Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Stop, Bikin Konten Prank Ojol!

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
21 November 2019
A A
Stop, Bikin Konten Prank Ojol!
Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini sangat marak beredar video-video prank ojek online atau yang kerap disebut ojol. Para kreator video ini biasanya dari kalangan youtuber, artis, hingga orang biasa. Iseng-iseng kemarin saya menuliskan di laman pencarian Youtube, “prank ojol”. Lalu munculah begitu banyak video prank ojol.

Dalam video-video tersebut, teknik atau metode prank ini sebenarnya hampir serupa. Biasanya mereka memesan makanan dalam jumlah banyak, kisaran harga 500 ribu sampai 1 juta rupiah. Setelah si abang ojol ini sampai, tiba-tiba saja si pemesan ini tidak bisa dihubungi dan pesanan tersebut mendadak dibatalkan.

Hal semacam ini tuh mungkin kayak sebuah undangan kencan kali ya. Di awal kita udah bahagia banget bakalan ketemu doi, sudah mandi, dandan, dan rela jauh-jauh berkendara di jalanan yang panas dan macet. Tapi setelah sampai tempat janjian, eh mendadak doi telpon dan bilang kalau nggak bisa datang. Gimana perasaanmu coba? Ambyar tho? Orang yang tega bikin prank ojol kayak gini tuh mungkin dalam hidupnya kayaknya belum pernah ngerasain rasanya dikecewakan kali ya.

Metode lainnya yang sering digunakan selain menggunakan metode cancel, biasanya mereka akan menggunakan metode menunggu lama. Kita order ojol lalu membiarkannya menunggu begitu lama hingga mukanya kelihatan kesal dan bete. Oho, padahal kita tahu sendiri, pekerjaan paling menyebalkan di muka bumi ini adalah menunggu. Bisa kita bayangkan gimana dongkolnya si ojol ini suruh menunggu penumpang yang lamanya minta ampun. Lalu setelah drama penuh kedongkolan, kebingungan, dan sampai berderai air mata tersebut, sang kreator muncul dan memberikan sejumlah uang pada abang ojol bak malaikat yang turun dari kahyangan. Hmmm.

Lagi lihat videonya saja saya sudah emosi tingkat kabupaten, apalagi kalau saya yang jadi abang ojolnya. Bisa-bisa si helm hijau itu melayang ke kepala si kreator ini. Perlu diketahui, sebelum bikin prank ojol kayak ini. Nggak semua orang itu bisa sesabar orang-orang di dalam video itu. Nggak semua orang rela dikerjai kayak gitu. Dan nggak semua orang bisa didamaikan dengan uang. Kesabaran orang tentu berbeda-beda dong, ada yang serius dan mungkin ada yang enak diajak bercanda. Sesuatu yang kita anggap remeh atau lucu itu belum tentu lucu bagi orang yang menjalaninya.

Saya tahu, ini hanya bohongan dan mungkin niatnya itu mulia untuk membantu abang ojol ataupun menghibur orang lain yang menonton video tersebut. Tapi, sebelum kita melakukan hal semacam itu, coba pikirkanlah bahwa tak semua ojol itu sedang dalam suasana hati yang baik saat kita prank. Bisa jadi mereka sedang punya masalah di rumah, mungkin tengah bertengkar dengan keluarga atau pacar, mungkin mereka  sedang pusing mencari uang untuk biaya sekolah anak atau biaya orangtua yang sakit. Dengan suasana hati yang kalut dan sedih seperti itu, lantas kita prank kira-kira gimana perasaan yang mereka rasakan saat itu? Nggak usah dirasain, cukup bayangin aja deh!

Tanpa segudang masalah itu pun, jika kita sudah antre begitu lama lalu harus panas-panasan dan kena macet di jalanan, kemudian pesanan yang begitu banyak itu mendadak di-cancel. Sebel banget kan ya pastinya? Belum lagi kalau yang di-prank itu punya riwayat sakit jantung. Setelah kita prank, lalu dia mendadak mati. Gimana coba?

“Yaelah, kayak gitu aja didramatisir banget! Selera humormu rendah banget!”

Baca Juga:

Ibu Rumah Tangga dan Ojol juga Berhak untuk Kuliah, Universitas Terbuka Menerima Tanpa Batasan Apa pun!

4 Sikap Green Flag Driver Ojol yang Bikin Penumpang Nyaman

Bercanda sih boleh saja, tapi nggak harus dengan cara kayak gini jugalah ya. Cobalah bayangkan kalau yang kita prank itu adalah diri kita sendiri atau angota keluarga kita. Apakah masih menganggap hal semacam ini merupakan hiburan yang lucu dan wajib ditertawakan? Saya tahu si kreator ini mungkin orang kaya yang punya uang banyak. Tapi rasanya tidak etis juga menukar kesedihan orang lain dengan sejumlah uang lalu diunggah untuk mendapatkan uang lagi.

Saya sendiri juga bukan orang kaya, tapi kalau dikasih uang dengan cara seperti itu kayaknya mendingan nggak usah. Lagi melihat video itu saja sudah ikutan nyesek, apalagi kalau sampai mengalaminya. Apanya yang lucu sih melihat orang lain kebingungan, sedih, bahkan sampai menangis kayak gitu?

Dalam video tersebut pun ada banyak para abang ojol yang sampai menangis. Setahu saya nih ya, lelaki itu jarang menangis kalau tidak serius-serius banget sedihnya. Jadi, kalau mereka itu sampai menangis, tentu hal itu tuh menyakitkan banget buat mereka. Apakah sebegitu berharganya sebuah viewer dibanding kesedihan orang lain?

Kalau memang niatnya mau ngasih duit sama orang susah yah, gunakan cara-cara yang bijaklah. Masih banyak kok metode-metode lain untuk membuat konten yang inspiratif tentang ojol. Ingat, tak ada manusia yang suka di-prank kayak gitu. Dan tak semua hal bisa ditukar dengan uang.

Stop, bikin konten prank ojol! Jadilah manusia yang memanusiakan manusia lain, jangan sampai jadi manusia yang tidak berperikemanusian. Sudah menyakiti hati orang lain, masih riya lagi ngasih duitnya. Ampun deh!

BACA JUGA Rasanya Pesan Ojol yang Drivernya Mantan Pacar atau tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 November 2019 oleh

Tags: ojek onlineprankYoutuber
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Dear Baim Wong, KDRT Bukan Lelucon apalagi Dikomersilkan Terminal Mojok

Baim Wong Bikin Konten Prank Soal KDRT, Nggak Etis!

3 Oktober 2022
#MALAMJUMAT Diserbu Setan Gara-gara Sok-Sokan "Ngeprank" Jailangkung

#MALAMJUMAT Diserbu Setan Gara-gara Sok-Sokan “Ngeprank” Jailangkung

5 Desember 2019
Curhat Mahasiswa yang Nyambi Jadi Driver Ojol di Kota Malang (Unsplash)

Curhat Mahasiswa yang Nyambi Jadi Driver Ojol di Kota Malang

23 Mei 2023
Punya Dosen Seorang YouTuber Itu Blas Nggak Enak

Punya Dosen Seorang YouTuber Itu Blas Nggak Enak

10 Januari 2022
Dear Ferdian Paleka, YouTuber yang Udah Ngerjain Transpuan terminal mojok.co

Dear Ferdian Paleka, YouTuber yang Udah Ngerjain Transpuan

4 Mei 2020
awkarin

Awkarin Berbuat Baik, Kok Banyak yang Terusik?

16 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026
Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.