Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Solaria: Restoran Family Friendly yang Tahan Diguncang Pesaing

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
17 Juli 2022
A A
Solaria: Restoran Family Friendly yang Tahan Diguncang Pesaing

Solaria: Restoran Family Friendly yang Tahan Diguncang Pesaing (Akun Instagram @solaria.indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi kalian yang sering berkunjung ke mal atau pusat perbelanjaan di kota-kota besar, pasti kalian pernah melihat sebuah restoran yang bernama Solaria. Bahkan, saya yakin, ada pembaca tulisan ini yang sering singgah dan menggemari hidangan yang mereka sajikan. Buat kalian yang tidak tahu apa itu Solaria, izinkan saya untuk memberi sedikit uraiannya.

Solaria adalah nama dari restoran cepat saji milik Aliuyanto, S.E. yang sudah berdiri sejak 1995 atau 27 tahun yang lalu. Dengan kata lain, kalau saja Solaria itu adalah manusia, maka telah sewajarnya bila saat ini ia sudah berkeluarga. Selain itu, berdasarkan informasi yang saya baca, Solaria pun sudah memiliki 200 gerai toko yang tersebar di 31 provinsi, salah satunya terdapat di Palembang, tempat kelahiran dan domisili saya saat ini.

Jujur, saya merupakan fans berat Solaria. Bagi saya pribadi, ada beberapa hal yang membuat langkah saya seperti selalu terpanggil ke sana setiap perut saya keroncongan dan meminta untuk diisi. Namun, sudah tentu kalau kunjungan saya ke restoran tersebut tidak dilakukan setiap hari. Habis, dong, duit saya kalau begitu. Saya ngefans, tapi ngotak, gitu kira-kira

Lantas, apa saja faktor yang membuat Solaria bisa terus bertahan di antara gempuran merek-merek baru yang pasti selalu hadir seiring waktu berjalan? Bagi saya pribadi, faktor pertama adalah karena kualitas mereka yang selalu konsisten. Sebagai contoh, setiap berkunjung, saya hampir selalu memesan menu yang sama, yaitu nasi goreng modern. Sudah tak terhitung berapa kali saya menyantap hidangan tersebut, sehingga sepertinya saya telah benar-benar hafal akan setiap detail rasa dan penyajiannya.

Selama saya memesan nasi goreng modern, rasanya saya tak pernah sekali pun komplain. Porsinya selalu sama, tak terlalu sedikit dan justru, cenderung banyak dan mengenyangkan Sangat cocok bagi mahasiswa pra-sejahtera seperti saya. Rasanya pun selalu nikmat di lidah, alias, belum pernah saya mendapatkan nasi goreng modern yang hambar kayak suasana hati saya.

Begitu pun dengan menu-menu lain yang pernah saya cicipi, seperti mi siram ayam, chicken cordon bleu, kwetiau goreng seafood, nasi bistik ayam, dan lain-lain. Semuanya selalu disajikan sesuai standar yang sang restoran tetapkan. Singkatnya, kualitasnya selalu terjaga alias konsisten. Menurut saya pribadi, hal inilah yang menjadi faktor pertama mengapa Solaria bisa terus bertahan dan tak habis dimakan zaman.

Faktor berikutnya adalah harganya yang masih termasuk terjangkau dan nggak bikin alis saya terangkat ketika membaca menunya. Sebagai contoh, harga sepiring hidangan kesukaan saya, nasi goreng modern, adalah Rp38.183,00, belum termasuk PPN. Saya tidak tahu apakah ada perbedaan di kota lain, tetapi di kota saya, begitulah harga yang tertera di dalam menu. Nominal segitu memang lebih mahal dibandingkan nasi goreng yang dijual oleh abang-abang dengan gerobak, tetapi ya, wajar juga, kan ini jualannya di mal, bukan di pinggir jalan. Pikirkan tetek-bengek semacam harga sewa yang harus pihak manajemen keluarkan agar restorannya bisa berdiri di dalam gedung ber-AC, serta hal-hal “belakang layar” lainnya.

Alhasil, dengan terlebih dahulu mempertimbangkan hal tersebut, saya pikir kocek segitu sangat worth dengan apa yang pelanggan dapatkan. Lagi pula, saya pernah beberapa kali mencoba nasi goreng di restoran lain dengan harga yang tidak berbeda jauh, tetapi nyatanya, taste-nya masih tidak selezat Solaria. Pada saat itu, pikiran saya seakan-akan langsung membayangkan para koki di dapur Solaria yang tertawa puas sambil bertanya, “Gimana? Rumput tetangga tidak selalu lebih hijau, ‘kan?”

Baca Juga:

Menu Underrated Solaria: Porsi Banyak, Harga Terjangkau, dan Rasa Nggak Mengecewakan

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Namun memang, setiap orang memiliki selera masing-masing yang belum tentu sama, saya paham itu. Akan tetapi, seperti yang telah saya sebutkan pada faktor pertama, hidangan di Solaria itu punya kualitas yang konsisten. Ditambah dengan harga yang masih “masuk akal” di kantong, maka tak usah pertanyakan lagi mengapa Solaria menjadi salah satu destinasi favorit saya.

Faktor ketiga yang menurut saya menjadi penyebab Solaria masih bisa terus bersaing adalah karena vibes dan suasananya yang nyaman serta “ramah keluarga”. Maksud saya, tengok saja penampilan setiap gerainya yang hampir selalu serupa. Entah mengapa, saya melihatnya cukup mirip dengan susunan ruang keluarga di rumah, di mana para anggota keluarga bisa duduk nyaman di kursi sembari menunggu hidangan yang akan disantap bersama-sama. Selagi menanti menunya datang, mereka bisa mengobrol dengan nyaman dan sepenuhnya menikmati quality time yang mungkin jarang didapatkan karena kesibukan masing-masing. Hal ini membuat vibes di sana menjadi terasa lebih dekat dengan kita.

Selain itu, seingat saya Solaria sama sekali tidak menyediakan Wi-Fi di gerainya. Bagi anak muda yang ingin melakukan streaming film atau menikmati media sosial sepuasnya dengan Wi-Fi gratis seperti di coffee shop, tentu hal ini akan membuat mereka teramat kecewa. Akan tetapi, sisi baiknya adalah absennya Wi-Fi adalah cara untuk mengajak para pengunjungnya agar betul-betul menikmati waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat.

Atau, kita pun dapat memaknainya sebagai langkah yang diambil pihak restoran untuk “menguji” para customer agar datang ke gerai mereka dengan alasan murni untuk mencicipi hidangan mereka. Bukan untuk sekadar memesan menu secara asal lalu berlama-lama menghabiskan waktu sambil menikmati Wi-Fi gratisan. Hal inilah yang bagi saya menjadi “pembeda” dari Solaria dengan restoran-restoran zaman sekarang yang kebanyakan “ramah” terhadap para pemburu Wi-Fi.

Bertahannya Solaria, saya yakin tak datang dari ruang kosong alias keberuntungan. Itu semua diraih dengan usaha dan konsistensi yang dijaga sedemikian rupa. Usaha apa pun, asal dijaga dan dirawat mutunya, saya yakin akan bertahan meski digoncang badai dan pesaing. Contohnya ya Solaria ini.

Sumber gambar: Akun Instagram @solaria.indonesia

Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Nasi Goreng Solaria Memang Enak, tapi Nasgor Custom yang Terbaik

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2022 oleh

Tags: Keluarganasi gorengrestoransolaria
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

3 Kuliner Solo yang Bikin Culture Shock Lidah Sunda Saya

3 Kuliner Solo yang Bikin Culture Shock Lidah Sunda Saya

7 November 2025
4 Dosa Saat Makan Nasi Goreng yang Sebaiknya Dihentikan Terminal Mojok

4 Dosa Saat Makan Nasi Goreng yang Sebaiknya Dihentikan

29 Januari 2022
7 Drakor tentang Keluarga yang Cocok Ditonton Saat Lebaran Terminal Mojok.co

7 Drakor tentang Keluarga yang Cocok Ditonton Saat Lebaran

30 April 2022
5 Tips Membuat Nasi Goreng Rumahan Selezat Nasi Goreng Pinggir Jalan

5 Tips Membuat Nasi Goreng Rumahan Selezat Nasi Goreng Pinggir Jalan

23 Maret 2023
reservasi hotel untung rugi cara-cara pasangan ilegal, Jangan Jadi Manusia Norak Saat Menginap di Hotel!

4 Tipe Tamu Hotel Saat Sarapan

24 September 2020
Lowongan Kerja sebagai Tukang Tagih Merebak, Pertanda Berutang Semakin Dianggap Normal? utang

Utang, Pemutus Silaturahmi Paling Utama

14 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.