Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Rental Mobil demi Gengsi Saat Pulang Kampung Lebaran Adalah Keputusan yang Goblok

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
12 Maret 2026
A A
Bisnis Mobil Rental: Keuntungannya Selangit, Risikonya Juga Selangit rental mobil

Bisnis Mobil Rental: Keuntungannya Selangit, Risikonya Juga Selangit

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap mendekati Lebaran, ada satu fenomena yang selalu berulang. Orang-orang yang sepanjang tahun hidup biasa saja tiba-tiba berubah menjadi aktor panggung sosial. Pulang kampung bukan lagi sekadar perjalanan untuk bertemu keluarga. Ia berubah menjadi semacam pertunjukan status. Sebuah momen di mana setiap orang ingin terlihat berhasil, terlihat mapan, terlihat lebih tinggi dari kenyataan hidupnya.Di tengah tekanan sosial itu, lahirlah keputusan yang sering terasa ganjil namun  dianggap wajar: rental mobil hanya demi pulang kampung.

Bukan karena benar-benar butuh kendaraan. Bukan karena alasan logistik. Tapi karena gengsi. Sekali lagi, gengsi.

Kampung halaman sering digambarkan sebagai tempat paling hangat. Tapi realitas sosial sering lebih rumit dari itu. Kampung yang terlihat sederhana, ternyata jadi panggung yang menciptakan tekanan sosial bagi pelakunya. Dan semua tentu saja dimulai karena satu hal: gengsi.

Gengsi membuat orang tidak berpikir jernih. Datang dengan motor, tak meyakinkan. Kereta, ah, nggak. Bus? Apalagi, kayak orang susah. Di sinilah mobil jadi opsi paling meyakinkan sekaligus paling sulit, sebab ya, kan nggak punya, gimana nggak sulit?

Rental mobil jadi solusi paling cepat, paling mudah, dan paling murah. Awalnya terlihat seperti itu, dan waktu mudik Lebaran pun, tiba-tiba, rasa percaya diri meningkat. Kelihatan kalau sudah jadi orang lah. Padahal di balik itu, ada bom waktu yang siap menghantam tepat di muka sewaktu Lebaran usai.

Rental mobil, logika keuangan yang mendadak menghilang

Rental mobil saat Lebaran sebenarnya justru bukan perkara murah. Harga sewa pasti melonjak drastis, karena ya permintaan tiba-tiba tinggi. Belum lagi biaya bahan bakar, tol, parkir, dan berbagai kebutuhan perjalanan lainnya. Semua itu bisa menguras uang dalam jumlah besar hanya untuk perjalanan beberapa hari. Makanya, rental mobil sebenarnya bukanlah keputusan yang bagus.

Ironisnya, banyak orang yang mengambil keputusan ini justru berada dalam kondisi finansial yang tidak terlalu stabil. Tabungan tipis. Penghasilan pas-pasan. Bahkan, kadang harus berutang demi menutup kebutuhan Lebaran.

Dalam situasi seperti itu,rental mobil demi gengsi sama sekali tak rasional, dan malah jadi simbol kepanikan sosial. Sebuah keputusan yang diambil bukan karena kebutuhan nyata, tapi karena rasa takut terlihat biasa saja.

Baca Juga:

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

BACA JUGA: Inilah 5 Mobil Rental yang Paling Sering Disewa Para Pemudik dan Alasan Mengapa Mereka Menyewanya

Mobil sebagai simbol ilusi kesuksesan

Mobil di Indonesia memiliki makna sosial yang jauh lebih besar dari sekadar alat transportasi. Ia sering diperlakukan sebagai indikator status. Oleh karena itu, muncul dorongan untuk menampilkan simbol tersebut di momen yang dianggap penting, salah satunya, Lebaran.

Masalahnya, simbol sering menipu. Mobil rental bisa membuat seseorang terlihat mapan selama beberapa hari. Tapi setelah kembali ke kota, realitas hidup tetap sama. Cicilan tetap ada. Tagihan tetap menunggu. Kehidupan sehari-hari tetap berjalan dengan segala keterbatasannya. Simbol itu hanya bekerja di permukaan. Ia tidak mengubah kenyataan hidup, dan justru mempersulit hidup di kemudian hari.

Yang perlu kita ketahui, sebenarnya, gengsi kadang tidak lahir dari kesombongan. Kadang ia lahir dari tekanan sosial yang sangat halus tetapi sangat kuat. Ada rasa takut dianggap gagal. Takut dibandingkan dengan saudara lain yang terlihat lebih sukses. Takut menjadi bahan pembicaraan tetangga.

Lingkungan sosial di banyak kampung masih sangat peka terhadap simbol-simbol ekonomi. Siapa datang dengan mobil, siapa datang dengan motor, siapa datang naik bus, ini jadi hal yang penting. Hal-hal semacam itu bisa menjadi bahan obrolan berhari-hari. Di situlah banyak orang akhirnya menyerah. Mereka memilih menciptakan ilusi sementara daripada menghadapi kemungkinan penilaian sosial yang menyakitkan.

Konsumsi yang didikte oleh pandangan orang lain

Fenomena rental mobil demi gengsi sebenarnya memperlihatkan satu masalah yang lebih dalam: banyak keputusan finansial tidak lagi didorong oleh kebutuhan pribadi. Ia didorong oleh persepsi orang lain. Orang membeli sesuatu bukan karena membutuhkannya, tetapi karena takut terlihat tidak memilikinya.

Dalam kasus mudik Lebaran, mobil menjadi simbol yang paling mudah terlihat. Ketika satu orang datang dengan mobil, tekanan sosial mulai menular. Orang lain merasa harus melakukan hal yang sama agar tidak terlihat tertinggal. Akhirnya terbentuk lingkaran konsumsi yang tidak rasional.

Yang paling ironis dari semua ini adalah betapa singkatnya efek gengsi tersebut. Mobil yang dipakai mudik mungkin hanya bertahan beberapa hari di kampung. Setelah itu semua kembali normal. Tetangga kembali pada kehidupan mereka. Obrolan kampung berganti topik. Perhatian sosial berpindah ke hal lain.

Namun, uang yang sudah dikeluarkan tidak kembali. Keputusan finansial yang buruk tetap meninggalkan jejak. Di titik itu, banyak orang baru sadar bahwa gengsi ternyata sangat mahal untuk sesuatu yang efeknya sangat sebentar.

Pada akhirnya, fenomena rental mobil demi gengsi menunjukkan satu hal yang cukup menyedihkan: banyak orang kehilangan makna sederhana dari pulang kampung. Lebaran seharusnya tentang pertemuan, keluarga, dan kebersamaan setelah setahun penuh bekerja dan berjuang.

Tapi kita tahu betul kan realitasnya: siapa yang lebih sukses, dan siapa yang baiknya dijadikan makian selama beberapa hari ke depan.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bisnis Mobil Rental: Keuntungannya Selangit, Risikonya Juga Selangit

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2026 oleh

Tags: harga rental mobil waktu lebaranLebaranMudikrental mobilrental mobil lepas kunci
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Wajah Baru Terminal Karangpucung Cilacap: Lebih Modern, Jauh dari Kata Usang dan Mengenaskan

Wajah Baru Terminal Karangpucung Cilacap: Lebih Modern, Jauh dari Kata Usang dan Mengenaskan

10 April 2024
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi

19 Mei 2020
lebaran sebentar lagi

Sebentar Lagi Lebaran, Apa Tanda-Tanda Ini Menghampirimu juga?

26 Mei 2019
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga

23 Mei 2020
4 Keistimewaan Royal Plaza Surabaya yang Bikin Pengunjungnya Membeludak Jelang Lebaran

4 Keistimewaan Royal Plaza Surabaya yang Bikin Pengunjung Membeludak Jelang Lebaran

20 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026
Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu Mojok.co

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu

31 Mei 2026
Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

3 Juni 2026
Karyawan Indomaret Pekerja Paling Underrated di Indonesia (Unsplash)

Karyawan Indomaret adalah Pekerja Paling Underrated di Indonesia

2 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.