Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Taman Jalan Sultan Agung Bukti Betapa Jelek Selera Pemkot Batu, Seharusnya Bisa Lebih Bagus dari Itu

Iqbal AR oleh Iqbal AR
5 Oktober 2025
A A
Taman Jalan Sultan Agung Bukti Betapa Jelek Selera Pemkot Batu, Seharusnya Bisa Lebih Bagus dari Itu Mojok.co

Taman Jalan Sultan Agung Bukti Betapa Jelek Selera Pemkot Batu, Seharusnya Bisa Lebih Bagus dari Itu (Dok: Iqbal AR)

Share on FacebookShare on Twitter

Kota Batu sepertinya belum mau berhenti untuk bersolek. Terlebih setelah Kota Batu punya pemimpin baru dan jelang hari jadi Kota Batu yang ke-17 pada 17 Oktober mendatang, kota kecil ini beneran ingin lebih mempercantik diri.Tempat-tempat wisata baru perlahan mulai bermunculan. Tata kota mulai diperbaiki. Taman-taman dipoles, bahkan beberapa apa yang dibangun baru.

Dari sekian banyak upaya mempercantik diri, ada satu hal, satu proyek tepatnya, yang masih mengganjal hati, setidaknya bagi saya orang Batu asli. Satu proyek itu adalah Taman Jalan Sultan Agung. Seperti namanya, Taman Jalan Sultan Agung adalah taman yang berada di tengah dua ruas jalan besar Sultan Agung. Di dalam landmark ini tidak hanya ada taman, tapi juga patung dan tugu yang bisa jadi ikon dari Kota Batu itu sendiri.

Nah, Taman Jalan Sultan Agung ini sedang dalam proyek revitalisasi. Menurut beberapa informasi, revitalisasi Taman Jalan Sultan Agung adalah proyek kerja sama antara Pemkot Batu dan CSR Jawa Timur Park. Dalam beberapa bulan terakhir, Pemkot Batu memang sedang fokus banget mempercantik taman ini. Maklum, taman ini memang kurang menarik. Sayangnya, hasil dari revitalisasi ini masih jauh dari kata memuaskan. Bahkan, bisa dibilang hasilnya jelek.

Tugu apel jelek, sama seperti kualitasnya

Satu elemen di Taman Jalan Sultan Agung yang paling banyak dapat kritikan adalah adanya tugu apel raksasa. Tugu apel ini berada di Jalan Sultan Agung bagian Timur, di pertemuan antara Jalan Sultan Agung, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Agus Salim. Orang-orang Batu mengkritik betapa jeleknya tugu apel ini, baik secara kualitas, maupun secara konsep.

Secara konsep, tugu apel ini sebenarnya nggak terlalu ada masalah. Wajar jika Kota Batu punya tugu apel, sebab Kota Apel adalah julukan kota ini. Tapi, masalahnya, secara konsep,tugu ini kayak nggak punya statement apa-apa gitu. Ya cuma tugu (patung) apel raksasa berwarna hijau, dengan beberapa aksen saja. Lalu ada tulisan “Jendela BATU Sae” (Sae, adalah slogan walikota Batu saat ini) berwarna biru, yang tipografinya jelek banget. Beneran jadul pokoknya.

Selain konsep dan tipografi yang jelek, kualitas tugu apel ini juga nggak kalah buruk. Tugu apel ini baru dibangun beberapa bulan, tapi catnya sudah mengelupas. Kayak nggak niat banget untuk bikin sebuah landmark yang bagus gitu. Jelek banget kualitasnya. Makanya nggak heran kalau banyak wong mbatu yang mengkritik, bahkan sampai menghujat tugu apel ini.

Tugu “Batu Tourism City” yang lebih nggak jelas lagi konsepnya

Di sebelah barat tugu apel di Taman Jalan Sultan Agung, terdapat satu lagi tugu yang nggak kalah aneh. Tugu tersebut ingin menonjolkan Batu sebagai kota yang berada di pegunungan. Bentuknya berupa empat segitiga berwarna oranye (segitiga sebagai simbol gunung), dengan satu gambar gunung, dan ada tambahan kibaran bendera merah-putih yang melintang di dua tugu segitiga yang paling besar.

Nah, yang bikin tugu di taman ini jelek adalah adanya deretan bendera-bendera negara ASEAN dan beberapa bendera negara Asia lainnya di luar ASEAN. Buat apa, coba? Maksudnya, ngapain memajang bendera negara-negara lain? Mau bikin statement apa dengan memajang bendera-bendera negara lain? Biar dibilang bahwa Batu punya nama di kancah pariwisata internasional, gitu?

Baca Juga:

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

5 Kebohongan Malang yang Perlu Sedikit Diluruskan

Elemen yang bikin jelek nggak cuma perkara bendera negara-negara saja. Di tugu tersebut, ada beberapa tulisan yang juga bikin tugunya malah kelihatan jelek. Pertama, ada tulisan “BATU TOURISM CITY” berwarna biru di bawah tugunya. Ini sebenarnya nggak jelek-jelek banget, cuma tipografi dan warnanya aja yang mungkin bisa diganti. Lalu kedua, ada tulisan “700—1800 meter above sea level” dan “surrounded by 8 mountains”. Ngapain ada tulisan ini? Nggak guna banget.

Maksudnya begini, tulisan “700—1800 meter above sea level” dan “surrounded by 8 mountains” itu bukanlah sesuatu yang layak dan pas dipasang di sebuah tugu.  Apalagi sebagai sebuah statement desain. Ini adalah informasi yang cukup ada di pamflet atau website saja. Fakta bahwa Batu itu dikelilingi gunung dan berada di dataran tinggi, itu harusnya punya interpretasi sendiri kalau sudah ingin dijadikan desain tugu atau landmark. Kalau gini, kelihatannya ngasal banget gitu lho.

PR besar Taman Jalan Sultan Agung

Taman Jalan Sultan Agung memang nggak cuma dua tugu itu saja. Di sepanjang nyaris 1 kilometer, ada beberapa tugu atau landmark yang akan dibangun, yang masuk dalam proyek revitalisasi. Termasuk salah satunya patung petani berkepala apel yang entah apa pula maksud dan maknanya. Beneran nggak jelas banget.

Melihat bagaimana hasilnya saat ini, dan bagaimana respons masyarakat, proyek revitalisasi Taman Jalan Sultan Agung ini tampaknya masih jadi PR besar bagi Pemkot Batu. Tugu apel dan Tugu “Batu Tourism City” kayak udah jadi bukti bahwa Pemkot Batu kayak nggak serius dalam upaya mempersolek kota. Kesannya kayak ngasal aja. Padahal di Batu ini banyak ahli taman, banyak ahli desain kota. Maksudnya, kok kayak nggak mau memanfaatkan potensi yang ada, gitu lho.

Sebagai orang Batu, jujur saya malu melihat Taman Jalan Sultan Agung saat ini. Masih jauh dari kata bagus, masih jauh dari kata cantik. Makanya, kalau Pemkot Batu nggak bisa bikin atau membangun taman, tugu, atau landmark yang cantik di Taman Jalan Sultan Agung, mending nggak usah sekalian. Daripada hasilnya jelek dan memalukan, kan? Sia-sia banget anggaran yang sampai ratusan juta cuma bisa jadi landmark kota yang jelek.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Tugu Jombang Senilai Rp1 Miliar Bukti Pemkab Jombang Nggak Paham Prioritas.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara iniini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2025 oleh

Tags: jalan malangjalan sultan agungJalan Sultan Agung Malanglandmark malangMalangTaman Jalan Sultan Agung
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

4 Mie Ayam Malang yang Aneh, tapi Tetap Bikin Nagih Terminal Mojok.co

4 Mie Ayam Malang yang Aneh, tapi Tetap Bikin Nagih

15 April 2022
Malang dan Batu Bertetangga, tapi Nyatanya Berlawanan (Unsplash)

Malang dan Batu: Dua Kota yang Bertetangga, tapi Nyatanya Saling Berlawanan karena Berbeda Karakter

3 Maret 2025
Jeglongan Sewu: Daya Tarik Malang yang Nggak Masuk Brosur Wisata

Jeglongan Sewu: Daya Tarik Malang yang Nggak Masuk Brosur Wisata

9 Mei 2025
Safari Dharma Raya, Bus Paling Menjengkelkan Rute Malang Jogja (Unsplash)

Safari Dharma Raya Bus Terbaik untuk Rute Malang Jogja yang Mulai Mengecewakan Banyak Penumpang Setianya

17 Agustus 2024
Mojokerto, Opsi Kota Slow Living yang Namanya Belum Sekencang Malang, tapi Ternyata Banyak Titik Nyamannya

Mojokerto, Opsi Kota Slow Living yang Namanya Belum Sekencang Malang, tapi Ternyata Banyak Titik Nyamannya

17 Desember 2025
3 Kuliner Jogja yang Laris Manis di Daerah Asalnya, tapi Kurang Laku di Malang Mojok.co

3 Kuliner Jogja yang Gagal Menggoyang Lidah Orang Malang

1 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

26 Januari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam Mojok.co

Jombang Lantai 2: Sebutan Baru Wonosalam buat Menantang Pacet di Wisata Pegunungan

27 Januari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar Mojok.co

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

26 Januari 2026
Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.