Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

Sri Molati oleh Sri Molati
21 April 2026
A A
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Nama saya Sri Molati. Jujur saja, sebagai Gen Z, saya pernah keberatan sekaligus agak sedih dengan nama “Sri”. Bukan maksud tidak bersyukur atas pemberian nama ini. Apalagi Sri itu punya arti yang bagus. Namun, sebagai anak muda yang hidup di tengah gempuran nama keren rasanya jomplang banget.

Di sekitar saya, ada nama-nama kekinian seperti Shareen, Nayla, dan Raline. Lalu, tiba-tiba ada nama Sri yang mengikuti. Kan rasanya jomplang banget.

BACA JUGA: Tidak Ada yang Lebih Menggelikan ketimbang Milenial Fosil Wannabe yang Ngejekin Gen Z Tiap Saat, Situ Iri?

Derita Gen Z punya nama Sri

Kadang saya merasa seperti Roro Jonggrang yang lahir di zaman yang salah. Saya Gen Z, tapi rasanya tua banget. 

Pernah suatu kali, saya datang ke sebuah tempat yang perlu antre dan akan dipanggil nama ketika sudah giliran saya. Nah, si petugas memanggil saya begini: “Ibu Sri!”

Dia memanggil pakai “ibu” di teman-teman saya sesama Gen Z. Petugas memanggil nama teman-teman saya pakai tambahan “Kak”. Kalau saya, “Ibu”. Sudah jelas, semua refleks tertawa keras. Malu, pengin banget saya rasanya pergi dari tempat itu.

Masalahnya, rasa malu ini tidak berhenti sampai sana. Setelah kejadian itu, teman-teman saya selalu memanggil nama “Ibu Sri”. Saya nggak bisa apa-apa selain menerima. Mereka hanya bercanda, meski bagi saya rasanya malu banget.

Gen Z dengan nama Sri dikira pembantu

Banyak orang memberi nama sebagus mungkin untuk nama anaknya. Namun, kadang, ada orang tua yang mungkin tidak memperkirakan bahwa kelak, anaknya yang Gen Z, akan menanggung derita tersendiri.

Baca Juga:

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

Sebagai Gen Z dengan nama Sri, saya merasakan derita bernama stigma itu. Ini menjadi perjuangan tersendiri, bahkan sebelum saya membuka mulut.

Iya, saya tahu, Sri itu punya makna yang bagus. Ada juga yang mengaitkannya dengan Dewi Sri atau dewi kesuburan. Namun, ada sebuah stigma yang muncul terkait nana Sri. Salah satunya karena tontonan di televisi. Banyak sinetron yang menjadikan nama Sri sebagai pembantu. Seakan-akan ini jadi “seragam wajib”.

Makanya, bagi Gen Z dengan nama Sri, selalu ada keresahan tersendiri ketika harus memperkenalkan diri di lingkungan baru. Saat menyebut nama Sri, saya selalu menemukan ada yang tertawa atau senyum tipis sepersekian detik. Ada juga yang sampai nyeletuk: “Pasti orang Jawa, ya!”

Bagi saya, itu menjadi semacam “kode halus” dari sebuah ejekan yang dibungkus dengan rapi. Pengin banget rasanya nyeletuk balik: “Memang kenapa kalau orang Jawa!”

Candaan bibi kantin

Kadang saya merasa identitas saya sudah ditentukan sebelum orang mengenal siapa sebenarnya saya. Sebagai Gen Z, saya lumayan melek soal personal branding. Menurut saya, ketika nama sudah memiliki ”branding” tertentu, butuh usaha ekstra untuk mengubahnya.

Misalnya saya, dengan nama Sri, kerap mendapat candaan “bibi kantin”. Misalnya, ada yang bilang gini: “Sri, tolong ambilkan minum, dong. Udah cocok banget sama nama kamu.” Mereka tertawa lepas setelah bilang begitu. Seakan-akan saya adalah bibi kantin. 

Kalau marah, teman-teman akan menganggap saya gampang baperan. Makanya, saya hanya bisa menahan keresahan ini meski mengikis rasa percaya diri saya.

BACA JUGA: Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Tragedi nama Sri berubah jadi Sharly saat memesan kopi

Suatu sore di hari Jumat, saya dan beberapa teman mampir ke sebuah coffee shop viral. Seperti biasa, setelah memilih menu, barista akan menanyakan nama. Saya, dengan jelas menyebut nama Sri.

Selang beberapa menit menunggu, barista kemudian memanggil saya. Dia bilang begini:

“Satu Americano atas nama Kak Sharly!”

Awalnya saya cuek, toh bukan nama saya. Namun, setelah memanggil beberapa kali, kok nggak ada yang maju untuk mengambil pesanan tersebut. Lagi-lagi saya cuek karena bukan nama saya.

Nggak lama, salah seorang karyawan menghampiri saya untuk mengantar pesanan. Dia bilang, “Kak, ini pesanan Kakak.”

Jelas saya bingung karena kaget. Teman saya tiba-tiba tertawa sambil bilang, “Anjay, Kak Sharly lupa nama sendiri.”

Dan di saat itulah saya mengerti. Mungkin, barista coffee shop tersebut malu ada konsumen Gen Z bernama Sri. Merena dengan sengaja mengubah nama saya agar terlihat lebih estetik.

Saya memang malu dengan nama Sri. Namun, saya juga tidak mau durhaka dengan mengubah nama begitu saja.

Saat ini, saya sedang belajar untuk menerima nama Sri sebagai bagian dari dinamika Gen Z. Meski terdengar ndeso, saya bersyukur belum punya pikiran untuk mengubah nama. Mau gimana pun, nama ini jadi doa yang tulus dari orang tua.

Penulis: Sri Molati

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Gen Z Jadi Kambing Hitam Generasi Senior, Dicap Lembek dan Tak Bisa Kerja padahal Perusahaan yang “Red Flag”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2026 oleh

Tags: Dewi Srigen zgenerasi ZJawanama jawanama srisristigma nama sri
Sri Molati

Sri Molati

ArtikelTerkait

Jember Selatan seperti “Anak Tiri” Kabupaten Jember (Unsplash)

Penderitaan Orang Jember Selatan yang seperti Menjadi “Anak Tiri” Kabupaten Jember karena Perbedaan Bahasa dan Budaya

9 Februari 2024
anak muda jawa nasihat jawa ora ilok duduk di pintu mojok

Jangan Buat Anak Penasaran dengan Kata ‘Ora Ilok’

13 Mei 2020
Saya Iri dengan Jalanan di Jawa yang Selalu Diperhatikan Presiden, Tak Seperti Jalanan di Kabupaten Bengkayang

Saya Iri dengan Jalanan di Jawa yang Selalu Diperhatikan Presiden, Tak Seperti Jalanan di Kabupaten Bengkayang

1 Februari 2024
anak 90an si paling paham

Iya loh Iya Cuma Anak 90-an yang Hidupnya Asyik, yang Lain Cuma Remah-remah. Ampus Bon!

7 September 2021
Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

2 Mei 2024
Krisis Etika di KRL Jogja Solo Relasi Stasiun Palur (Unsplash)

Krisis Etika di KRL Jogja Solo Relasi Stasiun Palur: Ketika Gen Z Tidak Paham Kursi Prioritas dan Berani “Melawan” Petugas

23 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak cuma di situ-situ aja mojok

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

27 Juli 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.