Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Tentang Viral dan Pentingnya Mengambil Jarak Terhadapnya

Tappin Saragih oleh Tappin Saragih
8 Juli 2019
A A
viral

viral

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian punya cermin besar di kos atau di rumah? Coba deh sekarang ambil atau mendekat ke cermin lalu dekatkan mata kalian ke cermin? Apa yang kalian lihat? Saya yakin seratus persen, kalian hanya bisa melihat mata kalian dan itu pun kabur.

Terus hubungan cermin dengan judul—viral—apa? Sebelumnya, saya ajak kalian lebih dulu berkelana ke pengalaman pribadi saya. Di akhir tulisan, kalian boleh membuat keputusan dengan bebas: menganggukkan kepala atau menggelengkan kepala.

ADVERTISEMENT

Hampir setiap hari, saya melihat atau mendengar sesuatu yang heboh—viral. Yang viral tersebut seolah-olah sangat mendesak, krusial dan penting bagi kehidupan saya sehingga saya harus mengikutinya dan tidak boleh ketinggalan. Orang-orang pun berbondong-bondong melihat—karena penasaran—lalu buru-buru berkomentar sana-sini seperti para ahli.

Jujur saja, sekarang saya malas membuang-buang energi untuk sesuatu yang viral. Dulu masih tertarik, sekarang sudah jera. Bagaimana tidak? Kalau ada yang viral, semua orang posting itu, membicarakannya, menjadikannya status dan seterusnya. Rasa-rasanya tidak ada lagi yang lebih menarik, lebih berguna, lebih penting selain itu mirip bayangan mantan yang terus menghantui—hehe. Lama-lama pusing kepala saya berada di pusaran itu. Saya merasa lebih baik menjauh.

Sekarang coba perhatikan media-media raksasa. Mereka mengeksploitasi kata viral sebagai strategi dalam bisnisnya. Koran-koran online menjadikannya sebagai judul. Misalnya, “VIRAL—Seorang Perempuan Rela Dimadu Demi Kepuasan Suaminya”. Viral ini sudah mirip seperti clickbait saat anda menonton video di YouTube—jebakan Batman.

Setelah sekian lama saya mengamati, ternyata banyak juga penulis yang buru-buru menanggapi—menuliskan—sesuatu yang viral. Biar keren—kita sebut istilahnya—berpartisipasi membuatnya semakin viral. Motivasinya, saya jelas tidak tahu. Bisa ingin memanfaatkan momen untuk popularitasnya sebagai penulis. Bisa pula karena merasa itu sangat penting untuk khalayak banyak. Atau, bisa pula otaknya sedang buntu—kehabisan topik karena tidak ada ide bagus yang bisa membuatnya orgasme secara intelektual maupun spiritual. hahaha

Saya pribadi tidak suka buru-buru merespon atau menanggapi sesuatu yang viral. Ada beberapa alasan. Pertama, biasanya yang viral sifatnya sensasional—emosional—dan cepat pula berlalu. Kedua, sesuatu yang viral biasanya langsung dikerumuni banyak orang. Saya bukan tipe orang yang suka ikut-ikutan—kalian pasti sudah pernah dengar pepatah tentang singa dan domba itu kan?—hehe. Ketiga, ini berhubungan dengan cermin di awal tulisan ini.

Dari dulu saya dinasehati supaya membuat keputusan—tanggapan—dalam keadaan tenang, pikiran sedang jernih, dan emosi sedang tidak menggebu-gebu—sangat sedih atau sangat senang. Guru-guru spiritual saya—mereka sering saya temukan di tulisan-tulisan, di sebuah acara, di mana saja—bilang, kita harus mengambil jarak terhadap segala sesuatu supaya bisa melihatnya dengan jelas. Dengan adanya jarak, emosi kita akan lebih stabil. Bahkan dengan adanya jarak, bukan hanya rindu yang mekar tapi sifat asli pacarmu juga jadi ketahuan—sabar ya kalau diselingkuhin karena LDR. haha

Baca Juga:

Selama Kasus Baru Ditangani kalau Viral, Jangan Harap Imbauan untuk Tidak Share Video Bullying Akan Digubris Orang-orang

Tobrut Memang Meresahkan, Budaya Merendahkan Tubuh Perempuan tapi Dimaklumi karena Gampang Masuk FYP

Intinya, jarak memberikan kesempatan kepada diri kita untuk merenung, bercermin—berefleksi. Saat kita merenung, kita bisa melakukan pemilahan dengan jelas atau sering disebut discernment. Dengan mengambil jarak satu atau dua meter dari cermin, kalian akan melihat dengan jelas apa yang ada dalam cermin—peristiwa. Kalian akan bisa melihat mata, rambut, telinga, dada, tangan, kaki bahkan kalau sedang telanjang, kalian bisa melihat tahi lalat yang ada di dekat selangkangan.

Selain itu, dalam cermin kamu juga bisa melihat sesuatu yang lain seperti meja, tembok, lukisan mantan, buku atau apa saja yang ada di belakang bayanganmu. Jadi, kalau kita tidak mengambil jarak, tentu yang bisa kita lihat hanya sedikit. Sialnya, itu pun kabur. Lalu mengapa masih ngebet banget menanggapi sesuatu yang viral?

Kalian boleh menggelengkan kepala atau menganggukkan kepala dengan tulisan ini. Jangan khawatir saya bukan nabi yang butuh pengikut. Saya hanya mengutarakan pendapat pribadi dan bagaimana saya bersikap. Saya percaya, meskipun saya menulis hal-hal remeh temeh, tidak sedang viral atau tidak menarik—menjual—menurut kaca mata bisnis, kalau yang saya tulis itu punya manfaat (nilai), pada akhirnya orang-orang akan tiba pada tulisan saya.

Kalau kita setia menuliskan sesuatu yang bermanfaat, berkualitas—esensial—pelan tapi pasti, kita akan punya pembaca yang setia. Akhir kata, jangan lupa bercermin. Apapun profesi kalian, kalian perlu merenung sebab hidup yang tak direnungkan tak layak dijalani kata Socrates. Tapi ingat, jangan lupa ambil jarak.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: Kritik Sosialpanjat sosialviral
Tappin Saragih

Tappin Saragih

ArtikelTerkait

bioskop

Membuang Sampah Sendiri Seusai Nonton di Bioskop adalah Perkara Kemanusiaan

15 Juli 2019
musik indie

Mengkritisi Anak Indie yang Tidak Tahu Arti Musik Indie

13 Agustus 2019
parkir syariah

Tiga Alasan Kenapa Parkir ‘Syariah’ Itu Penting

14 Juli 2019
menegur

Antara Merekam dan Menegur: Kamu Tim yang Mana?

10 September 2019
Hal-hal terkait Jombang yang Bikin Saya Menanggung Malu di Perantauan

Hal-hal terkait Jombang yang Bikin Saya Menanggung Malu di Perantauan

28 November 2023
#instagramdarkmode

Emang Ada Apa Sih dengan #InstagramDarkMode?

14 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.