Surat Protes Driver Ojol buat Customer yang Suka Nyuruh Beli Ini-Itu di Luar Aplikasi

Featured

Avatar

Sebagai driver ojol, ada keresahan yang ingin saya sampaikan sejak dulu. Saya tahu mungkin ada yang setuju dan tidak setuju dengan keresahan yang saya alami.

Selain resah menunggu orderan yang sekarang tak kunjung datang, saya juga resah atas kebiasaan customer ojol sekarang yang suka tiba-tiba nambah pesanan yang sebelumnya tidak disebutkan di aplikasi. Sudah begitu, suka ada-ada saja lagi pesanannya. Mulai dari pesan rokok, pesan kopi, pembalut, sampai pesan bahan kue yang membuat saya harus berhenti beberapa kali di minimarket yang saya lalui. Saya resah (dan kesal) karena hal ini bukan terjadi sekali saja, tapi berkali-kali.

Customer yang baik, begini ya, keberadaan aplikasi ojek online itu kan tujuannya untuk memudahkan kalian semua. Kalau kalian nggak sempat keluar rumah beli makanan, kalian jadi bisa order makanan, dan kami para driver siap mengantarkan pesanan kalian.

Pas kebetulan motor nggak bisa dipakai, terus nggak punya tebengan padahal mau ketemu gebetan, kalian jadi bisa pesan ojek yang siap nganterin kalian ke mana aja.

Kalau kalian pengin ngirim barang, tapi magernya nggak ketulungan, driver ojol juga siap sedia mengantarkan barang kalian itu lewat fitur berbeda yang ada di aplikasi.

Termasuk kalau kalian pengin beli kebutuhan sehari-hari, di sana ada fitur tersendiri yang nyuruh driver belanja sesuai apa yang kalian butuhkan.

Nah masalahnya, sekarang banyak customer yang di aplikasi cuma pesen makanan, eh habis itu minta “titip” tambahan barang lain yang harus dibeli di tempat yang berbeda. Artinya, customer bikin driver ojol jadi kerja dobel tapi dibayar dengan harga yang sama. Apa customer itu mengira kalau driver ojol itu bisa disuruh beli ini-beli itu di luar aplikasi gitu??? Emangnya kami itu pesuruh??? Hadeeeehhh.

Baca Juga:  #MalamJumat Kost Putih Berhantu di Purwokerto

Tugas kami kalau kalian pesan makanan, ya cuma memastikan makanan itu selamat dan aman sampai tujuan. Harusnya nggak ada tambahan-tambahan lainnya.

Bukan apa-apa lho ya, kami bekerja ini penuh dengan kode etik yang harus dipahami. Masalah senyum, menjaga kebersihan, sampai sikap terhadap customer aja kami diatur lho. Kantor menuntut kami untuk selalu profesional, jadi saya harap, customer juga selalu profesional.

Dulu waktu awal-awal ada tambahan-tambahan semacam ini, biasanya saya terima, tapi setelah semakin banyak jumlahnya yang suka minta dibeliin hal-hal lain, saya jadi berani nolak. Awalnya memang nggak tega, tapi kok yang dinggaktegainnya malah jadi ngelunjak.

Mana beberapa customer galak banget lagi. Permintaannya kami tolak terus malah kami dikasih bintang kecil. Padahal kami kan sudah menolak dengan bahasa yang baik dan sopan, juga menjelaskan kalau pemesanan di luar aplikasi bukan tanggung jawab kami. Kalian yang salah karena pesan nggak sesuai aplikasi, tapi kami yang kena getahnya.

Mana setelah ngerepotin titip ini titip itu biasanya driver cuma dikasih ucapan terima kasih aja lagi. Padahalkan terima kasih nggak bisa dipakai buat beli nasi padang. Kalau cuma ucapan terima kasih, mantan saya juga pernah ngasih, gini katanya “terima kasih udah nemenin aku selama ini”.

Akhirnya driver cuma dapat kesal dan capek aja.

Saya jadi pengin menekankan ke customer kalau driver dan customer itu saling membutuhkan. Karena saling membutuhkan, kedudukan keduanya sejajar. Driver butuh customer biar ada orderan, customer butuh driver biar keperluannya lancar. Jadi harusnya customer juga sadar kalau mereka bukan raja. Lagian, kalau misal memang pengin jadi raja, ya nggak apa-apa juga sih, asal jadi raja yang bijaksana. Lha kalo rajanya kejam dan ngeselin sih ngapain semua keinginannya kita ikuti.

Baca Juga:  Betapa Sumpeknya Orang yang Hidupnya Cuma Nyari Kesalahan dan Keburukan Orang Lain

Jadi, mulai sekarang, usahakan hanya pesan sesuai yang Anda inginkan. That’s it. Itu aja, nggak pake nitip apa-apa. Saya minta tolong untuk segera menghentikan kebiasaan itu.

Hargai kinerja kami meski kami hidup di jalanan. Ingat bahwa kita setara. Dan kalau customer selalu mikir waktu mereka berharga, driver ojol juga sama, waktu yang kami habiskan untuk beli perintilan tambahan yang kalian minta itu, bisa jadi seharga satu customer baru yang bisa menambah pundi-pundi rejeki kami.

Semoga kalian paham. Terima kasih.

BACA JUGA Hey Customer Ojol, Driver Grab dan Gojek Itu Bukan Babu! atau tulisan Hanif Nanda Zakaria lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
15


Komentar

Comments are closed.