Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
17 Juni 2026
A A
Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat Mojok.co

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di mata saya, Terminal Cileungsi Bogor punya dua wajah. Satu sisi, terminal ini adalah penyelamat ketika saya hendak bepergian jauh. Sisi lain, tempat ini terasa begitu merana, sekarat. Seolah-olah hidup segan, mati pun tak mau, terlebih untuk melayani rute-rute pendek dalam kota, 

Harus saya akui, Terminal Cileungsi Bogor andalan saya untuk urusan Bus Antar Kota Antarprovinsi (AKAP). Berkat adanya terminal ini, saya tidak perlu membuang waktu dan tenaga untuk macet-macetan menuju Terminal Kampung Rambutan atau Bekasi hanya demi mencari bus malam. 

Coba sebutkan kota tujuannya, mulai dari Solo, Jogja, hingga Surabaya, semua armada bus terbaru berjejer rapi di sana. 

Setiap sore menjelang akhir pekan, suasana di area bus jarak jauh begitu hidup. Saya sering berdiri di sudut terminal, menyaksikan kesibukan orang-orang yang menggendong tas carrier besar, menenteng koper, atau mengikat kardus oleh-oleh dengan tali rafia. 

Di area inilah, Terminal Cileungsi Bogor benar-benar menjalankan fungsinya dengan sangat baik dan memberikan rasa aman bagi perjalanan jauh saya.

Terminal Cileungsi Bogor sakis bus dalam kota dan jadwalnya yang gaib

Akan tetapi, di balik kegagahan bus-bus antarkota tersebut, ada satu rute jarak menengah yang paling sering membuat saya mengelus dada, yaitu bus jurusan Cileungsi–Tanah Abang. 

Bus ini sebenarnya menjadi tumpuan utama saya jika ingin pergi ke pusat grosir atau kawasan Sudirman tanpa harus repot transit naik KRL dari Stasiun Nambo. Sayangnya, satu kendala besar yang selalu saya hadapi adalah kenyataan bahwa bus ini tidak setiap waktu tersedia di jalurnya.

Menunggu bus Tanah Abang di Terminal Cileungsi membutuhkan stok kesabaran dan keberuntungan yang luar biasa. Jadwal keberangkatannya terasa gaib karena jam operasionalnya yang sangat ketat dan terbatas. Jika saya terlambat sedikit saja pada pagi hari, saya dipaksa pasrah menunggu tanpa kepastian kapan armada berikutnya akan datang.

Baca Juga:

Sekali Naik Angkot Bekasi, Saya Paham Kenapa Orang Jakarta Lebih Pilih Motor

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

Angkot rute pendek bak ingin menjemput ajal penumpangnya

Penderitaan saya saat menunggu bus Tanah Abang ternyata belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan pemandangan di area angkutan rute pendek. 

Ketika saya melangkah ke area angkot lokal, suasananya langsung berubah menjadi muram dan sunyi. Angkot-angkot jurusan lokal, seperti arah Jonggol atau yang membelah jalanan dalam Cileungsi, kini kondisinya sudah berada di ujung tanduk alias sekarat.

Saya melihat sendiri bagaimana angkot-angkot tersebut kalah telak oleh kepemilikan motor matic yang masif dan kehadiran ojek online. Akibat penumpang yang makin sepi, para sopir angkot terpaksa ngetem berjam-jam di dalam terminal hingga waktu saya habis terbuang percuma. 

Area ini pun kini hanya menyisakan deretan armada karatan yang meratap menunggu penumpang yang tak kunjung datang.

Jadi, Terminal Cileungsi Bogor dalam ingatan harian saya adalah sebuah tempat yang penuh dengan ironi transportasi pinggiran. Di bawah satu atap yang sama, saya melihat kemegahan bus-bus double decker jarak jauh terparkir berdampingan dengan angkot rute pendek yang pintunya sudah mulai lepas, serta bus Tanah Abang yang jadwalnya timbul tenggelam.

Terminal ini memang sukses menjadi pahlawan yang mengantar saya menuju kota-kota yang sangat jauh. Namun, di waktu yang sama, gagal total untuk sekadar mengantar saya dengan nyaman ke kota tetangga.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA  Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Juni 2026 oleh

Tags: akapAngkotbogorBusbus dalam kotaCileungsicileungsi bogorterminal bogorTerminal CileungsiTerminal Cileungsi Bogor
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Plaza Jambu Dua Bogor: Pusat Belanja yang Sempat Mati Suri, Kini Dihidupkan Kembali

Plaza Jambu Dua Bogor: Pusat Belanja yang Sempat Mati Suri, Kini Dihidupkan Kembali

19 Agustus 2024
Trans Semarang, Cumi Darat yang Sesungguhnya. Ditungguin Nyembur, tapi kalau Disalip Nyebelin

Trans Semarang, Cumi Darat yang Sesungguhnya. Ditungguin Nyembur, tapi kalau Disalip Nyebelin

15 Juni 2024
Dilema Orang Bogor: Terlalu Betawi untuk Disebut Sunda

Bogor Kaya Sejarah, tapi Miskin Perhatian: Potensi Besar Perlu Keseriusan dalam Pengelolaannya

15 Juli 2024
Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026
Orang Lemah Nggak Cocok Hidup di Bogor (Unsplash)

4 Jenis Orang yang Nggak Bakal Cocok Hidup dan Menetap di Bogor, Khususnya Orang Lemah Mental Apalagi Fisik

20 Mei 2025
Derita yang Saya Rasakan Saat Naik Bus Sinar Jaya dari Jakarta ke Kawunganten Cilacap

Derita yang Saya Rasakan Saat Naik Bus Sinar Jaya dari Jakarta ke Kawunganten Cilacap

28 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan Tapi Gila

Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan tapi Gila

11 Juni 2026
4 Alasan Rumah Madura Punya Teras Depan yang Luas (Wikimedia Commons)

4 Alasan Rumah di Madura Kebanyakan Punya Teras Depan yang Luas

17 Juni 2026
Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

11 Juni 2026
Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Jadi Penyelamat di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas Mojok.co

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

13 Juni 2026
Kota Minyak, Julukan yang Kini Jadi Derita Warga Balikpapan (Unsplash)

Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan

14 Juni 2026
Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak (Unsplash)

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak

14 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.