Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Status Karyawan Tetap Nggak Istimewa di Mata Gen Z. Buat Mereka yang Penting Kerja dan Dapat Benefit Tinggi

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
29 November 2023
A A
Status Karyawan Tetap Nggak Istimewa di Mata Gen Z. Buat Mereka yang Penting Kerja dan Dapat Benefit Tinggi

Status Karyawan Tetap Nggak Istimewa di Mata Gen Z. Buat Mereka yang Penting Kerja dan Dapat Benefit Tinggi (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Gen Z “agak lain” dalam dunia kerja, tak seperti generasi-generasi sebelumnya

Berdasarkan data tahun 2022 pada laman Databoks, ada 3 poin penting yang membuat Gen Z dan Milenial bertahan di tempat kerjanya. Ketiga hal tersebut berkaitan dengan work-life balance, kesempatan belajar dan berkembang, serta gaji tinggi dan benefit lain. Hal tersebut cukup relate dengan kondisi terkini di berbagai ruang lingkup pekerjaan. Dan ketiga hal tersebut merupakan incaran atau setidaknya yang diinginkan oleh para pekerja Gen Z.

Alih-alih menjadi karyawan tetap, orientasi Gen Z dalam dunia kerja bergeser dan tidak sama seperti generasi sebelumnya. Itulah kenapa gaya bekerja Gen Z berbeda. Jadi, sebetulnya ribut-ribut soal Gen Z yang dibenturkan dengan generasi sebelumnya, jika tanpa solusi, hanya akan jalan di tempat.

Meski begitu, bukan berarti status karyawan tetap diabaikan begitu saja, dianggap tak penting, atau tidak diterapkan sebagaimana mestinya oleh perusahaan. Sebaliknya, hal ini justru menjadi fenomena yang patut dipertimbangkan perusahaan. Perusahaan harus bisa menarik minat Gen Z untuk tetap bekerja sebagaimana mestinya dan mendapat upah sesuai kesepakatan kedua belah pihak, kemampuan, dan pengalaman. Tentu saja tanpa mengesampingkan status karyawan tetap ketika ada pekerja yang layak dan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.

Bisa juga mendapat tambahan benefit dan mengembangkan karier setelah menyandang status karyawan tetap

FYI, proses menuju status karyawan tetap di tiap perusahaan akan melalui berbagai penilaian. Selain itu, perusahaan biasanya juga akan melihat formasi, kemampuan, sekaligus kebutuhan perusahaan, serta performa pekerja sendiri. Bagi pekerja Gen Z yang bekerja sesuai ekspektasi atasan sekaligus perusahaan, bukan tak mungkin dia akan menyandang status karyawan tetap. Seiring dengan hal tersebut, pekerja Gen Z juga bisa mengembangkan karier sekaligus mendapatkan kesempatan belajar lebih hingga mendapat tambahan benefit.

Persoalan yang menguap saat ini adalah penilaian bahwa Gen Z dan loyalitas kerjanya ibarat dua hal yang bertolak belakang. Istilah “kutu loncat” kerap dijadikan tameng pembenaran dalam menemukan tempat kerja yang lebih nyaman, gaji dan benefit yang lebih tinggi, serta kenaikan jabatan yang signifikan. Selama mematuhi kontrak yang sama-sama sudah disepakati, harusnya tidak jadi masalah, ya. Tapi ya jangan sampai baru kerja 1 atau 2 minggu langsung hilang tanpa kabar.

Meminjam istilah “kutu loncat” dengan mengabaikan perjanjian yang sebelumnya sudah disepakati, tentu tidak bisa dinormalisasi. Namun, di sisi lain, jika ingin memiliki pekerja yang loyal dan mempertahankan siapa pun yang potensial, perusahaan juga mesti berbenah dalam menawarkan benefit sekaligus deskripsi pekerjaan yang diberikan. Iya, sesekali memang bisa dianggap belajar atau menambah ilmu. Tapi, kalau keterusan sampai dengan pekerja tersebut mengajukan resign karena kelelahan, itu sih namanya tuman.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Malangnya Nasib Gen Z, Terlanjur Dicap Nggak Becus di Dunia Kerja.

Baca Juga:

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 30 November 2023 oleh

Tags: benefitgajigen zKaryawankaryawan tetappekerjaperusahaan
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Kasus Holywings dan 3 Tips Menghadapi Atasan yang Cuci Tangan

Kasus Holywings dan 3 Tips Menghadapi Atasan yang Cuci Tangan

27 Juni 2022
pensiun dini

Pengen Pensiun Dini? Gasss!

25 Oktober 2019
Marbot Masjid, Profesi yang Harusnya Diapresiasi dan Digaji dengan Layak

Marbot Masjid, Profesi yang Harusnya Diapresiasi dan Digaji dengan Layak

16 Juni 2023
Quiet Quitting: Seni Bekerja Seperlunya dengan Istilah yang Lebih Ribet Aja

Quiet Quitting: Seni Bekerja Seperlunya dengan Istilah yang Lebih Ribet Aja

3 September 2022
gaji profesional professional fee mojok

3 Alasan Pekerja Profesional Harus Dibayar secara Layak

4 Agustus 2021
7 Cara Mendapatkan Gaji Tambahan dari Shutterstock

7 Tips Mendapatkan Gaji Tambahan Tiap Bulan dari Shutterstock

2 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
  • Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang
  • Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.