang parkir yang saling bersahutan.

Pusing banget. Rasanya kayak pengin ngamuk tapi nggak bisa.

Gini, lho, akhir pekan itu waktu buat saya untuk istirahat di rumah. Senin sampai Jumat saya sudah capek ngurusin kerjaan. Saya cuma pengin Sabtu-Minggu itu saya istirahat di rumah, nggak ngapa-ngapain, cari ketenangan. 

Dulu, sebelum ada Mikutopia, ketenangan itu bisa dengan mudah saya dapatkan. Namun, sekarang, ketenangan itu sirna. Sabtu-Minggu bagi saya sudah seperti Senin-Jumat, bahkan lebih parah. Riuh, berisik, menjengkelkan. 

Itu mengapa, saya selalu bingung mau ngapain ketika akhir pekan. Mau santai di rumah ya nggak bisa karena terpapar suara berisik, tapi mau keluar rumah sudah pasti kena macet. Dilematis, kan?

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Kangen Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Lenyap

Baca juga 4 Pasar “Kalcer” yang Bisa Dikunjungi kalau Bosan ke Pasar Ngasem Jogja.

Ancaman bencana ekologis di masa depan 

Kemunculan Mikutopia Batu dibarengi banyak sekali isu yang berkaitan dengan alam. Maklum, seperti yang sudah saya singgung di atas, Mikotopia ini dibangun di atas tanah seluas sekitar 10 hektar. Tanah itu tadinya kebun, yang juga berfungsi salah satunya sebagai daerah resapan. Nah, dibangunnya Mikutopia, otomatis menutup setidaknya sebagian daerah resapan di area tersebut.

Beberapa organisasi non-profit yang bergerak di bidang ekologi, sudah berkali-kali mengkritik pihak Mikutopia, pemerintah kota, dan pemerintah desa terkait adanya Mikutopia. Ada banyak dugaan, mulai dari pelanggaran tata ruang (ini banyak banget terjadi di Kota Batu), hingga perkara AMDAL Mikutopia yang belum beres tapi sudah beroperasi.

Semua ini ujungnya adalah soal ancaman bencana ekologis di masa depan. Kita tahu, Kota Batu dalam beberapa tahun terakhir selalu banjir ketika musim hujan. Bahkan beberapa kali banjirnya parah. Daerah resapan air dan ruang terbuka hijau di Kota Batu juga makin berkurang. Ini kayak jadi peringatan, kalau urusan alam disepelekan, bencana ekologis di masa depan bisa jadi sebuah keniscayaan.

Nah, semua situasi ini tentu bikin saya waswas. Bayangkan saja, saya itu sudah dibuat menderita akibat kemacetan dan keriuhan yang ditimbulkan oleh Mikutopia. Lalu masih ada soal ancaman bencana ekologis di masa depan, yang mana pembangunan tempat wisata yang agak ngawur kayak Mikutopia bisa jadi salah satu penyebabnya.

Buat wisatawan, Mikutopia Batu memang bagus dan menarik untuk dikunjungi. Tapi, buat warlok seperti saya, Mikutopia itu menyimpan satu bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Dan, hidup di dekat Mikutopia Batu jelas bikin saya waswas, sekaligus bikin menderita.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2026 oleh

Tags: BatuMikutopiaMikutopia Batupilihan redaksiTempat Wisata BaruWisata BaruWisata BatuWisata Mikutopia
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Yeom Bersaudara 'My Liberation Notes' dan Fenomena N-po Generation Terminal Mojok

Yeom Bersaudara ‘My Liberation Notes’ dan Fenomena N-po Generation di Korea Selatan

18 Mei 2022
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Menang Cepat daripada Shinkansen Jepang, tapi Kalah Telak dalam Menjawab Kebutuhan Warga

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Menang Cepat dari Shinkansen Jepang, tapi Kalah Telak Soal Menjawab Kebutuhan Warga

17 Maret 2024
5 Jembatan Ikonik di Jogja yang Menyimpan Kisah Unik hingga Mistik Terminal Mojok

5 Jembatan Ikonik di Jogja yang Menyimpan Kisah Unik hingga Mistik

16 Juli 2022

Kim Seon Ho: Karakter Selalu Multitalenta, tapi Mbuh Soal Cinta

18 September 2021
Piala Dunia U-20 Batal: Ketika Politisi Sok Jadi Pahlawan, Rakyatlah yang Jadi Korbannya, ganjar, koster

Piala Dunia U-20 Batal: Ketika Politisi Sok Jadi Pahlawan, (Impian) Rakyatlah yang Jadi Korbannya

31 Maret 2023
Review Mars Partai Politik dari Orang yang Kurang Percaya Partai terminal mojok.co

Review Mars Partai Politik dari Orang yang Kurang Percaya Partai

17 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co sumatera selatan

Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

21 Juni 2026
Drama Tumbler di XXI: Ketika Membawa Tumbler Dianggap Tindakan Kriminal yang Mengancam Ekonomi Bisnis Bioskop  

Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!

22 Juni 2026
4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul daripada Stasiun Solo Balapan di Mata Saya Mojok.co

4 Alasan yang Membuat Stasiun Purwosari Lebih Unggul Dibanding Stasiun Solo Balapan di Mata Saya

22 Juni 2026
Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan Mojok.co

Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan

19 Juni 2026
Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau Mojok.co

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

17 Juni 2026
Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Arteri Mojok.co

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

19 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.