Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tidak Semua HRD Boleh Menyelenggarakan Psikotes

Mohammad Ibnu Haq oleh Mohammad Ibnu Haq
20 Juli 2020
A A
kondisi dunia kerja tidak semua hrd dalam rekrutmen kerja boleh menyelenggarakan psikotes mojok.co

tidak semua hrd dalam rekrutmen kerja boleh menyelenggarakan psikotes mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Selama ini psikotes termasuk hal yang lumrah dalam proses rekrutmen. Padahal sejatinya tidak semua orang, termasuk bagian HRD sekalipun, boleh menggunakannya sebagai alat untuk menguji pelamar kerja. Terdengar kontradiktif, bukan? Tapi memang seperti itulah yang sebenar-benarnya.

Sabar, sabar. Saya jelaskan alasannya kenapa tidak semua orang boleh menggunakan psikotes meskipun saya sendiri mempelajarinya mati-matian selama lima tahun.

Alasan tidak boleh pakai psikotes #1 Tidak diperkenankan dalam kode etik

Dulu, ketika mengikuti mata kuliah tentang kode etik (saya kuliah Psikologi), dosen saya menjelaskan bahwa untuk menggunakan psikotes secara penuh sampai ke tahap interpretasi, diperlukan sertifikasi khusus, yaitu psikolog atau saat ini setara dengan magister profesi psikologi.

Yang dimaksud interpretasi alat tes itu sendiri adalah mengolah hasil dari tes yang sudah dikerjakan tadi sampai ke pengambilan kesimpulannya. Dalam Kode Etik Psikologi Indonesia, memang sudah ditentukan bahwa psikologlah yang berhak melakukannya.

Kalau untuk sekadar administrasi penyelenggaraan psikotes sih, memang tidak harus psikolog sih, tetapi apa iya untuk kebutuhan rekrutmen kita tidak menggunakannya hingga tuntas? Cuma iseng-iseng yang penting ada psikotes biar kelihatan perusahaan yang bonafid gitu? Nggak kan.

Jadi, dalam hal ini, ketika ada HRD yang memutuskan tidak menggunakan psikotes, justru itu merupakan sikap taat dan kehati-hatian dalam mengimplementasikan keilmuan.

Alasan tidak boleh pakai psikotes #2 Tidak memiliki psikolog atau tidak ada kerja sama dengan biro psikologi

Nah, kalau di poin ini saya hakulyakin banyak sekali kantor yang memaksa HRD-nya untuk pakai psikotes padahal mereka tidak memiliki psikolog atau sedang menjalin kerja sama dengan biro psikologi.

Alasannya banyak. Dari profesi psikolog yang dianggap bergaji tinggi hingga biaya jasa rekrutmen biro psikologi yang bikin departemen keuangan jadi sensi.

Baca Juga:

Wanita Sudah Menikah Sulit Dapat Kerja: HRD Cari Karyawan Apa Calon Mantu?

HRD yang Merasa Dirinya Superior dan Paling Berkuasa Menentukan Nasib Pekerja Memang Pantas Jadi Musuh Bersama 

“Cuma cari karyawan saja harus keluar duit sebanyak itu. Kamu sendiri aja nggak bisa apa?” gerutu mereka.

Untuk jasa rekrutmen memang tiap biro psikologi mematok harga yang bervariasi. Namun, sebagai pihak internal perusahaan tentu seorang HRD dituntut melakukan efisiensi. Padahal sebagian besar user minta pagi dapat pagi.

Alasan tidak boleh pakai psikotes #3 Lembar psikotesnya bajakan atau hasil fotokopian sembarangan

Ada juga sebuah cerita unik dari kolega saya yang sudah bergelar psikolog. Perusahaan tempatnya bekerja tidak mau mengeluarkan biaya untuk membeli lembar soal dan jawaban psikotes yang asli. Padahal keaslian lembar psikotes itu harus.

“Halah, yang penting kan prosesnya. Tinggal fotokopi di tempat yang bagus juga nggak akan kelihatan bedanya?” bisik bosnya yang jelas tak mungkin dia usik.

Ketika berbuat benar menjadi ajang taruhan karier, di situ kadang saya merasa sedih.

Selain itu, ada juga beberapa HRD yang memang sengaja tidak menggunakan psikotes dengan alasan sudah semakin banyak bocoran kunci jawaban dan interpretasi psikotes di internet.

Coba ketik “psikotes” di laman Google. Saya pastikan akan banyak sekali tautan yang berjudul “tips dan trik”, “kunci sukses”, serta “contoh soal dan cara mengerjakannya”. Seputaran itulah pokoknya.

Sampai sekarang belum dipahami apa sih sebenarnya motivasi dari para pemberi tips dan trik ini. Mau berbagi kebaikan kok nggak bisa dibilang tepat karena sebenarnya yang dilakukannya itu justru malah menjerumuskan orang lain. Faktor ekonomi juga kayaknya nggak terlalu menghasilkan cuan. Entahlah.

Yang jelas belajar dari kunci jawaban kayak gitu nggak ada manfaatnya ya. Kalaupun ada tips, menurut saya sih yang paling penting adalah sebelum mengikuti psikotes pastikan kamu sedang berada dalam kondisi tubuh yang prima. Cukup tidur, hindari stres dan makan makanan bergizi.

Menyoal banyaknya kunci jawaban dan interpretasi itulah alasan lain saya untuk tidak saklek menggunakan psikotes dalam setiap rekrutmen. Lah, gimana ceritanya kalau yang mau ngerjain tes udah tahu “sebaiknya” dia menjawab apa, padahal belum tentu itu adalah kecenderungan perilakunya sendiri. Bisa njeglek dong nanti saat diterima bekerja ternyata sikap dan perbuatannya berbeda dengan hasil tesnya.

Terus kalau nggak pakai psikotes apa iya cuma wawancara?

Jelas tidak. Banyak lho metode lain yang bisa digunakan selain tes dan wawancara. Focus group discussion, observasi, role play, grafologi, dan metode-metode yang lain yang lebih kreatif. Tengok di YouTube bagaimana proses rekrutmen Mercedes-Benz dan Heineken. Dua perusahaan itu adalah rujukan proses-proses rekrutmen yang kreatif namun tetap tepat sasaran.

Seandainya pun perusahaan menuntut adanya tes, saya lebih cenderung memilih alat tes rekrutmen custom based karya anak bangsa semisal Hachi (Behaviour Match Indicators) atau alat tes lain yang bukan merupakan psikotes. Doodle tes contohnya. Alat tes ini konon dibuat oleh para ahli grafologi.

Intinya sih, kalau memang kita tidak berhak pakai psikotes jangan memaksakan diri. Apalagi sampai diniati berbuat culas dengan asal fotokopi. Tertib perkara legal adalah salah satu ciri profesional.

BACA JUGA Sesi Konsultasi Psikologi di Tes Kesehatan Sebelum Menikah yang Kayak Tempelan Aja dan tulisan Mohammad Ibnu Haq lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2020 oleh

Tags: HRDlamaran kerjapsikotes
Mohammad Ibnu Haq

Mohammad Ibnu Haq

Sukanya mojok

ArtikelTerkait

kerja negosiasi gaji gaji sule di awas ada sule mojok

Panduan bagi Fresh Graduate dan Pelamar Kerja agar Tidak Keliru Saat Negosiasi Gaji

24 Februari 2021
Hei yang Mau CPNS, Saya Kasih Tahu Ya, Kalian Nggak Perlu Belajar Buat Ngerjain Psikotes!

Hei yang Mau CPNS, Saya Kasih Tahu Ya, Kalian Nggak Perlu Belajar Buat Ngerjain Psikotes!

20 Desember 2019
Tips Menjawab Motivasi dari HRD saat Interview Kerja Bagi Pencari Kerja (Unsplash)

Cara Mudah Menjawab Pertanyaan Tentang Motivasi Kerja saat Interview Kerja dari HRD

9 Januari 2023
hobi resign dari tempat kerja alasan ragu cara memutuskan menyesal mojok.co

Saran bagi Pekerja yang Hobi Resign padahal Baru Kerja Sebentar

20 Agustus 2020
Tips Melamar Kerja Lewat Job Portal dari HRD, Semoga Langsung Tembus! Mojok.co

Tips Melamar Kerja Lewat Job Portal dari HRD, Semoga Langsung Tembus!

19 November 2023
pelamar kerja wawancara kerja lamaran kerja calon karyawan surat lamaran cv copas melamar kerja mojok.co

Menerka Mana yang Lebih Efektif: Melamar Pekerjaan secara Online atau Konvensional?

10 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026
4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026
Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan
  • Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru
  • Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.