Tanda-Tanda Pasangan Ilegal Mau Check-in Hotel

Artikel

Dessy Liestiyani

Beberapa tahun belakangan saya membantu suami mengelola hotel kecil di sebuah kota wisata yang selain terkenal akan keindahan alamnya, juga kuat nuansa Islaminya. Walaupun demikian, maaf saja, kota ini juga belum bebas merdeka dari kegiatan maksiat. Salah satu contohnya, cukup sering kami menjumpai beberapa pasangan ilegal yang mau menginap di hotel kami. Walaupun hotel kami belum ada embel-embel “syariah” namun kami berusaha untuk sedapat mungkin menjalankan aturan yang tidak melanggar ketentuan pemerintah maupun keyakinan agama kami. Salah satunya adalah komitmen untuk tidak menerima pasangan ilegal tersebut.

Tau pasangan ilegal kan? Maksudnya adalah pasangan cowok dan cewek (biasanya) yang belum terikat pernikahan, namun mau coba-coba nginep di hotel. Awalnya saya cukup terkejut melihat kenyataan banyaknya pasangan ilegal baik dari wisatawan maupun warga kota setempat. Bahkan ada juga dari kalangan pelajar yang masih memakai baju seragam sekolah atau pun jas almamaternya. Tentu saja mereka semua ditolak menginap di hotel kami.

Mungkin kalian bertanya-tanya, gimana caranya kami bisa tau bahwa mereka pasangan ilegal atau tidak? Nah, para resepsionis di tempat kami sudah sangat hafal dengan gelagat para pasangan ilegal ini. Umumnya begini tanda-tandanya:

Cowok yang bertugas nanya kamar

Karena pasangan, biasanya yang “dijorokin” buat nanya kamar ke meja resepsionis adalah pihak lelaki. Pasangan perempuannya duduk manis di kursi lobby yang jauh atau nunggu di parkiran. Setelah mengetahui harganya, umumnya pihak lelaki meminta waktu sebentar untuk berdiskusi dengan pasangannya tersebut.

Untuk urusan “diskusi” ini memang tidak semua tipe tamu bisa dikategorikan sebagai pasangan ilegal. Karena keluarga yang bawa anak dan orang tua juga biasanya sebagian dari mereka masih menunggu di mobil di tempat parkir. Namun dalam mengenali pasangan ilegal, hal ini umumnya bisa dijadikan salah satu gelagat sebelum masuk ke tanda-tanda selanjutnya.

Baca Juga:  Tidak Cuma Rendah Minat Baca, Ternyata Masyarakat Indonesia Juga Rendah dalam Memaknai Informasi

Celingak-celinguk

Kebanyakan para lelaki atau pasangan masuk lobby dengan ragu-ragu. Sambil berjalan menuju meja resepsionis mereka biasanya celingak-celinguk terlebih dahulu, menyebar pandangan ke segala penjuru lobby. Mungkin mereka memastikan bahwa tidak ada orang di hotel yang mereka kenal atau mengenali mereka. Kadang mereka memakai sesuatu yang mungkin tujuannya untuk menyamarkan identitas seperti topi, syal, atau helm biar nyaru sama abang ojol .

Malu-malu

Pasangan ilegal biasanya terlihat malu-malu, sambil berjalan melipir. Umumnya mereka menanyakan kamar dengan suara pelan, sayup dan semilir-semilir. Padahal saat itu di lobby juga sedang tidak ada orang. Suara yang keluar kadang terdengar sedikit bergetar dan penuh ketidakpercayaan diri. Seperti orang yang nggreges meriang atau tidak enak badan, dan menelan ludah sebelum kalimatnya selesai.

Untungnya para resepsionis pun sudah terlatih dan terbiasa dengan kondisi ini, jadi walaupun ngomongnya pelan banget, pasti yang ditanya adalah, “Ada kamar?”

Raut wajah tidak nyaman

Pasangan ilegal umumnya terlihat berbeda dari tamu lainnya. Raut wajah yang terlihat tegang, panik, deg-degan dan cemas. Terkesan tidak nyaman. Seperti maling yang udah tau kalau perbuatannya salah dan takut ketauan warga. Apalagi kalau pasangan ini dari kalangan anak sekolah atau kuliahan. Terlihat seperti ABG yang mengendap-endap pulang telat, takut ketauan bokap.

Gelagepan ditanya dokumen resmi

Kalau urusan harga udah gak masalah, nah fase selanjutnya adalah registrasi. Di sinilah perdebatan dimulai. Biasanya kalau sudah diminta dokumen pelengkap administrasi seperti surat nikah, jawabnya gak bawa. Diminta KTP ngasihnya kartu pelajar atau kartu mahasiswa. Diminta SIM alasannya ntar kalau dirazia polisi gimana? Sampai ditanya foto saat menikah pun jawabannya foto-foto di hape baru aja kehapus.

Baca Juga:  Apa yang Salah Dengan Logat—Aksen dan Dialek?

Dan kalau sudah “a i u e o” gitu biasanya pertumpahan iler itu pun berakhir dengan penolakan, mohon maaf tidak bisa menginap di tempat kami…

Ngaku

Nah percaya atau nggak, ada juga beberapa pasangan yang memang ngaku kalau mereka belum menikah. Dengan segala daya upaya mereka meyakinkan pihak resepsionis kalau mereka haqul yaqin bakalan menikah. Duh… paling kami hanya bisa mendoakan saja… Aamiin, semoga lancar dan sukses yaa kakak…

Dan sebelum ngaku sebagai pasangan ilegal, umumnya mereka menanyakan pertanyaan seperti ini, “di hotel ini aman kan? “ (maksudnya, aman dari razia polisi dan satpol PP). Atau pertanyaan seperti ini, “kalau mau nginep di sini syaratnya apa ?” (emangnya mau masuk ABRI pakai syarat-syarat segala?? Nah..pertanyaan-pertanyaan itu biasanya berlanjut dengan pengakuan, ”kami pasangan ilegal.”

Case closed!

Ya, itulah beberapa pengalaman kami menghadapi kelakuan mereka. Kami yakin, agama apa pun di Indonesia tidak ada yang melegalkan jenis pasangan ini. Jadi yang belum punya surat nikah resmi, jangan coba-coba deh. Aura bohongnya orang salah itu nggak akan bisa ditutup-tutupi!

BACA JUGA Please, Jangan Jadi Manusia Norak Saat Menginap di Hotel! dan tulisan Dessy Liestiyani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
51


Komentar

Comments are closed.