Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Budaya-budaya Indonesia Sepele yang Sebenarnya Memperkokoh Integrasi Bangsa

Yuliana Kristianti oleh Yuliana Kristianti
11 April 2020
A A
budaya indonesia receh sepele remeh integrasi bangsa persatuan kesatuan mojok

budaya indonesia receh sepele remeh integrasi bangsa persatuan kesatuan mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Hah? Budaya Indonesia disepele-sepelein? Hehe. Baca dulu yuks.

Budaya Indonesia #1 Tersenyum dan menyapa

Entah siapa yang memulai pertama propaganda ini, yang jelas kita dikenal sebagai masyarakat yang ramah. Selalu tersenyum entah itu ke tukang mi ayam, penjual gorengan, tukang tambal ban, polisi, sampai anggota DPR yang brengsek, tapi pas ketemu tetap bakal kita senyumin. Pokoknya gemar tersenyum kepada siapa pun yang ditemui meskipun tidak kenal. Yang nggak mau senyum, silakan keluar dari Indonesia, hehe.

ADVERTISEMENT

Satu-satunya yang sulit kita senyumin adalah mantan, khususnya mantan pacar. Aneh… kita susah tersenyum ke mantan pacar tapi salim dan unjuk gigi minta foto bareng saat ketemu politisi. Padahal mereka sama-sama menjual janji palsu.

Yang perlu diingat, senyuman akan meningkatkan energi positif kepada orang-orang sekitar, apalagi ditambah dengan menyapa orang yang kita kenal. Siapa tahu kan dengan senyum dan sapa bisa tumbuh rasa sayang. Siapa tahu walau sudah karena disenyumin tetap bakal terasa seperti saudara.

Budaya ini perlu banget dilestarikan karena integrasi bangsa yang kokoh adalah integrasi yang didasari rasa sayang. Selain itu senyum juga menunjukkan rasa senang dan tidak ada masalah dengan orang yang diberi senyum. Maka orang lain pun akan merasa aman dengan kita. Asal jangan senyum-senyum sendiri dan senyum yang mencurigakan. Yang pertama bisa dikira kurang waras, yang keduya bisa disangka pelecehan seksual. Ujungnya malah memecah belah bangsa

Budaya Indonesia #2 Menambahkan nama lawan bicara di akhir kalimat

Saat bicara dengan orang sebaiknya menambahkan nama panggilan lawan bicara di akhir kalimat sebagai bentuk sapaan. Ini berlaku saat tatap muka maupun pas chatting. Contohnya adalah saat bertanya lokasi Yuliana atau menanyakan apakah ia sudah makan atau belum.

“Di mana, Yul?”
“Sudah makan, Yul?”

Menambahkan panggilan di akhir kalimat akan terkesan lebih sopan dan ramah. Apalagi kalo lagi PDKT. PDKT juga bagian dari usaha memperkokoh integrasi dua insan manusia. Begitu pun saat berbicara dengan dosen, entah untuk bimbingan atau yang lainnya, sebaiknya menambahkan nama sapaan dosen di akhir kalimat.

Baca Juga:

Nusron Wahid Keliru, Tanah Milik Tuhan dan Diberikan pada Rakyat, Bukan Negara Indonesia!

Negara Ini Masih Bisa Selamat, dan Kita Semua Tahu Caranya

“Saya ke sana, Pak.”
“Sudah selesai, Bu.”

Dengan menggunakan panggilan atau sapaan, dosen akan merasa dihormati. Bayangkan jika tidak menggunakan kata “Pak”, pasti dikira cuek. Sangat sederhana dan terkesan receh kan hal ini, tapi tetap penting karena berhubungan dengan kesopanan. Ini berlaku untuk komunikasi dengan semua orang, khususnya yang dihormati.

ADVERTISEMENT

Budaya Indonesai #3 Membalas pertanyaan teman di grup meski tidak tahu jawabannya

Ini adalah budaya yang sering dilupakan. Banyak yang memilih mengabaikan pertanyaan teman di grup chat atau di grup medsos karena tidak tahu jawabannya. Padahal kita hanya perlu membalas dengan “Maaf tidak tahu, Rin” atau “Sori, Rin, gua nga ngerti”. Sederhana sekali tapi banyak yang tidak peduli dengan budaya ini. Alhasil, Rini sakit hati dong nggak ada yang jawab. Padahal dia lihat chat-nya di grup banyak yang nge-read. Bisa-bisa Rini merasa tidak ada yang peduli lagi dengannya dan berpikir untuk mengakhiri hidup saja (buset, drastis amat. Jangan, Rin, jangan!).

Intinya ini budaya receh, remeh, sepele, tapi jika dilupakan bisa berakibat fatal. Atau misal Rini nggak bunuh diri, tetep aja dia bisa jadi nggak mau membalas pertanyaan temannya di grup buat balas dendam. Tentu saja akan mengurangi rasa peduli terhadap orang lain sesama anggota grup.

Budaya Indonesai #4 Ketawa solidaritas saat ada joke garing

Generasi saat ini sangat senang sama hal-hal receh yang lucu dan menghibur. Tidak jarang dalam sebuah pertemanan ada orang-orang yang sengaja melemparkan joke untuk membuat orang lain tertawa dan merasa senang berteman dengannya. Namun, tidak semua orang yang bisa membuat joke yang beneran lucu. Di titik itu kita semua sadar melucu itu sulit.

Tapi kita kan harus hargai teman yang sudah berusaha. Sesekali tertawalah untuk mengapresiasi joke orang lain walau garing. Ini akan meningkatkan kepercayaan diri orang lain dan tidak membuatnya merasa kikuk. Sudah pasti ini juga bisa memperkokoh integrasi bangsa karena kita menunjukkan rasa senang akan hal yang dilakukan orang lain. Selama joke yang dilakukan masih dalam batas wajar, tidak ada salahnya mengapresiasi dengan sedikit memberikan sumbangan hahahihi atau wkwkwk.

Kita punya semua hal untuk merasa berbeda, dan perbedaan itu kadang dimanfaatkan orang jahat untuk memecah belah. Semoga dengan mempraktikkan budaya-budaya receh di atas integrasi kita sebagai satu bangsa, satu negara, tetap kokoh.

*N.P. Satu Nusa Satu Bangsa*

BACA JUGA Surat Protes Driver Ojol buat Customer yang Suka Nyuruh Beli Ini-Itu di Luar Aplikasi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

ADVERTISEMENT

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 April 2020 oleh

Tags: bangsabecandaanjokenegaraReceh
Yuliana Kristianti

Yuliana Kristianti

Suka dengan hal receh tapi tidak remeh. Suka jajan dan jalan-jalan. Pernah jadi Wakabem FIB Unair.

ArtikelTerkait

orang kaya tax amnesty salah kaprah definisi pajak penghasilan terminal mojok

Kenaikan Tarif Pajak Penghasilan bagi Orang Kaya, Solusi Jitu Menyelamatkan Keuangan Negara

20 Oktober 2021
bpjs kesehatan negara debt collector tenggelam Nagih-Nagih Sampai Ngancam Denda 30 Juta, Negara dan BPJS Udah Kayak Debt Collector aja

Nagih-Nagih Sampai Ngancam Denda 30 Juta, Negara dan BPJS Udah Kayak Debt Collector aja

31 Mei 2020
Bukan Sekretaris, tapi Tugas Bendahara Adalah yang Terberat di Masa Sekolah terminal mojok.co

Inflasi, Penyebab Negara Tidak Mencetak Uang yang Banyak untuk Mengatasi Kemiskinan

11 Juni 2021
Mengkritik Pemerintah Itu Mudah dan Banyak Manfaatnya

Mengkritik Pemerintah Itu Mudah dan Banyak Manfaatnya

22 Juni 2022
Nusron Wahid Keliru, Tanah Milik Tuhan dan Diberikan pada Rakyat, Bukan Negara Indonesia!

Nusron Wahid Keliru, Tanah Milik Tuhan dan Diberikan pada Rakyat, Bukan Negara Indonesia!

12 Agustus 2025
Influencer Bukanlah Dewa, dan Kalian Nggak Perlu Membela Mereka

Pandemi, Kuda Poni, dan Negara yang Hobi Mengurusi Moral

21 September 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026
Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat Mojok.co

Kuliah di kampus nggak terkenal Universitas Siliwangi Tasikmalaya ternyata nggak buruk-buruk amat

27 Agustus 2026
Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan Mojok.co

Saya pernah mengira Tegal kota yang sepi, ternyata saya salah besar

27 Agustus 2026
Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya Mojok.co

Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya

24 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.