Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Sulitnya Menjadi Penyuka Durian Di Antara Mereka yang Tidak Menyukai Durian

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
16 September 2019
A A
Sungguh Malang Nasib Orang yang Nggak Doyan Makan Durian terminal mojok.co

Sungguh Malang Nasib Orang yang Nggak Doyan Makan Durian terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya percaya bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah dari pelbagai sektor, baik darat maupun laut. Salah satu yang saya syukuri adalah adanya ragam buah-buahan yang dimiliki oleh negara +62 ini. Dari mulai yang jarang ditemui karena kuantitas pohon semakin terbatas (seperti kecapi), buah yang ada hanya pada musim tertentu, sampai dengan yang seringkali ada dan mudah ditemui.

Banyak buah-buahan yang dapat ditemui di Indonesia. Bahkan dalam salah satu lirik lagunya, Koes Plus berkata “orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Ya, sebagai gambaran Indonesia memiliki tanah yang subur untuk memproduksi ragam buah-buahan.

Dari sekian banyak buah-buahan yang ada di Indonesia, salah satu buah kesukaan saya adalah durian. Baik yang lokal maupun durian monthong yang memiliki daging tebal dan biji yang kecil—bahkan seringkali tidak ada bijinya. Tidak sulit untuk menyukai buah ini. Rasanya enak, aromanya cukup membuat selera, dan teksturnya lembut.

Memang, dalam mengupas kulit durian perlu usaha yang terbilang rumit karena harus berhadapan dengan duri tajam yang dimilikinya. Namun, kerumitan itu terbayar setelah dapat memakan durian yang terdapat di dalamnya. Buat saya sih, durian memiliki kenikmatan yang mumpuni dan tiada tara.

Namun, saya menyadari bahwa kesenangan saya dalam menikmati durian tentu diimbangi oleh mereka yang tidak menyukai sama sekali—bahkan ada teman saya yang membencinya. Seperti pada umumnya dalam segala aspek, jika ada yang menyukai pasti ada yang tidak suka. Dan ketidaksukaan akan buah ini biasanya melahirkan sikap risih yang ditunjukkan secara langsung.

Pertama, yang tidak suka durian, biasanya akan risih terhadap aromanya yang menyengat. Jika bagi saya durian memiliki wangi yang khas dan nikmat, lain hal dengan mereka yang tidak suka. Mereka akan segera berkata bahwa aroma durian itu bau juga menyengat dan bikin eneg—mual. Seringkali mereka mengekspresikan rasa mual dengan menutup hidung sekaligus suara “hoeeek”—tanda mau muntah.

Kedua, bagi mereka yang tidak suka, durian termasuk buah dengan rasa dan tekstur yang aneh. Teman saya yang tidak suka sama sekali durian pernah mencoba satu gigit kecil, kemudian langsung dimuntahkan kembali diiringi dengan mual yang berkelanjutan hingga sekira satu jam.

Soal aroma, memang harus diakui jika buah ini memiliki bau yang menyengat bahkan bisa menyebar luas. Salah satu rekan kerja saya di kantor, pernah membawa durian dan tidak dimasukkan ke dalam kulkas dan hanya diletakkan di pantry kantor. Alhasil, aroma buah ini menyebar ke beberapa koridor hingga mengganggu kenyamanan banyak orang. Itu kenapa, di transportasi umum ada larangan yang sama ihwal tidak membawa durian atau sesuatu yang berbau tajam. Tentu, akibatnya akan mengganggu kenyamanan.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang

Beruntung, keluarga di rumah semuanya menyukai durian. Jadi, tidak perlu repot menyembunyikan durian atau sampai harus memakannya diam-diam ketika salah satu orang di rumah—yang tidak suka—pergi atau sedang tidak ada. Biasanya, kami di rumah akan makan secara berebut jika ada durian, kecuali Bapak yang membatasi konsumsinya karena khawatir darah tingginya kumat.

Entah kenapa seseorang yang tidak menyukai durian seringkali mendiskriminasi aroma beserta buahnya. Padahal, ketika menemukan hal lain yang tidak disukai, mungkin perlakuan mereka—yang tidak menyukai durian—tidak akan sebegitunya. Apakah ketidaksukaan akan durian sudah sampai ke tahap benci? Hehe—entahlah, mungkin hanya prasangka saya saja.

Walau harus diakui saya pun tidak menyukai semua buah-buahan yang ada dan tumbuh di lingkungan sekitar. Pepaya, misalnya. Entah kenapa saya tidak suka dengan aroma pepaya yang sudah matang juga teksturnya. Kalau pepaya muda sih, biasa saya makan dan dicocol dengan sambal—ngerujak. Paling tidak, saya masih memakannya dan tidak sampai sebegitunya menjauhi buah tersebut.

Meskipun pada akhirnya, saya tetap tidak bisa memaksakan soal suka dan tidak sukanya seseorang akan suatu hal. Apalagi kaitannya erat dengan selera. Untuk apa juga memperdebatkan selera. Toh, selera saya pun belum tentu sama dengan orang lain. Saya juga selalu ingat akan peribahasa latin “de gustibus non est disputandum” (tidak ada yang patut diperdebatkan terkait selera).

Saya cuma heran dan masih mempertanyakan, kok ya bisa-bisanya nggak suka sama durian yang rasa dan aromanya nikmat. (*)

BACA JUGA Ketika Sobat Ambyar Semakin Banyak dan Menyebalkan atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2019 oleh

Tags: buahdurianeksotisIndonesiapenyuka durianselera
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

hantaran

Salah Satu Indahnya Keberagaman: Dapat Hantaran dan Menikmati Makanan saat Hari Raya Agama Lain

12 Agustus 2019
mitos jawa anak sesajen mojok

Penjelasan Ilmiah Beberapa Mitos yang Banyak Diyakini oleh Masyarakat

18 September 2021
Menerka 3 Alasan Abang Roy Upin Ipin Tobat Bikin Onar

3 Alasan Abang Roy Lebih Merepresentasikan Orang Indonesia Dibanding Susanti

24 Maret 2025
administrasi ribet Indonesia mojok

Administrasi Ribet di Indonesia Itu Sebuah Keharusan. No Fotocopy No Party

17 April 2021
Mencicipi Durian Musang King yang Muncul dalam Serial Upin Ipin: Enak sih, tapi Bikin Saya Trauma

Mencicipi Durian Musang King yang Muncul dalam Serial Upin Ipin: Enak sih, tapi Bikin Saya Trauma

19 Maret 2024
4 Keanehan para Ulama di Film Horor Indonesia Terminal Mojok.co

4 Keanehan para Ulama di Film Horor Indonesia

11 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

28 Januari 2026
Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Kalau Saya Nggak Merantau ke Sidoarjo, Saya Nggak Tahu 3 Sisi Gelap Sidoarjo Ini

26 Januari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang (Foto milik Hammam Izzudin)

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang karena Fenomena Ndeso Itu Mewah Tidak Bisa Ditiru

26 Januari 2026
Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

28 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.