Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengalaman Saya Naik Ojol Motor Listrik: Senyap, tapi Bikin Badan Pegal-pegal

Muhammad Arifuddin Tanjung oleh Muhammad Arifuddin Tanjung
5 Juli 2024
A A
Pengalaman Saya Naik Ojol Motor Listrik: Senyap, tapi Bikin Badan Pegal-pegal

Pengalaman Saya Naik Ojol Motor Listrik: Senyap, tapi Bikin Badan Pegal-pegal (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, saya pergi ke perayaan ulang tahun salah satu media massa terkenal. Perjalanan saya mulai dengan memesan ojek online (ojol) untuk mengantarkan saya ke halte Transjakarta terdekat. Awalnya saya mengira kalau ojol yang saya pesan akan datang dengan motor pada umumnya: motor konvensional yang menggunakan bahan bakar fosil. Namun ketika saya cermati pergerakan ojol di peta aplikasi, terdapat simbol kilat. Saya menduga bahwa ojol yang datang menjemput saya menggunakan motor listrik, dan itu benar.

Sebuah motor listrik berwarna hitam doff bersama pengendaranya datang menghampiri saya. Kebetulan itu adalah pertama kalinya saya menjajal naik motor listrik. Setelah memastikan bahwa ojol motor listrik tersebut pesanan saya, perjalanan pun dimulai. Saya merasakan sensasi berbeda ketika naik ojol yang menggunakan motor listrik.

Sisi terang ojol motor listrik

Saya menilai terdapat sisi terang dan sisi gelap dari ojol motor listrik. Mari kita bicarakan sisi terangnya terlebih dahulu.

Sisi terang dari ojol motor listrik adalah kendaraan satu ini begitu senyap, nggak berisik, dan sangat halus. Ini memang keunggulan dari motor listrik yang pernah saya dengar dan kini saya mengamininya. Tak ada sura mesin dan suara knalpot yang keras, semuanya hampir diam. Suara yang ada hanya berasal dari dinamo listrik ketika mas-mas ojol itu meningkatkan kecepatannya. Soal kecepatan pun tampaknya motor listrik bisa diadu dengan motor konvensional.

Saking minimnya suara, saya nggak menyadari kalau kecepatan motor listrik yang saya tumpangi sudah menyentuh angka 60 km/jam, setara dengan rata-rata kecepatan motor konvensional lain di jalan raya Jakarta yang padat (kisaran 40-60 km/jam). Sungguh pengalaman yang unik ketika saya naik motor listrik.

Sisi gelapnya: bikin badan pegal-pegal!

Meski senyap, ojol motor listrik ini punya sisi gelap, yakni bikin punggung saya pegal. Dari awal hingga tengah perjalanan, saya merasa nyaman duduk di jok belakang motor listrik yang cukup lebar. Namun ketika mendekati lokasi tujuan, saya mulai merasa pegal di bagian punggung sampai pinggang. Saat turun dari motor, mas ojol meminta maaf jika selama perjalanan terasa kurang nyaman.

Motor listrik yang saya naiki memang nggak memiliki behel belakang sehingga tangan saya nggak bisa memegang apa pun untuk mengistirahatkan punggung. Untungnya, suspensi motor yang empuk menolong saya meminimalisir rasa pegal.

Rasa pegal yang saya alami mengingatkan saya pada keluhan warganet atas motor listrik yang pernah viral sekitar satu dua tahun yang lalu. Mereka mengeluh mengalami pegal di bagian belakang badan kalau naik ojol motor listrik. Selain itu dari segi kecepatan pun beberapa orang mengatakan kalau motor listrik lemot dan bikin mereka telat sampai kantor. Atau dengan kata lain, kendaraan ini memang nggak cocok buat yang lagi terburu-buru.

Baca Juga:

Sulitnya menjelaskan arah mata angin di Jakarta dari perspektif orang Jogja

Generasi Sandwich Adalah Takdir Bajingan yang Bikin Muak: Saya Baik pada Keluarga Bukan karena Cinta, tapi karena Sudah Lupa Hidup Sebenarnya untuk Apa

Dua alasan itulah yang membuat banyak penumpang enggan naik ojol motor listrik. Bahkan terkadang mereka membatalkan pesanan begitu tahu driver yang datang membawa motor listrik.

Cocoknya untuk mengangkut penumpang jarak pendek

Pada akhirnya saya bisa mengatakan kalau motor listrik yang digunakan untuk mengangkut penumpang seperti ojol motor listrik ini memang cocoknya digunakan untuk jarak pendek. Yah, perjalanan di bawah 7 kilometer lah. Kebetulan jarak rumah saya dan tujuan saya kemarin sekitar 4,5 kilometer.

Saya pribadi sebenarnya nggak masalah naik motor listrik karena rasa pegal yang saya rasakan nggak berlangsung lama. Mungkin karena jaraknya cuma 4,5 kilometer juga, yaaa. Tapi soal kenyamanan ini memang bersifat subjektif. Tiap orang bisa saja memiliki pandangan atau pendapat yang berbeda dengan saya.

Akan tetapi satu hal yang perlu diingat, kendati naik ojol motor listrik bikin pegal ataupun jalannya lambat, saya rasa jangan sampai membatalkan pesanan. Cobalah untuk menahan sedikit rasa pegal itu. Hitung-hitung kita berbagi rezeki ke orang lain.

Kalau kalian gimana? Punya pengalaman naik ojol motor listrik seperti saya? Tulis di kolom komentar, ya!

Penulis: Muhammad Arifuddin Tanjung
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Honda Beat Sebaik-baiknya Motor Ojol, Nyaman bagi Driver dan Penumpang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2024 oleh

Tags: customer ojoldriver ojolmotor listrikojek onlineojolojol motor listrikpengalaman naik ojol
Muhammad Arifuddin Tanjung

Muhammad Arifuddin Tanjung

Seorang sosialis yang percaya bahwa kemanusiaan hanya bisa tegak jika kita berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Pemula yang haus akan ilmu.

ArtikelTerkait

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain Mojok.co

4 Keistimewaan Jadi Driver Ojol yang Saya Yakin Nggak Dirasakan Pekerja Lain

27 Januari 2026
Ekstra Bagasi + Jaket Wajib Dipertimbangkan Gojek dan Grab Sebagai 2 Fitur Baru Selain Fitur Memilih Motor (Unsplash)

Ekstra Bagasi + Jaket Wajib Dipertimbangkan Gojek dan Grab Sebagai 2 Fitur Baru Selain Fitur Memilih Motor

24 Oktober 2022
kenaikan tarif ojol

Menanggapi Kenaikan Tarif Ojol: Demi Pendapatan Driver yang Lebih Baik dan Para Pelanggan yang Setia Menggunakan Jasanya

10 Agustus 2019
ojol

Menanggapi Tulisan Tidak Perlu Memberi Tip Untuk Ojol: Melihat Driver Ojol dan Orang Lain Bersyukur Itu Tak Ternilai

12 Juli 2019
Era Bakar Duit Berakhir, Gojek dan Grab Minggir Dulu. Kini Saatnya Maxim Bersinar Mojok.co

Maxim Bersinar Saat Era Bakar Duit Gojek dan Grab Mulai Berakhir

17 Februari 2024
penumpang

Ujian Jadi Penumpang Angkot

20 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri Mojok.co

Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri

14 Juli 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Sleman semakin mahal, tetapi narasi kota mahasiswa murah tetap dipelihara

15 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.