Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

Iqbal AR oleh Iqbal AR
23 Februari 2026
A A
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada suatu fenomena menarik di dunia kerja saat ini. Gen Z dan anak-anak muda cenderung enggan untuk dapat promosi dan naik jabatan di tempat kerjanya. Sungguh berbeda dengan generasi tua yang rela sampai “sikut-sikutan” demi promosi kerja. 

Sebelum kita bahas lebih lanjut, mari kita bahas garis besarnya terlebih dahulu. Terkait fenomena anak muda yang ogah naik jabatan, kta bisa menarik argumen sederhana, ada cara pergeseran cara pandang anak muda terhadap karier, pekerjaan, dan kehidupan secara lebih luas. Dan, dari argumen sederhana ini, kitab bisa membedahnya jadi beberapa bagian. 

Jabatan tinggi tidak lagi dianggap sebagai prestise

Sebelum Gen Z, orang-orang cenderung melihat jabatan tinggi jadi suatu hal yang prestise. Bagi mereka, jabatan itu memengaruhi bagaimana eksistensi mereka di dunia luar. Makin tinggi jabatannya, makin kelihatan berwibawa, dan makin dianggap penting oleh masyarakat. Jabatan adalah sebuah hal yang prestise.Tidak heran banyak orang mengejar promosi jabatan hingga rela melakukan apa saja. 

Akan tetapi,  pemahaman jabatan sama dengan prestise sepertinya sudah mulai luntur di kalangan anak-anak muda. Generasi muda sudah nggak lagi menganggap bahwa jabatan itu sesuatu yang prestise sehingga layak dikejar sebegitunya. Bagi anak-anak muda, selama statusnya sama-sama pekerja/pegawai, jabatan itu ya sama saja. Mau itu staf bawahan, supervisor, hingga kepala divisi, semuanya sama-sama pekerja yang statusnya tetap rawan. 

Jadi, bagi Gen Z dan banyak anak muda, mengejar jabatan tinggi bahkan sampai level bos juga dianggap jadi sesuatu yang agak sia-sia. Jangankan mengejar jabatan, ditawari naik jabatan saja kadang mereka tolak. Sebab, status mereka tetap pekerja. Posisi kita masih berada di bawah pemodal. Makanya, alih-alih saling berlomba mati-matian mengejar jabatan, mereka memilih untuk berkumpul sesama pekerja, dan berserikat.

Beban dan tanggung jawab yang kadang nggak seimbang dengan gaji

Kita semua tahu bahwa makin tinggi jabatan di sebuah pekerjaan, maka makin besar pula tanggung jawabnya. Dan, idealnya, ketika jabatan naik dan tanggung jawab membesar, maka gajinya juga ikut naik. Di manapun tempat kerjanya, mau itu di perusahaan swasta, BUMN, atau di creative agency, idealnya seperti itu. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Ada banyak yang masih sangat jauh dari kata ideal.

Inilah yang bikin Gen Z dan anak-anak muda enggan untuk naik jabatan atau bahkan jadi bos. Mereka enggan karena mereka tahu bahwa kalau mereka naik jabatan, tanggung jawab mereka akan makin besar. Sementara itu, dengan tanggung jawab yang semakin besar, kenaikan gaji mereka nggak terlalu signifikan, alias nggak seimbang dengan tanggung jawab yang akan mereka pikul nanti. 

Ini sering banget terjadi. Misalnya, ada satu anak muda yang jabatannya supervisor. Lalu dia ditawari naik jabatan menjadi manajer di divisinya. Kelihatan menggiurkan. Namun, gajinya hanya naik sekian persen, nggak terlalu signifikan. Ya males juga jadinya. Jabatan naik kalau gajinya nggak beneran ikut naik ya sama saja bohong. Hal-hal seperti ini yang bikin anak-anak muda malas naik jabatan, atau bahkan jadi bos.

Baca Juga:

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

Gen Z dan anak muda lebih sadar akan kesehatan mental di dunia kerja

Hal terakhir yang bikin Gen Z atau anak-anak muda malas naik jabatan adalah soal kesehatan mental di dunia kerja. Kita semua paham, ketika anak-anak muda (Gen Z) sudah masuk dunia kerja, mereka membawa satu hal yang selama ini jarang disinggung di dunia kerja: kesehatan mental. Kehadiran dan keberadaan anak-anak muda ini bikin kesadaran akan kesehatan mental di dunia kerja mulai muncul.

Dan, karena meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental inilah banyak anak-anak muda yang enggan untuk naik jabatan, atau bahkan enggan jadi bos, jadi leader. Anak-anak muda ini beranggapan bahwa makin tinggi jabatan mereka, makin besar risiko mereka untuk burnout, untuk depresi. Sebab makin tinggi jabatannya, makin besar tekanannya. Nggak hanya tekanan fisik, tapi tekanan psikis dan batin juga makin besar.

Ini nyambung ke dua poin sebelumnya di atas. Pekerja yang terlalu mengejar jabatan hanya demi prestise, bisa saja lupa segalanya. Mereka bisa lupa dengan hak-haknya, mereka bisa lupa dengan kesehatannya. Apalagi kalau mereka berada di lingkungan kerja yang “zalim”, yang gajinya nggak sepadan dengan jabatan dan tanggung jawabnya. Makanya, di dunia kerja yang “jahat” ini, anak-anak muda lebih memilih sehat mental ketimbang jabatan tinggi. Nggak apa-apa jabatan dan gaji segitu-gitu aja, asalkan nggak stress dan burnout. Sebab anggapan bahwa stress dan burnout adalah “harga normal kesuksesan” itu sudah usang.

Itulah beberapa alasan mengapa Gen Z atau aanak-anak muda enggan nak jabatan, atau bahkan enggan jadi bos. Beberapa dari mereka mungkin ada yang heran, bahkan sinis dengan anak-anak muda yang seperti ini. Tapi, harusnya kalian bisa mengerti mengapa mereka jadi seperti ini, setidaknya dari membaca apa yang saya paparkan di atas. 

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2026 oleh

Tags: dunia kerjagen zjabatanpekerjaanpromosi
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Opsi Pertanyaan yang Bisa Diajukan kepada HRD oleh Pelamar Kerja setelah Mengikuti Proses Interview terminal mojok

Ketika Batu Loncatan Menjadi Batu Fondasi

9 Agustus 2021
pungli proyek pemerintah gaji PNS kerja 10 juta pejabat digaji besar tapi solusi minta rakyat mojok

Mempertanyakan Logika ‘Kerja Setara 10 Juta, Gajinya 3 juta. Sisanya Diganti Tuhan’ dalam Dunia Kerja

27 Agustus 2021
Rekomendasi 7 Lagu Barat Soal Perpisahan dari Era Gen-Z Terminal Mojok

Rekomendasi 7 Lagu Barat Soal Perpisahan dari Era Gen-Z

29 Mei 2022
PPK, Jabatan yang Paling Dihindari oleh PNS

PPK, Jabatan yang Paling Dihindari oleh PNS

17 Oktober 2022
Hindari Modus Penipuan Lowongan Kerja dengan 3 Tips Ini! Terminal Mojok.co

Hindari Modus Penipuan Lowongan Kerja dengan 3 Tips Ini!

25 Juli 2022
Mengenal "OK Boomer" untuk Generasi Tua yang Dianggap Sotoy

Mengenal “OK Boomer” untuk Generasi Tua yang Dianggap Sotoy

11 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa
  • Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab, Tidak Mengeluarkan Aura Brengsek seperti Fortuner dan Pajero
  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.