Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Partai Politik, Caleg, dan Capres, Segera Nyalakan Tanda Bahaya, Generasi Muda Tak Peduli dengan Pemilu 2024

Putra Melandry oleh Putra Melandry
6 Oktober 2023
A A
Partai Politik, Caleg, dan Capres, Segera Nyalakan Tanda Bahaya, Generasi Muda Tak Peduli dengan Pemilu 2024

Partai Politik, Caleg, dan Capres, Segera Nyalakan Tanda Bahaya, Generasi Muda Tak Peduli dengan Pemilu 2024 (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kita tiap hari melihat gimmick para calon peserta Pemilu 2024 nanti yang berusaha menarik para pemilih muda. Menggaet caleg berusia muda, berusaha engage dengan pemuda, bahkan mengganti ketua umum dengan pemuda dilakukan demi menggaet jutaan manusia yang baru menggunakan hak pilih mereka.

Tapi, the million dollar question is, apakah generasi muda saat ini tertarik mengikuti Pemilu 2024?

Pertanyaan ini menjadi menarik untuk dibahas karena saya sendiri merupakan seorang generasi muda yang biasa disebut generasi Z. Seperti yang kita tahu Pemilu 2024 akan segera dimulai tahun depan. Menurut data KPU, jumlah pemilih pada kelompok usia 20-44 tahun mencapai 60 persen pada Pemilu 2024 atau sekitar 110 juta orang.

Melihat data di atas artinya pemilih muda nantinya akan menjadi pemilih dengan proporsi terbesar, serta memiliki pengaruh dan dampak besar terhadap hasil Pemilu 2024

Jika melihat data KPU tersebut, di benak saya seketika muncul sebuah pertanyaan: dengan jumlah sebesar itu, apakah para gen Z ini akan tertarik untuk mengikuti Pemilu 2024 nanti?

Atau justru tak peduli dan asyik scroll sosial media saat hari pencoblosan tiba?

Bodo amat dengan Pemilu 2024

Menurut saya, tidak semua anak muda saat ini memiliki rasa partisipasi yang tinggi untuk mengikuti Pemilu 2024 nanti. Bahkan sepengalaman saya tak semua anak muda tahu latar belakang calon pemimpin yang akan maju saat Pilpres nanti. Calonnya saja nggak tahu, apalagi nanya siapa saja partai-partai pengusungnya, dan kebijakan apa yang akan para calon tersebut lakukan.

Survei pada Pemilu 2019 menunjukkan bahwa jumlah pemilih yang tidak menggunakan suaranya mencapai 34,7 juta. Jumlah itu sekitar 18,02% dari total DPT 2019 yang sebanyak 192,77 juta orang. Jika dilihat dari angka tersebut, jumlah pemilih muda yang golput diperkirakan cukup signifikan. Artinya hal ini menjadi pekerjaan rumah serta tantangan bagi pemerintah dan partai-partai politik yang ada. Mengajak dan membuat masyarakat khususnya kalangan muda tertarik mengikuti Pemilu 2024 nanti jadi hal wajib.

Baca Juga:

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

Edukasi politik

Seperti yang saya singgung tadi, tak semua anak muda ini tahu latar belakang capres, partai pengusungnya, dan kebijakannya. Artinya edukasi politik yang menarik perhatian anak muda perlu dilakukan. Tujuannya, untuk memberi pengetahuan yang memadai mengenai politik dan pemilu. Sehingga anak-anak muda ini tak kebingungan saat mengikuti Pileg dan Pilpres saat adanya pemilihan.

Edukasi ini bisa dilakukan secara langsung melalui institusi pendidikan baik sekolah maupun perguruan tinggi dengan memberi pemahaman atau literasi kepada siswa sampai mahasiswa secara matang tentang politik dan pemilu di Indonesia. Selain melalui institusi pendidikan, media sosial adalah tempat yang disukai gen Z. Di sosial media inilah tempat gen Z berselancar mengenai dunia luar dan sekitar mereka setiap harinya.

Sosial media adalah tempat yang pas untuk menjadi wadah bagi para gen Z atau anak muda menambah wawasan mereka dalam hal Pemilu. Pemerintah dan partai-partai politik harus bisa membuat sosial media menjadi magnet bagi para gen Z untuk peduli dan mau mempelajari seluk beluk politik dan kepemiluan di Indonesia. Media sosial yang paling disukai adalah TikTok, Instagram, Twitter. Berdasarkan data dari Google, sosial media yang paling disukai gen Z atau anak-anak muda saat ini adalah TikTok.

Pemilu 2024 bisa sukses jika Gen Z peduli

Para gen Z adalah generasi yang melek teknologi, tetapi terkadang tidak peduli dengan hal hal yang berkaitan dengan politik. Oleh karena itu pemerintah dan partai politik harus saling kerja sama dan bersinergi. Agar, anak-anak muda di Indonesia ini melek terhadap dunia kepolitikan dan pemilu di Indonesia. Jika hal ini berhasil dilakukan, akan berdampak pada hasil pemilu di Indonesia. Anak muda yang mendominasi jumlah pemilih di pemilu ini tidak lagi bingung siapa calon yang akan dipilih, dan mengurangi jumlah adanya suara golput.

Well, win-win solution, kan?

Penulis: Putra Melandry
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jelang Tahun Politik, Mahfud MD Minta Pemuda Aktif Kritik Pemerintah, Sayangnya Kebebasan Berpendapat Masih Rendah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2023 oleh

Tags: gen zpemilih mudaPemilupemilu 2024
Putra Melandry

Putra Melandry

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas angkatan 2023.

ArtikelTerkait

Derita Petugas KPPS: Boro-boro Mikir Pajero, Bisa Sehat Saja Sudah Mukjizat

Derita Petugas KPPS: Boro-boro Mikir Pajero, Bisa Sehat Saja Sudah Mukjizat

7 Februari 2024
Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

2 Maret 2026
Mas Gibran, Please Banget, Jadi Pengusaha Bukan Solusi dari Masalah Lapangan Kerja!

Mas Gibran, Please Banget, Jadi Pengusaha Bukan Solusi dari Masalah Lapangan Kerja!

2 Desember 2023
Bupati Sumenep Maju Jadi Wagub Jatim 2024: Benahi Dulu Sumenep, Baru Mikir yang Lain! ahmad fauzi

Personal Branding Ahmad Fauzi Begitu Berlebihan, Faktanya Tidak Sehebat Itu

17 Juli 2023
Baliho Caleg Sudah Bertebaran: Udah Nyolong Start, Isinya pun Nggak Kreatif bacaleg KKN

Baliho Caleg Sudah Bertebaran: Udah Nyolong Start, Isinya pun Nggak Kreatif

3 Mei 2023
Kenapa Kita Selalu Lupa Caleg yang Kita Pilih?

Emangnya Kenapa kalau Artis Jadi Caleg?

22 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Bikin Sengsara Lulusan S2 (Unsplash) LPDP

Beasiswa LPDP Terkadang Memang Tak Tepat Sasaran, tapi BIB Justru Jauh lebih Mengecewakan

2 Maret 2026
Kelangkaan Gas 3 KG Menjelang Lebaran Adalah Drama Jelek Tahunan yang Tak (Akan) Pernah Selesai

Kelangkaan Gas LPG Menjelang Lebaran Adalah Drama Jelek Tahunan yang Tak (Akan) Pernah Selesai

5 Maret 2026
PCX 160 Motor Mewah tapi Menyedihkan, Mending Beralih ke Lexi 155 yamaha lexi

Yamaha Lexi Kalian Anggap Produk Gagal dan Motor Paling Nanggung Cuma karena Bodinya Gede? Astaga, Jelek Betul Selera Kalian

2 Maret 2026
Pengalaman Naik Toyota Calya dari Kudus ke Semarang: Rasanya seperti Naik Gerobak Ber-AC, Kapok!

Dulu Saya Menganggap Toyota Calya Adalah Gerobak Diberi Mesin, tapi Kini Saya Menjilat Ludah Sendiri

3 Maret 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Lupakan Teori Kuliner PNS, di Sidoarjo Kasta Tertinggi Warung Makanan Enak Ditentukan oleh Orang-orang Waktu Bubaran Pabrik

27 Februari 2026
Iran, Amerika, dan Israel: Tiga Visi Dunia yang Bertabrakan

Iran, Amerika, dan Israel: Tiga Visi Dunia yang Bertabrakan

2 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (4): Tasawuf Ala Sunan Giri dalam Olahan Kuliner Kupat Keteg yang Dibuat di Tengah Perbukitan Kapur
  • Lebaran Jadi Momen Menyedihkan usai Nenek Tiada, Keluarga Sudah Nggak Mau Kumpul apalagi “Sungkeman”
  • Bagi Ibu, Tak Apa Membayar Tiket Mahal untuk Mudik demi Bisa Kumpul Bersama “Anak Kecilnya” yang Berjuang di Perantauan
  • Keselamatan Warga Semarang Jadi Prioritas di Tengah Hujan Angin yang Tumbangkan 86 Pohon dalam Semalam
  • Bagaimana Tulisan Berbasis Opini Membentuk Diskusi Publik
  • Pantai Drini Gunungkidul Kehilangan Identitas dan Keasrian Alami, Korban Wisata Jogja yang Dimirip-miripkan Bali

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.