Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Puasa yang Dipermasalahkan

Yusuf Abdhul Azis oleh Yusuf Abdhul Azis
30 Mei 2019
A A
puasa yang dipermasalahkan

puasa yang dipermasalahkan

Share on FacebookShare on Twitter

Ramadan merupakan bulan yang dipercaya umat muslim sebagai bulan penuh berkah dan bulan pengampunan atas segala dosa serta khilaf yang pernah kita lakukan. Di bulan Ramadan, umat muslim seluruhnya diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Manusia yang melaksanakannya berusaha untuk menahan makan, minum, dan nafsu tercela—yang dilatih bukan hanya fisik yang beritandak sebagai jasmaniah tetapi  juga hati yang sangat rohaniah.

Mengapa yang dijaga makan dan minum tetapi yang bersih adalah hati dan perasaan? Hal ini seperti juga pada wudu di mana yang kentut bukan tangan dan wajah tetapi yang dibasuh adalah tangan dan wajah.

Semua itu ada hakikatnya yang tersirat. Begitupun puasa yang diharapkan dari adanya ibadah ini kita tetap bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa ada gangguan gara-gara menjalankannya.

***

Suatu sore ada kelas tambahan sekita pukul 16.00 WIB. Kelas dihadiri oleh 2/3 dari jumlah mahasiswa yang ambil kelas tersebut. Tak masalah bagi pengajar karena memaklumi mungkin ada kegiatan diluar yang sudah diagendakan dan lebih penting.

Kelas berlangsung dengan materi pelajaran ya bisa dibilang susah—atau memang akunya yang lomot aku juga nggak tau—dengan didominasi pembelajaran satu arah. Dosen menyampaikan dan bercerita tentang materi dan mahasiswa mendengarkan dengan seksama.

Hari semakin sore, wajah-wajah tidak bisa dibohongi. Banyak yang menguap, menyangga uang (menyangga dagu), main HP, dan kelihatan lesu sehingga kurang fokus terhadap materi.

Kemudian, pengajar punya ide buat nge-tes mahasiswanya dengan berjalan ke belakang dan bertanya pada mahasiswa yang mengantuk di bagian belakang pojok.

Baca Juga:

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

Bukber Itu Cuma Akal-akalan Kapitalisme, Kalian Cuma Dibodohi, dan Anehnya, Kalian Nurut!

“Dek, berilah contoh sesuai kasus tersebut yang paling mudah ditemukan, misal di kelas ini,” tanya Bapak pengajar.

Mahasiswa itu nampak berpikir. “Heh opo e, aku tak mendengarkan tadi,” dia bertanya berbisik dengan teman di sampingnya. Tetapi keduanya juga tidak mendengarkan.

“Tidak tahu, Pak.” jawab mahasiswa tersebut dengan entengnya.

Kemudian pembelajaran dilanjutkan kembali. Wajah mahasiswa mulai sedikit tegang karena dengan usil Bapak ini bertanya pada beberapa orang.

“Ngantuk, ya? Karena puasa?”celetuk Bapak pengajar.

 

Banyak memang tidak hanya di kelas atau di pertemuan, ketika memasuki Bulan Ramadan dengan kebanyakan orang puasa (mayoritas), orang-orang ini merasa harus dihargai atas ibadahnya ini. Malas dan ngantuk katanya juga disebabkan oleh hal ini. Jam kerja dan Jam kuliah juga diperpendek  karena banyak yang puasa—apa memang karena mayoritas kemudian puasa jadi dipermasalahkan?

Padahal puasa tidak salah. Misalkan saja, ketika kita melakukan kita melakukannya di luar bulan Ramadan, apakah juga ada yang mempersalahkan? Aku yakin tidak karena memang seharusnya ibadah adalah urusan kita dengan Tuhan saja.

Kita saja tidak tahu orang lain itu sedang benar-benar puasa atau tidak—kan bisa saja dia berpura-pura lemas supaya dikira puasa karena memang mayoritas sedang berpuasa.

Nah, puasa kok jadi dipermasalahkan. Memang wajar jika dengan menahan makan dan minum membuat seseorang lebih kurang energy apalagi ketika sore hari. Akan tetapi, jangan sampai lah ya orang lain tahu kalau kita sedang puasa terus kita minta harus diperhatikan(?).

Sedangkan hal yang sesuai dengan kepentingan kita—puasa—menjadi hal yang bisa diikutsertakan dalam masalah.

“Kamu puasa ya? Nggak boleh bohong lo.”

Nah, kan!

 

Dalam semua hal mengapa menjadi puasa yang dipermasalahkan? Sebenarnya bukan dipermasalahkan tetapi jangan menjadikan ibadah sebagai alasan untuk segala sesuatu supaya kita merasa aman dan seenaknya. Dalam hidup ada aturan yang berkesusilaan juga.

Berbeda cerita dengan petani yang sedang memanen padi. Dulu aku dan orang-orang (petani) bisa panas-panasan seharian tetapi memang tidak mempermasalahkan puasa karena yang dipikirkan adalah bagaimana mencari sesuap nasi untuk berbuka nanti.

“Mugi-mugi cepat selesai biar dapet upah—mugi-mugi puasaku nggak batal”.

Yang ada dipikiran mereka adalah bagaimana biar tetap semangat dan segera mendapatkan upah untuk sesuap nasi dan semoga puasa tidak batal karena terlalu capek bekerja. Jika disambi dengan puasa semoga barokah hasil yang diperoleh. Doa yang sungguh tulus menurutku.

Berpuasa adalah urusan kamu dengan dirimu sendiri dan Tuhan-Mu. Jangan sampai mempermasalahkan puasa untuk melindungimu dari kesalahan dan kepentinganmu. Puasa tujuannya untuk membersihkan hati bukan untuk mencari simpati.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: Kritik SosialPuasaPuasa yang DipermasalahkanRamadan
Yusuf Abdhul Azis

Yusuf Abdhul Azis

ArtikelTerkait

7 Lagu Religi Tak Biasa yang Bisa Didengarkan untuk Sambut Ramadan Terminal Mojok

7 Lagu Religi Tak Biasa yang Bisa Didengarkan untuk Sambut Ramadan

31 Maret 2022
13 reasons why

Membayangkan Emile Durkheim dan Max Weber Berseteru Memperdebatkan Serial ’13 Reasons Why’

11 Juni 2019
Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi Mojok.co

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

9 Maret 2025
naskah jawa tembang jawa kaum rebahan serat wulangreh pakubuwana iv cegah dhahar lawan guling mojok

Kaum Rebahan Harus Tahu Nasihat ‘Cegah Dhahar Lawan Guling’ dari Pakubuwana IV

10 Mei 2020
tukang pangkas rambut

Tukang Pangkas Rambut Berpenghasilan 45 Juta Tiap Bulan: Makanya Jangan Suka Menyepelekan Pekerjaan Orang

8 Agustus 2019
haters luqman

Kisah Luqman dan Fenomena Haters di Indonesia

17 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.