Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sebat

Tanah Yerusalem Jadi Saksi Orang Jawa, Yahudi, dan Palestina Bisa Merokok Bersama

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
17 September 2020
A A
Tanah Yerusalem Jadi Saksi Orang Jawa, Yahudi, dan Palestina Bisa Merokok Bersama hamas konflik agama terminal mojok.co

Tanah Yerusalem Jadi Saksi Orang Jawa, Yahudi, dan Palestina Bisa Merokok Bersama hamas konflik agama terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pada awal September 2016, saya terenyak di depan kepulan asap rokok Bapak. Tanpa hujan, tanpa angin, Bapak menyatakan akan berangkat ziarah ke Yerusalem. Di tengah pemberitaan gencar perihal konflik Israel-Palestina, hati siapa yang tidak merinding membayangkan kondisi di sana.  Saya pun menerima kenyataan bahwa Bapak saya akan mendatangi pusat konflik itu.

Lebih jauh lagi, Bapak juga mengajak Ibu saya. Ini semakin membuat saya merinding. Terpisah dengan orang tua yang berada di area konflik bukan sesuatu yang biasa saja. Ingin rasanya meng-hih kedua orang tua saja. Kok ya nganeh-anehi berangkat ke wilayah yang tak jelas dikuasai negara mana. Sayang sekali, moralitas Jawa menghalangi saya untuk meng-hih orang tua.

Memang, Yerusalem adalah tujuan ziarah terwahid. Ada tiga agama samawi yang punya sejarah di sana. Tapi mbok ya ditunda dulu. Pemberitaan tentang kisruh di Timur Tengah masih gencar. Foto rudal yang seperti kembang api juga berseliweran di beranda media sosial saya. Tapi melihat antusiasme kedua orang tua saya, yo wes lah saya ikhlas dan berharap pada semesta semua akan baik-baik saja.

Tiba di hari keberangkatan, saya punya waktu luang untuk memantau perjalanan orang tua saya karena saya tengah mengerjakan skripsi yang tak usai-usai. Dari kejadian yang lucu sampai yang membuat deg-degan, dari sekadar digeledah pihak bandara Abu Dhabi sampai bapak saya yang dikepoin aparat keamanan Palestina, semua saya pantau dari Indonesia.

Setiap hari saya bertanya keadaan di sana. Apakah ada konflik? Apakah ada serangan rudal? Apakah Bapak dan Ibu jauh dari kisruh di Timur Tengah? Sebenarnya saya cukup was-was. Namun, sepertinya Ibu punya cara jitu menenangkan pikiran anaknya. Beliau mengirim sebuah foto yang mengubah cara pandang saya tentang tanah Yerusalem dan konflik Palestina-Israel.

Dalam foto tersebut, terdapat empat orang yang sedang merokok. Paling kiri adalah Bapak yang outfitnya cetar itu. Di sebelahnya adalah Yoram, tour guide berdarah Yahudi. Perempuan yang terlihat bersandar mesra di samping Yoram adalah Pamella, istri Yoram yang berdarah Indonesia. Sedangkan yang paling kanan adalah Khareem, driver bus dari Palestina yang berdarah Arab.

Pertama, saya melihat foto itu dengan geli. Ternyata Bapak tidak bisa menahan untuk berhenti merokok selama tiga minggu di negeri para nabi itu. Tapi, setelah sadar siapa saja dalam foto tersebut, saya geleng-geleng.

Baca Juga:

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

Dalam foto tersebut, ada orang Jawa, Yahudi, dan Palestina yang sedang santai merokok. Tidak ada kerusuhan. Tidak ada pula kebencian yang tersirat dari wajah mereka. Lalu di mana ingar bingar yang selalu didengungkan warga Indonesia?

Lebih unik lagi, empat orang di foto tersebut juga berbeda keyakinan. Bapak saya Kejawen, Yoram adalah penganut Yahudi, Pamella adalah penganut Kristen, dan Khareem beragama Islam. Keempat orang tersebut akur-akur saja. Terutama Yoram dan Khareem.

Orang tua saya juga menjelaskan apa yang terjadi selama berkunjung ke Yerusalem dan sekitarnya. Benar, ada konflik berdarah antara Israel dengan Hamas. Namun, bukan berarti suasana jadi mencekam dan tidak tenteram. Bagi warga yang tidak terdampak konflik, mereka tetap hidup berdampingan.

Inilah yang menurut saya sayang untuk dilewatkan. Kebencian terhadap Israel dan Yahudi terlalu dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Kebencian ini berujung pada stereotipe bahwa semua orang Yahudi itu jahat dan membenci orang Islam. Lalu sudah sepantasnya kita membenci orang Yahudi.

Kenyataannya, di “pusat konflik” sendiri tidak ada kebencian berdasarkan ras dan agama. Yoram dan Khareem tidak saling benci, malah akur sebagai partner kerja dan teman. Tidak hanya akrab formalitas di depan peziarah, tapi juga di belakang layar saat mereka diam-diam merokok.

Patut kita ingat, di Yerusalem tidak diizinkan merokok sembarangan. Ruang untuk perokok juga sangat langka. Maka, orang-orang seperti Yoram dan Khareem harus pandai-pandai mencari tempat sepi untuk merokok. Salah satunya di parkiran bus pariwisata. Di sana mereka merokok bersama tanpa membawa kebencian yang biasa dikisahkan di Indonesia. Adem ayem dan penuh canda tawa.

Selain perkara kebencian yang fana, saya juga makin selektif dalam mendapat berita. Ketika orang tua saya sedang berada di Yerusalem, banyak video beredar perihal kerusuhan di Masjidilaqsa. Tentu saya panik setengah mati. Mau nyusul mengevakuasi orang tua saya, tapi harus jaga rumah.

Ternyata, video tersebut adalah video lawas. Bahkan beberapa hari setelah video itu beredar, bapak saya bisa berkunjung ke Masjidilaqsa. Bapak sempat meluangkan waktu untuk salat di sana (Bapak saya seorang Muslim sebelum menjadi kejawen). Mungkin, ini pertama kali saya terlibat dalam proses mematahkan video hoaks.

Pada akhirnya, perjalanan orang tua saya ke Yerusalem dan sekitarnya membangun sudut pandang baru. Membenci penindasan itu baik. Berempati pada kelompok yang tertindas itu perlu. Namun, membenci seseorang berdasarkan ras adalah kemunduran bagi manusia modern. Apalagi membenci hingga menganggap sebuah bangsa layak dihabisi.

Yoram dan Khareem adalah bukti sederhana bahwa kebencian pada konflik berbeda dengan kebencian pada manusia, agama, dan bangsa. Aneksasi Israel layak dikutuk dan dilawan. Namun, mendramatisasi penderitaan rakyat Palestina malah makin merendahkan martabat mereka. Apalagi menggunakan simbol mereka untuk demo atau kampanye di Indonesia.

Photo by Haley Black via Pexels.com
Foto di Yerusalem dokumentasi pribadi penulis

BACA JUGA Meluruskan Nama Cukuran Rambut Pria biar Nggak Salah Kaprah dan tulisan Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2022 oleh

Tags: agamatraveling
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

hypatia

Malangnya Nasib Hypatia Gadis yang Dibunuh karena Penelitian Ilmiah

2 Juli 2019
Agama baru Hellbound

Kiat-kiat Bikin Agama Baru ala Hellbound

27 November 2021
rasisme

Tidak Ada Tempat Bagi Rasisme di Dunia Ini, Sekalipun Dalam Sepak Bola

5 September 2019
Pengalaman Berkunjung ke Desa Langau di Perbatasan Indonesia-Malaysia terminal mojok.co

Pengalaman Berkunjung ke Desa Langau di Perbatasan Indonesia-Malaysia

15 November 2020
Para Penyembah Tembok dan Konsep Agama dalam 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Para Penyembah Tembok dan Konsep Agama dalam ‘Attack on Titan’

26 Februari 2021
Pengalaman Pencinta WC Jongkok Saat Boker di Bandara Changi Singapura terminal mojok.co

Pengalaman Pencinta WC Jongkok Saat Boker di Bandara Changi Singapura

5 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 jajanan tradisional Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya jauh berbeda Mojok.co

4 kuliner Bandung yang bikin orang Semarang gagal paham. Nama dan tampilan mirip, tapi rasanya berbeda

16 Juli 2026
Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

11 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026
5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal

5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal, salah satunya bikin malu saja

11 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak Mojok.co

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.